Home About Me

Rabu, 25 Februari 2015

Soon FTV : Asmara Pemburu Vampir

By With 4 komentar:
Entah sudah berapa lama nih gue nggak nulis di blog. Saking lamanya, gue sempet lupa pasword blog gue apaan. Bukannya apa, banyak yang pengin gue kejar nih di dunia nyata, makanya gue mengurangi aktivitas di dunia maya. So, blog gue ini kedepannya bakal ngebahas tentang projek gue aja atau apa yang gue alamin aja nih. Nah, untuk projek pertama di tahun 2015, gue mau ngasih info kalau sinopsis gue untuk FTV tembus lagi, judulnya Asmara Pemburu Vampir. Gimana ceritanya? rahasia dong! Bukti kalau cerita gue di acc ada di bawah :


NOTE : Tulisan yang gue blur adalah catatan dari SCTV untuk PH, jadi untuk melindungi privasi gue blur aja.

Seperti biasa, untuk sinopsis nya entar gue share kalau sudah tayang yaaa... Terus, tayangnya kapan dong? Hmm, gue kurang tahu pasti sih, tapi kalau di lihat dari pengalaman sih mungkin sekitar pertengahan Maret sampai awal-awal April. Jangan takut ketinggalan, perkembangan nih FTV bakal gue tulis di postingan ini. Jadi, pantengin terus ya blog gue, muehehehehe...
Read More

Rabu, 14 Januari 2015

Share Sinopsis FTV : Pengantar Galon Pujaan Hati + Ayam Karamel Pembawa Cinta

By With 5 komentar:
Ternyata, antusias temen-temen yang pengin banget nulis sinopsis FTV tuh lumayan banyak juga. Selain itu, ada beberapa orang juga yang kesulitan ngedownload file sinopsis FTV yang sudah gue share di menu DOWNLOAD SINOPSIS FTV di pojok kanan atas. Makanya, atas dasar itulah gue pengin mempermudah temen-temen yang susah mendownload sinopsisnya di sana. Di postingan ini gue share dua sinopsis aja yak, sudah bisa di jadiin referensi kok. Semoga bermanfaat.

SINOPSIS FTV SCTV FRAME RITZ
PENGANTAR GALON PUJAAN HATI 

Setelah di PHK dari tempatnya bekerja, Karina banting stir jadi pengantar air mineral galon di warungnya Engkong Salman. Apesnya, baru pertama kali kerja, motor Karina menabrak sebuah mobil. Enggak apa-apa sih, tapi galonnya jadi bocor tuh karena terlindas truk. Waduh, emosi Karina jadi memuncak dan menuntut si pemilik mobil mengganti biaya galon tersebut. Sayangnya, si pemilik mobil yang bernama Doni itu menuduh Karina lah yang salah karena belok enggak pakai lampu sen. Enggak mau ribut-ribut lama di jalan, Doni langsung pergi meninggalkan Karina. Ya sudah deh, Karina terpaksa nombok ke Engkong Salman. Untungnya Engkong Salman baik dan mengerti keadaannya, jadinya Karina hanya bayar setengahnya saja deh.

Celakanya, suatu hari Karina ketemu lagi nih sama Doni di sebuah rumah tempat dia harus nganterin galon. Doni yang lagi ngobrol sama pacarnya, Risma, jadi adu mulut lagi deh tuh sama Karina. Untungnya, kakak Doni yang bernama Angga datang memisahkan mereka berdua. Angga beda banget dengan Doni, Dia rapih dan orang kantoran. Enggak kayak Doni yang selengekan, maklum sih Doni tuh pelukis, beda dengan Angga yang manager di sebuah perusahaan. Gara-gara sering mengantar galon ke rumah kakak-beradik Angga dan Doni itulah, Karina jadi dekat dengan Angga. Hal itu membuat Doni kesal, Dia enggak mau Kakaknya dekat dengan cewek aneh, tukang marah-marah, dsb.

