Kabar Terbaru FTV yang di ACC + Share Sinopsisnya

Meneruskan postingan gue yang Tiga Sinopsis Diterima Lagi nih. Akhirnya, ada beberapa kabar terbaru dari FTV yang judulnya 'Pengantar Galon Pujaan Hati' sama 'Balada Cinta Si Ahli Bekam. Untuk yang 'Ayam Karamel Pembawa Cinta', gue masih belum dapat infonya. FTV 'Pengantar Galon Pujaan Hati' sendiri sudah masuk ke lembaga sensor film yang mungkin tayang sih bakal bulan pertengahan-akhir Oktober atau awal-awal November.


Bagi yang kepo pengin tahu siapa aja pemainnya, bisa di lihat di dua link ini:


Sedangkan untuk FTV 'Balada Cinta Si Ahli Bekam', sampai sekarang gue nulis ini masih proses syuting.


Nah, data-data itu adalah hasil gue stalking artis-artisnya di twitter, muahahaha... Kepo sama sinopsisnya gimana sih? Tenang, gue share juga kok dimari, linknya di bawah ini:


Password rar: xxxxxxxxxxx

Hah, kok pasword rarnya xxxxx? Iya, gue share paswordnya entar kalau sudah tayang ya, hehehe... Minta bantuan orang-orang yang bisa hack password rar aja untuk ngeliatnya. Piss. Info-info terbaru tentang 3 FTV itu dan password rar-nya akan gue update berkala di postingan ini. Jadi, pantengin terus postingan ini ya teman-teman kalau pengin tahu perkembangannya.

8 Comments

Penulis, Antara Idealis dan Realistis

Kembali lagi bersama gue, Aliando GGS (Ganteng-Ganteng Somplak). Di postingan ini, gue mau berfikir bareng sama pembaca blog gue yang lagi khilaf. Dulu, gue tuh nggak punya passion di dunia menulis. Titik balik gue menyukai menulis adalah ketika gue baca novel 'Kambing Jantan', Raditya Dika. Novel itu dulu mengajarkan gue kalau nulis itu nggak perlu harus berakrobatik. Nulis simpel pun asal idenya menarik juga bisa kok. Nah, setelah itu gue lebih serius ngeblog. Nulis di blog bawa berkah tersendiri buat gue. Gue jadi punya banyak teman baru di dunia maya, banyak info yang gue dapat dan yang lebih penting adalah gue bisa mengasah kemampuan menulis gue yang sebelumnya nggak pernah gue asah. Dari blog jugalah rezeki gue datang. Tepatnya di postingan yang tentang anak kosan, seseorang bernama Iyas Maldaz komentar dan ternyata itu adalah perantara gue memasuki dunia menulis ide cerita FTV. Berkat Iyas Maldaz, gue kenal sama Pak Puguh P.S Admaja yang ngasih gue kesempatan masuk ke sctv untuk nulis ide cerita FTV di sana. Ide cerita FTV pertama gue yang diterima saat itu adalah 'Cewek Kepo Mengejar Cinta' dan itu membuat gue semakin semangat untuk nulis ide cerita. Setelah itu, alhamdulillah gue menelurkan beberapa ide cerita lagi yang di acc. Terus, apakah dengan itu gue sekarang tajir?

Dulu, setiap gue ke toko buku, gue selalu mikir kalau penulis-penulis buku tuh pasti kaya-kaya. Gimana nggak, satu buku kan harganya rata-rata 30 ribuan ke atas, nah kalau terjual 100 eksemplar, sudah 3 jutaan tuh. Tapi, setelah gue tahu kalau ternyata penulis cuman dapat 10% dari hasil penjualan ditambah potongan pajak, gue langsung mikir ulang, "Oh, jadi penulis tuh pendapatannya cuman segini?"

Paradigma gue tentang penulis berubah total. Pada akhirnya, setelah gue berkecimpung di dunia FTV-FTV, gue jadi ngerti betapa beratnya perjuangan seorang penulis. Seperti di postingan gue sebelumnya, naskah novel gue di terima salah satu penerbit dan mungkin pertengahan atau akhir tahun 2015 entar bakal cetaknya. Tentunya gue seneng banget dengan pencapaian itu, tapi apakah penghasilan dari buku itu nantinya mampu menghidupi gue? Jawabannya nggak. Gue lebih suka menyebut kalau karya berbentuk buku itu adalah karya idealis gue. Untuk hidup, gue lebih ke sinopsis FTV atau bahkan mungkin nanti merambah skenario. Lalu timbul pertanyaan gini: Lho, kan kalau kita punya kenalan banyak, jadi penulis buku juga bisa jadi sumber penghasilan bagus? Oke kalau semua kenalan kita itu mau beli buku kita, kalau nggak? Misal punya kenalan 1000 orang, eh yang mau beli bukunya cuman 50 orang aja. Emang sih ada efek dari mulut ke mulut, tapi itu nggak menjamin sepenuhnya, tetap harus ada peluang lain yang kita ambil dong biar isi dompet gak kering-kering amat.