Putar otak deh tuh Doni untuk menjauhkan Karina dari Angga. Berabe kalau sampai mereka pacaran bisa-bisa Doni diocehin terus sama Karina. Segala macam cara di lakukan Doni. Mulai dari pecahin ban motor Karina biar enggak bisa nganter galon ke rumahnya, jatuhin Karina pas lagi ngangkat galon, sampai ngerusakin tutup galon biar Angga ngira kalau galon yang di kirim Karina itu enggak bagus. Eh, tetap saja Angga dekat dengan Karina. Malahan, begitu Angga tahu kalau Karina pernah bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik, Angga langsung menawarkan sebuah pekerjaan ke Karina. Kerja kantoran. Waduh, makin berang tuh Doni. Masa dari tukang angkat galon kerja di kantoran, bisa kalah derajat dari Karina tuh Doni.

Obsesi Doni ke Karina membuat Risma bete. Gimana enggak bete, setiap mereka jalan, Doni selalu cerita tentang Karina. Rupanya, Risma bukan cemburu sama Doni, melainkan sama Angga! Lho, kok bisa? Iya, di belakang Doni, Risma dan Angga itu pacaran. Hanya saja, mereka enggak tahu kapan waktu yang tepat menyampaikan itu ke Doni. Risma bete, karena kedekatan Karina dengan Angga. Hmm, jadinya bukan hanya Doni nih yang pengin Karina menjauh dari Angga, tapi juga Risma. Risma pun melakukan aksi nekat. Dia memasukkan racun ke minuman Karina, tapi seolah-olah Doni yang melakukannya. Soalnya, saat itu memang Doni yang dimintai Angga untuk membuatkan Karina minuman. Untung saja, setelah Karina meminum itu Angga langsung membawanya ke rumah sakit sehingga nyawa Karina tertolong. Angga pun jadi sewot bukan main ke Doni. Memang sih Doni pengin mencelakai Karina biar Dia menjauh dari Angga, tapi walaupun begitu Doni enggak punya niat sedikit pun untuk membunuh Karina. Angga enggak mau tahu, pokoknya mulai detik ini, Doni harus baik sama Karina!

Merasa bersalah, sikap Doni ke Karina jadi berubah 180 derajat. Sikap Doni itu jugalah yang membuat Karina jadi suka sama Doni. Tapi, ah, Doni sudah punya pacar. Jadi teman Doni saja sudah membuat Karina senang. Sampai pada suatu hari, perselingkuhan Risma dan Angga kepergok Karina di ruangan kerjanya Angga. Sejak saat itu jugalah Karina resign dari perusahaan Angga. Dia enggak mau kerja sama orang yang enggak punya perasaan, orang yang sudah merebut kekasih Adiknya sendiri. Bagi Karina, lebih baik kerja lagi sama Engkong Salman deh. Nah, kejadian resign Karina itu pun sampai ke telinga Doni. Doni lalu meminta penjelasan ke Angga kenapa Karina resign. Angga yang enggak melihat Karina memergokinya sama Risma itu juga enggak tahu kenapa. Langsung deh tuh Doni nyamperin Karina di warung Engkong Salman. Awalnya sih Karina enggak mau cerita, tapi berhubung Doni maksa ya sudah deh tuh diungkapin semua apa yang dia lihat. Doni pun patah hati, Dia langsung meluk Karina sambil nangis-nangis gitu. Maklum, Doni tuh sayang banget sama Risma. Sebagai teman yang baik, Karina akhirnya membantu Doni untuk bisa sukses jadi seorang pelukis. Yah, siapa tahu saja karena itu Risma jadi ninggalin Angga. Setiap hari, Karina menemani Doni melukis. Karina juga menyebarkan brosur usaha lukis wajahnya Doni sembari mengantar galon.

Risma pun jadi dilema karena Doni sekarang sudah jadi seorang pelukis yang sukses. Sementara, usaha Angga merugi malah hampir bangkrut. Layaknya parasit, Risma jadi makin nempel sama Doni. Doni yang sudah tahu keburukan Risma sih hanya pura-pura saja suka dengan tingkah Risma. Tapi, hal itu justru membuat Karina cemburu dan pergi menjauh dari Doni. Doni sih tahu akan perasaan Karina karena Dia juga sudah menyimpan rasa ke Karina. Akan tetapi, ada satu hal dulu yang harus dilakukan Doni. Iya, Doni mau menyadarkan kakaknya Angga terlebih dahulu kalau Risma itu enggak baik dijadiin pacar. Akhirnya, Doni dan Angga sepakat untuk mengerjai Risma. Mereka berdua mengajak Risma kencan di tempat dan waktu yang sama. Waduh, Risma bingung dong. Risma pun kemudian hanya mengiyakan ajakan Doni, sementara ajakan Angga ditolaknya dengan sebuah alasan. Di hari H pertemuan, Risma kaget banget ada Doni dan Angga di satu meja. Ya sudah deh, Risma akhirnya enggak mendapatkan siapa-siapa. Angga kemudian menjelaskan ke Doni, kalau dia suka ke Karina karena dia pekerja keras. Karina meningatkannya ke saudara (adik) perempuan mereka yang sudah meninggal karena kecelakaan. Iya, Angga hanya menganggap Karina seperti adik sendiri dan kalau Doni benar-benar cinta sama Karina, maka itu akan membuatnya sangat senang karena itu seperti keluarga yang terkumpul kembali.

Akhirnya, Doni secara sengaja menghadang Karina yang lagi mengantar galon. Di tengah jalan, di hadapan orang-orang, dengan romantisnya Doni menyatakan cinta ke karina dengan sebuah cincin. Walaupun pertemuan mereka singkat, Doni yakin kalau Karina-lah cewek yang tepat mendampingi hidupnya.


SINOPSIS FTV SCTV FRAME RITZ
AYAM KARAMEL PEMBAWA CINTA
By: Feby Andriawan


Sudah 4 bulan pacaran, tapi baru kali ini Rio yang tajir nan manja itu diperkenalkan dengan orangtuanya Erika. Bukannya senang, Rio malah pucat gitu pas di tanya ‘Bisa masak apa gak?’. Maklum, Bokapnya Erika adalah salah satu chef senior yang terkenal di Jakarta. Waduh, Rio gengsi dong kalau jawab ‘Enggak bisa’. Bokap Erika pun akhirnya jadi senang setelah mendengar jawaban ‘Iya’ dari Rio. Nah, langsung deh Rio di bawa ke dapur untuk unjuk gigi. Bokapnya Erika nyuruh Rio masakayam karamel, makanan kesukaannya. Aduh, boro-boro ayam karamel, masak telor aja kagak bisa! Rio langsung ngeles dengan bilang enggak tahu resepnya. Namun, semua sia-sia, bokapnya Erika langsung ngasih resep ke Rio dan mau enggak mau Rio harus bikin deh tuh ayam karamel. Matang sih matang, tapi rasanya enggak enak abis. Bahkan, ada beberapa bagian ayamnya yang gosong. Udah deh tuh, Bokapnya Erika jadi kecewa karena anaknya pacaran sama cowok yang enggak bisa masak. Erika enggak mau tahu, Rio kudu belajar masak ayam karamel!

Demi cinta, Rio pun kesana-kemari mencari chef yang bisa ngajarin dia masak ayam karamel. Memang sih Nyokap Rio bisa juga bikinnya, tapi rasanya nggak enak, pasti Bokap Erika nggak suka deh... Pilihan Rio akhirnya jatuh pada seorang chef cewek bernama Laras. Ayam karamel buatan Laras, sukses membuat Rio kepincut, enak banget! Awalnya sih Laras enggak mau, soalnya pasti capek dong ngajarin orang masak, orang yang enggak di kenal lagi. Tapi, berhubung Rio adalah pacar Erika yang bokapnya Erika tuh chef terkenal, Laras langsung tertarik. Ada sebuah misi juga sih, Laras pengin bokapnya Erika itu menyanjung ayam karamel buatannya dan dengan begitu kedai tempatnya bekerja jadi di kenal banyak orang. Rio juga janji ke Laras kalau dia akan memberitahukan siapa yang bisa mengajarinya masak ayam karamel kalau nanti sudah berhasil.
            