Penulis terkenal seperti Raditya Dika pun pernah mengakui kalau Dia nggak bisa hidup kalau cuman mengandalkan penghasilan dari buku. Soalnya, sebuah karya itu ada masanya. Setelah dilupakan, maka para creator harus membuat karya baru lagi biar orang-orang senantiasa mengingat namanya. Penulis itu juga seniman. Dan seniman itu mencari makan dari karya, betul?

Lika-liku seorang penulis nggak cuman di materi, tapi juga di ide. Makanya, penulis itu sebisa mungkin menyimpan rapat idenya biar nggak di colong orang. Nah, di dunia ide cerita FTV yang gue jalani ini jujur aja gue beruntung ketemu Iyas Maldas sama Pak Puguh karena mereka orang-orang yang amanah. Gimana kalau gue ketemu sama orang yang nggak jujur? bisa-bisa ide cerita gue di sadur sama tuh orang kan? terus ganti nama. Iya, bisa di bilang, di dunia menulis juga kita harus ketemu dengan chanel yang tepat. Tapi, di dunia menulis kejahatan dan kecurangan seperti itu sudah biasa terjadi. Gue beruntung belum pernah ngalamin itu.

Jadi, tinggal kita pilih sendiri, mau jadi penulis yang idealis atau realistis? Gue sih milih dua-duanya. muahahahahaha.... 

Oh iya, buat temen-temen yang tertarik nulis ide cerita untuk FTV, kalau ada yang mau ditanyain boleh juga deh nanya di kotak komentar postingan ini ya. Tapi, dilarang nanya honornya berapa ya, hihihi...

3 Comments

Struktur Konflik Fiksi Cinta-Cintaan

Di dalam sebuah karya fiksi, seorang penulis itu wajib menciptakan sebuah konflik yang bikin para pembacanya gregetan. Nah, genre romance atau gue lebih suka menyebutnya dengan genre cinta-cintaan pun juga harus begitu. Kita, sebagai penulis genre cinta-cintaan, harus merumuskan dulu apa konflik utamanya, apa sub konfliknya yang kira-kira bisa membuat pembaca terhenyuk sambil garuk-garuk tembok. Memang sih, ada dan banyak penulis juga yang langsung nulis secara brutal karena semuanya sudah ada di kepalanya. Tapi, bagi para pemula, kayak gue juga, terkadang langkah menyusun struktur / rumus konflik utama tuh penting. Berikut ini struktur konflik sederhana yang hanya melibatkan 3-4 karakter, untuk fiksi cinta-cintaan:

KONFLIK 1


Biasanya, konflik seperti gambar di atas sering gue temukan di sebuah cerpen. Untuk buku novel apalagi film televisi, konflik seperti ini dianggap sudah ketinggalan jaman walaupun terkadang masih bisa di terima juga berkat penyampaian dan sub konflik yang di buat si penulis. Nah, di kasus pada gambar di atas, sudah bisa di baca ya, Cowok A suka sama Cewek A, tapi si Cewek A itu sukanya sama Cowok B. Untuk menambah sentuhan dramanya, Cowok A dan B itu di buat punya hubungan pertemanan atau saudara.


KONFLIK 2


Konflik 2 ini sudah melibatkan 4 orang. Hampir sama dengan konflik yang pertama, bedanya si Cowok B malah suka sama Cewek B. Biar makin menambah bumbu drama, di konflik kedua ini si Cewek adalah saudara kandung, atau bisa di tambah kedua Cowok adalah sahabatan. Biasanya, konflik seperti ini sudah bisa untuk diajukan ke film televisi atau FTV. Tapi, tergantung dengan sub konflik yang ada juga.


KONFLIK 3


Di konflik ketiga ini makin ribet dan JLEB. Terusan dari konflik kedua, si Cewek B yang di taksir sama Cowok B malah sukanya sama Cowok A. Nah, lho... Konflik seperti ini cukup sering gue lihat di FTV. Bagi teman-teman yang pengin coba buat ide cerita untuk ftv, struktur seperti ini harus di coba. Tapi, sekali lagi, ciptakanlah juga sub konflik yang menarik.


KONFLIK 4


Kalau di Konflik 1-3 si karakter sama sekali nggak ada yang punya status pacaran di awalnya, di konflik ke-4 ini ada. Bisa di lihat di gambar, Cowok A dan Cewek B serta Cewek A dan Cowok B itu pada awal ceritanya berstatus pacaran. Tapi, pada ending, si Cowok A dan Cewek A-lah yang pacaran karena Cewek B dan Cowok B ini selingkuh. Nah, bagaimana ceritanya Cewek B dan Cowok B selingkuh serta bagaimana Cowok A dan Cewek A bisa bertemu, itu yang harus di pikirkan penulis. Konflik 4 ini gue pakai di sinopsis FTV gue yang baru di ACC, judulnya Ayam Karamel Pembawa Cinta.

Masih banyak sebenarnya konflik yang bisa kita kembangkan. Di atas, gue baru memainkan 3-4 karakter, bagaimana kalau lebih? Untuk cerita film televisi sendiri sih gue menyarankan untuk memakai konflik 2-4. Selanjutnya, kita buat deh sub konfliknya. Iya, terkadang, konsep yang sederhana itu akan menghasilkan sesuatu yang besar, jadi jangan takut untuk mencoba ya. Keep Writing!

14 Comments

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.