Laras dan Rio akhirnya sering bertemu. Perlahan benih-benih cinta pun tumbuh di hati Laras. Namun, Laras sadar kalau dia sudah punya pacar, namanya Ardi. Laras merasa rasa sukanya ke Rio itu hanya pelampiasan. Maklumlah, Ardi tuh juga chief di salah satu restoran hotel dan jarang punya waktu untuk sekedar bertemu dengan Laras. Sebaliknya, hubungan Erika dan Rio semakin lengket aja nih setelah Rio bisa masak ayam karamel. Bokapnya Erika juga jadi senang dengan Rio karena menilai ayam karamel buatannya justru lebih enak. Celakanya, Rio lupa akan janjinya ke Laras. Rio mau bokapnya Erika benar-benar mengira kalau itu kerja keras usahanya sendiri.

Mengetahui itu, Laras jadi ngedumel ke Rio. Eh, tapi Rio cuek, dia ngasih duit ke Laras dan merasa urusannya dengan Laras sudah selesai. Bete banget, Laras memutuskan untuk nggak mau ketemu lagi dengan Rio. Nasib sial Laras rupanya berlanjut setelah dia melihat Ardi jalan dengan cewek lain. Galau sih, rasanya pengin putus dengan Ardi. Tapi, kalau dia nggak sama Ardi, kedainya entar siapa yang masarin. Soalnya, selama ini Ardi banyak membantu promosiin kedai tempat Laras kerja dari mulut ke mulut. Ya udah deh, Laras memilih bungkam dan nggak perduli siapa cewek yang jalan sama mesra Ardi itu. Laras tetap bersikap seperti biasanya.

Pada satu hari, Laras dikagetkan dengan kedatangan Rio. Tiba-tiba Rio meminta Laras untuk jadi pacarnya! Rio menjelaskan ke Laras kalau dia baru diputusin Erika dan sekarang mereka hanya berteman. Erika lebih memilih cowok lain yang lebih sesuai dengan keinginan Bokapnya. Laras yang mendengar itu lantas menolak. Baginya, itu terlalu cepat dan bisa saja merupakan pelampiasan Rio. Tapi, Rio nggak menyerah. Dia terus meyakinkan Laras, enggak peduli ada hujan badai sekalipun, pokoknya Laras harus jadi pacarnya! Melihat itu, Laras jadi kasihan juga. Lagian, Rio bisa dimanfaatkan Laras untuk membuat Ardi cemburu. Yah, hitung-hitung balas dendam deh. Misi Laras berhasil, dia menggandeng Rio tepat di depan Ardi. Ardi dan Laras langsung ribut, sementara Rio kebingungan melihat perang mulut keduanya. Laras menjelaskan ke Ardi kalau dia sudah melihat Ardi jalan sama cewek lain. Ardi pun nggak bisa berkata-kata lagi dan Laras akhirnya putus dari Ardi. Sudah deh, Laras langsung menggandeng Rio untuk pergi menjauh dari Ardi.

Laras kemudian minta maaf ke Rio. Rio yang belum tahu kalau Laras sudah punya pacar, jadi kecewa dan meninggalkan Laras. Jadi kebalik deh, sekarang Laras yang mati-matian mendapatkan maaf dari Rio. Rio pun akhirnya memaafkan Laras dengan satu syarat, yaitu Laras harus mau ikut ke acara ultahnya Erika. Ya Rio malu dong kalau ke acara ultah mantan sendirian. Demi mendapatkan Rio, Laras menyetujuinya. Kali ini Laras bener-bener cinta sama Rio, begitu juga Rio walaupun mereka masih saling gengsi menyatakannya secara verbal.Celakanya, ternyata pacar baru Erika itu Ardi! Suasana ultah Erika pun memanas. Laras yang nggak tahan akan situasi itu lalu pergi duluan, di susul Rio.

Di lain hari, Laras mencoba membuat kejutan ke Rio. Dia memasak ayam karamel spesial untuk Rio dan keluarganya. Tapi, begitu sampai di rumah Rio, Laras mendapati sesuatu yang bikin sakit hati. Rio dan Erika berpelukan! Laras langsung lari dan menjatuhkan ayam karamelnya. Rio yang melihat itu langsung bergegas mengejar Laras. Namun, usahanya sia-sia. Kali ini Laras sangat-sangat kesal dengan Rio yang nggak beda jauh sama Ardi. Padahal, Erika menemui Rio hanya sekedar curhat karena Ardi ternyata playboy dan mendekati Erika hanya untuk mengincar jabatan executive chef di restoran Bokapnya Erika.

Besoknya, Rio bersama Erika dan Bokapnya datang ke kedai tempat Laras bekerja. Erika lalu menjelaskan semuanya ke Laras tentang kejadian kemarin bersama Rio. Erika menyesal telah mutusin Rio, pengin sih dia balikan sama Rio lagi. Tapi, ternyata Rio lebih memilih Laras. Laras dan Rio pun kembali bersatu. Bukan hanya itu, Bokap Laras yang mengetahui kalau ayam karamel buatan Rio adalah ajaran Laras, langsung menyerahkan jabatan executive chef ke Laras.


Read More

Selasa, 13 Januari 2015

Syarat Menjadi Penulis Yang Baik

By With 6 komentar:
Gue banyak melihat fenomena di mana saat ini banyak banget remaja-remaja yang pengin jadi penulis, termasuk gue, walaupun sudah nggak remaja lagi. Iya, gue cukup bingung sih, kenapa sih pengen jadi penulis? penulis kan miskin-miskin kalau kata salah satu skenario filmnya Raditya Dika. Nah, kalau kita tanyakan alasannya kepada orang-orang itu, akan ada banyak jawaban yang pastinya akan bervariasi. Makanya nih, gue tertarik nulis postingan tentang apa aja sih syaratnya biar kita bisa jadi penulis yang baik. Poin-poin yang gue tulis di bawah ini berdasarkan pengalaman orang lain dan pengalaman sendiri.

1. Tentang Referensi dan Bahan Tulisan.
Referensi yang gue maksud di sini bukan cuman bacaan dari buku lain. Iya, referensi dari buku lain memang akan mempengaruhi cara berpikir dan gaya penulisan kita. Tapi, itu aja belum cukup, kita harus banyak-banyak menggodok sesuatu dari media lain, kayak televisi, lingkungan sekitar, makanan atau bahkan dari benda-benda lain, seperti minyak angin. Kenapa? karena kita harus peka dari segala sesuatu yang kita lihat, kecap sampai yang kita endus. Contoh, dari makanan, berkat indera pengecap kita jadi tahu rasa makanan pizza misalnya. Nah, rasa dari pizza itu kan bisa kita jadiin bahan tulisan gimana rasanya pizza agar orang yang membaca, yang mungkin belum pernah makan pizza, jadi dapat gambaran gimana tuh rasa pizza. Atau dari minyak angin, setiap minyak angin tuh wanginya beda lho, coba lo cium antara minyak angin caplang sama fresh care, beda kan? Itu sudah jadi bahan tulisan. Intinya, semua indera kita siap melakukan tugasnya untuk kita biar dapet inspirasi dalam menulis. Penulis yang baik, akan sangat peka dan bisa mengambil hal-hal paling kecil sekalipun dari apa yang dia terima dan rasakan untuk di jadikan tulisan.

2. Ketahui Kapan Saat Menulis Yang Tepat
Sangat penting. Ini berhubungan sama mood. Gue pernah nulis kalau mood nulis itu, diri kita sendiri yang tahu. Apakah itu nulis di malem hari, pagi hari, sore hari atau subuh. Apa kita baru bisa efektif nulis pas dengerin lagu metal, lagu rock, lagu pop, dangdut, atau biasanya kebanyakan orang nulis di tengah-tengah kesunyian. Semua itu, kita sendiri yang harus tahu. Yup, penulis yang baik, tahu akan 'waktunya', cari waktu yang paling efisien. Kalau kita nggak tahu kapan best time kita dalam menulis, di jamin tulisan kita bakal lebih lama jadinya dan terkesan nggak maksimal. Memang betul, kalau ada ide sebaiknya langsung tulis, tapi bukan berarti sekali tulis itu harus langsung jadi sempurna. Bisa kita akalin dulu dengan buat tulisan kasarnya, barulah nanti di best time kita dalam menulis kita perhalus, kita sempurnakan lagi. Inget lho ya, ini cuman sebatas menjadi penulis yang baik, bukan jadi penulis yang profesional. Kalau profesional kayak skenario yang ada deadline nya, jelas kita harus lebih sering nulis.

3. Ketahui Genre Tulisan Yang Sesuai
Oke, ada yang bilang setiap penulis yang baik itu harus bisa nulis semua genre tulisan. Pemikiran itu nggak salah. Tapi, menurut gue, alangkah baiknya kalau kita mencoba untuk fokus terlebih dahulu pada satu genre. Takutnya, kalau kita mencoba semua jenis genre, tulisan kita jadi terkesan setengah matang. Kalau kita passionnya di horor, ya sudah nulis aja di horor terus sampai orang mengenal kita dengan spesialis penulis horor. Iya dong, kalau kita tahu 'dimana genre kita', kita bisa menciptakan identitas di dalam tulisan kita. Kita harus tahu dimana zona nyaman kita, sebelum keluar dari zona nyaman itu. Maksud zona nyaman di sini adalah zona yang sudah benar-benar kita kuasai setidaknya 90%, misal komedi romance sudah kita kuasai 99%, nah kalau mau nyoba genre lain boleh deh silahkan. Jangan sampai, baru nguasain 30% di zona tertentu, kita langsung mau cobain genre lain lagi. Kalaupun kita nggak mau keluar dari zona nyaman kita, menurut gue sih nggak masalah, jangan takut di bilang penulis yang gak kreatif, toh kita sudah sangat baik di satu zona di saat orang-orang masih meraba-raba di mana zona mereka.

4. Percaya Diri Dengan Apa Yang Di Tulis
Pasti dan selalu aja ada orang yang nggak pede nunjukin tulisannya ke orang lain atau ke penerbit. Mereka masih malu bahkan mungkin takut kalau orang yang membaca menganggap apa yang di tulis itu jelek. Buang pemikiran seperti itu! Siapa yang menyangka kalau novel 'hahahihi' Kambing Jantan jadi cikal bakal best seller? atau siapa yang menyangka novel serius yang penuh dengan kata-kata dan kalimat yang ajaib macem Laskar Pelangi mendapatkan berbagai penghargaan? Penulisnya saat menulis buku-buku itu mungkin aja nggak pernah kepikiran tuh. Apa pun genrenya, pasti bisa best seller dan di hargai, jadi jangan takut unjuk gigi. Intinya, penulis yang baik itu adalah penulis yang menghargai tulisannya sendiri dan berani nunjukin tulisannya ke orang lain. Kalau kata orang lain jelek, jadikan itu pemacu untuk menjadi lebih baik lagi. Justru, kalau kita pendem terus, kita nggak bakal tahu barometer tulisan yang baik itu seperti apa. Jadi, pede itu indah bro!

Cukup sekian deh syarat untuk jadi penulis yang baik menurut gue sendiri. Gimana, kalau menurut kalian, apa sih syarat lainnya untuk jadi penulis yang baik itu?
Read More

Selasa, 30 Desember 2014

Resolusi 2015

By With 27 komentar:
Beberapa puluh jam lagi, kita semua akan memasuki tahun baru, tahun 2015. Menurut gue, tahun baru tuh memang harus dirayakan, tapi dengan cara yang bijak. Nyalain kembang api ke udara memang keren sih, tapi entah kenapa kata gue sih itu langkah kurang bijak aja untuk bumi kita ini. Oke, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada harapan di tahun 2015. Tapi, sebelum itu, gue mau kilas balik dulu masa-masa di tahun 2014 ini. Di tahun ini, banyak hal-hal yang buat gue girang, alhamdulillah. Yah, walaupun nggak banyak, ada 9 ide cerita ftv gue yang berhasil tayang di SCTV tahun ini. Kesembilan judul FTV itu adalah: Dari Ikan Cupang Turun Ke Hati, Bubur Ayam Spesial Cinta, Pengantar Galon Pujaan Hati, Ada Cinta Di Saku Celana, Asmara Hansip Ningrat, Balada Cinta Si Ahli Bekam, Ayam Karamel Pembawa Cinta, Cintaku Disedot Tukang Sedot WC dan Ketimpuk Cinta Tukang Koran, sinopsisnya bisa di lihat di halaman download sinopsis FTV.

Selain FTV, di tahun ini gue dapet kabar baik dari penerbit Sheila yang merupakan imprint dari penerbit ANDI, yang nerima naskah novel gue sama Ryan Hasanin, judulnya 'Pacar!'. Yah, bisa di bilang tahun 2014 ini tahun keberuntungan gue. Tapi, gue selalu percaya kalau keberuntungan itu datang ke orang yang selalu bekerja keras untuk sukses. Nah, resolusi gue di tahun 2015 nanti nggak muluk-muluk, yaitu novel gue terbit dan gue juga rencananya sama Ryan mau nyelesaiin sekuel 'Pacar!!' di tahun 2015 juga. Semoga segalanya berjalan dengan lancar. Amin. Selain itu, gue juga tetap akan berkecimpung di penulisan ide cerita FTV, tapi kayaknya nggak seagresif di tahun ini nulisnya soalnya gue juga sambil nulis sekuel novel.

Apa pun itu, gue berharap kita semua mendapatkan yang terbaik di tahun 2015. Semoga tahun 2015 nanti, kita bisa hidup dengan lebih damai. Amin. Akhir kata, Selamat Tahun Baru 2015 ya!
Read More

Kamis, 18 Desember 2014

Perkembangan Novel 'Pacar!'

By With 15 komentar:
Akhirnya bisa nulis lagi di blog. Yah, maafin ye sudah lama nggak berkecimpung di dunia tulis maya ini, soalnya gue lagi lumayan sibuk di dunia nyata. Salah satu kesibukan itu tentu aja novel gue bareng Ryan Hasanin yang kita kasih judul 'Pacar!', yang belum tahu bisa di baca di postingan DISINI. Setelah draft kita di terima, gue sama Riyan sibuk ngebaca ulang dan merubah apa aja yang masih agak janggal. Sekarang, novel kita yang bergenre Komedi Romance dengan latar belakang anak SMA itu sudah selesai di poles sama salah satu editornya Penerbit Sheila fiction, imprint dari penerbit Andi. Kata editornya, habis di edit naskahnya masuk ke tahap selanjutnya, yaitu seting atau layout atau tata letak. Setelah itu mungkin bakal di baca-baca lagi sebelum ke tahap produksi. Semoga lancar.

Emm, ide awal novel itu sendiri sangat-sangat simpel. Iya, ide gue buat "kulit" novel itu sederhana bingit, cuman tentang 4 orang cowok yang pengin punya pacar, mengingat mereka sudah kelas 3 SMA atau kelas 12. Gimana caranya mereka bisa punya pacar? Apa ke-4 nya berhasil semua punya pacar? Atau.... Rahasia dong, itulah kenapa kalian harus beli bukunya, hahaha... Secara keseluruhan, nggak cuman berbicara tentang cinta, tapi juga persahabatan. Gaya bahasanya juga nggak berat, cocok buat di baca saat perjalanan luar kota, alach. Untuk judulnya, seperti yang sudah di bahas di atas adalah 'Pacar!', tapi untuk subjudulnya di ganti sama pihak penerbit jadi 'C.L.B.K (Cinta, Luka, Bersemi, Kembali)' sama kayak salah satu judul BAB dalam buku nanti. Ya udah, untuk sekarang cuman itu aja yang bisa gue kasih tahu di postingan ini. Terbitnya kapan kita belum tahu, katanya sih diusahakan di tahun 2015, biasanya sih penerbit Sheila tuh sebelum di produksi massal ke toko buku, kita bisa beli cara indie-indie gitu, pesan ke penerbit, baru di kirim. Jadi, kalian yang beli dengan cara pesan sebelum ada bukunya di toko buku tuh bisa punya duluan bukunya, bangga dong! ahay... Biasanya sih gitu, gue juga belum tahu pasti. Okeh, makasih buat kalian yang sudah jadi first reader draft Pacar itu, jujur saran kalian sangat membangun sekali. Tunggu kabar berikutnya novel 'PACAR!' yaaa... Gue sama Riyan entar rencana bakal ngadain Give Away nya juga lho, 2 buku 'PACAR!' dengan tanda tangan kita, tunggu tanggal mainnya!
Read More
Home About Me Karya Download Sinopsis FTV
Copyright © 2014 | Distributed By Free Blogger Templates | Design By Templateclue