Struktur Konflik Fiksi Cinta-Cintaan

Di dalam sebuah karya fiksi, seorang penulis itu wajib menciptakan sebuah konflik yang bikin para pembacanya gregetan. Nah, genre romance atau gue lebih suka menyebutnya dengan genre cinta-cintaan pun juga harus begitu. Kita, sebagai penulis genre cinta-cintaan, harus merumuskan dulu apa konflik utamanya, apa sub konfliknya yang kira-kira bisa membuat pembaca terhenyuk sambil garuk-garuk tembok. Memang sih, ada dan banyak penulis juga yang langsung nulis secara brutal karena semuanya sudah ada di kepalanya. Tapi, bagi para pemula, kayak gue juga, terkadang langkah menyusun struktur / rumus konflik utama tuh penting. Berikut ini struktur konflik sederhana yang hanya melibatkan 3-4 karakter, untuk fiksi cinta-cintaan:

KONFLIK 1


Biasanya, konflik seperti gambar di atas sering gue temukan di sebuah cerpen. Untuk buku novel apalagi film televisi, konflik seperti ini dianggap sudah ketinggalan jaman walaupun terkadang masih bisa di terima juga berkat penyampaian dan sub konflik yang di buat si penulis. Nah, di kasus pada gambar di atas, sudah bisa di baca ya, Cowok A suka sama Cewek A, tapi si Cewek A itu sukanya sama Cowok B. Untuk menambah sentuhan dramanya, Cowok A dan B itu di buat punya hubungan pertemanan atau saudara.


KONFLIK 2


Konflik 2 ini sudah melibatkan 4 orang. Hampir sama dengan konflik yang pertama, bedanya si Cowok B malah suka sama Cewek B. Biar makin menambah bumbu drama, di konflik kedua ini si Cewek adalah saudara kandung, atau bisa di tambah kedua Cowok adalah sahabatan. Biasanya, konflik seperti ini sudah bisa untuk diajukan ke film televisi atau FTV. Tapi, tergantung dengan sub konflik yang ada juga.


KONFLIK 3


Di konflik ketiga ini makin ribet dan JLEB. Terusan dari konflik kedua, si Cewek B yang di taksir sama Cowok B malah sukanya sama Cowok A. Nah, lho... Konflik seperti ini cukup sering gue lihat di FTV. Bagi teman-teman yang pengin coba buat ide cerita untuk ftv, struktur seperti ini harus di coba. Tapi, sekali lagi, ciptakanlah juga sub konflik yang menarik.


KONFLIK 4


Kalau di Konflik 1-3 si karakter sama sekali nggak ada yang punya status pacaran di awalnya, di konflik ke-4 ini ada. Bisa di lihat di gambar, Cowok A dan Cewek B serta Cewek A dan Cowok B itu pada awal ceritanya berstatus pacaran. Tapi, pada ending, si Cowok A dan Cewek A-lah yang pacaran karena Cewek B dan Cowok B ini selingkuh. Nah, bagaimana ceritanya Cewek B dan Cowok B selingkuh serta bagaimana Cowok A dan Cewek A bisa bertemu, itu yang harus di pikirkan penulis. Konflik 4 ini gue pakai di sinopsis FTV gue yang baru di ACC, judulnya Ayam Karamel Pembawa Cinta.

Masih banyak sebenarnya konflik yang bisa kita kembangkan. Di atas, gue baru memainkan 3-4 karakter, bagaimana kalau lebih? Untuk cerita film televisi sendiri sih gue menyarankan untuk memakai konflik 2-4. Selanjutnya, kita buat deh sub konfliknya. Iya, terkadang, konsep yang sederhana itu akan menghasilkan sesuatu yang besar, jadi jangan takut untuk mencoba ya. Keep Writing!

10 Comments

Streaming FTV Bubur Ayam Spesial Cinta

Ide Cerita: Feby Andriawan
Penulis Skenario: Puguh P.S Admaja



Note: Sound musik masih suka hilang. Terimakasih untuk akun Film Televisi yang sudah upload videonya di Youtube.

3 Comments

Tips-Tips Nulis Sinopsis Untuk FTV Yang Baru @SCTV

Lagi-lagi tentang ftv, kenapa ini blog berubah jadi blog ftv sih?? Arrrgghh... Iya, gue tahu mungkin pembaca blog gue ini sudah eneg kali ye lihat postingan gue yang berhubungan sama FTV terus, huehue. Tapi, kali ini gue akan nulis tips-tips yang baru biar sinopsis FTV yang lo masukin untuk SCTV, punya kemungkinan di terima yang lumayan besar. Gue tergelitik nulis ini karena lumayan banyak juga yang nanya ke gue sampai ada yang minta ke gue untuk nerima paksa naskahnya untuk di acc. Gila, gue aja mati-matian biar diterima! Yah, walaupun jadi penulis sinopsis ide ceritanya enggak seprestisius penulis skenarionya, setidaknya ini bisa jadi batu loncatan kita, portofolio kita. Soalnya, selain dapet duit jajan, nama kita juga mejeng di FTV-nya. Siapa tahu itu berguna buat kita kedepannya kan? Langsung aja ya, nih tips-tips baru dari gue.

1. Konflik, Konflik dan Konflik
Sekarang, enggak perduli seberapa bagus judul sinopsis lo, sctv akan lebih melihat konflik yang ada di dalamnya. Cross konflik antara 1 tokoh dengan tokoh lainnya tuh sangat penting. Selain konflik percintaannya, usahakan juga ada konflik di latar belakang si tokoh. Misal si tokoh tukang kebon. Nah, kalau bisa sih mainkan konfliknya di profesinya juga, jangan kisah percintaannya aja yang di buat konflik.

2. Permainan Tokoh Yang Banyak
Ada satu lagi perubahan FTV Sctv yang gue amati. Akhir-akhir ini, ftv sctv juga kadang menampilkan konflik yang melibatkan 4 orang lebih. Tapi, jangan khawatir, cross konflik 4 orang masih diterima kok. Cuman yaa... mungkin kalau lebih dari 4 orang kemungkinan diterimanya bakal lebih besar lagi.

3. Penyampaian Antar Paragraf
Penting. Setiap kita nulis sinopsis ide ceritanya, kita harus bisa membayangkan juga bagaimana ide itu akan berjalan ketika di visualkan nantinya. Biasanya, di paragraf pertama itu memuat tentang latar belakang tokoh dan pertemuan tokoh yang kelak bersatu di ending cerita atau tokoh perantara lainnya. Pasti yang sering nonton FTV pada lihat kan, di awal kita sudah disuguhkan dengan pertemuan si cewek dan si cowok, kemudian mereka saling bertatapan dan saling benci. Nah, itulah memang trend yang sepertinya sengaja diciptakan. Di pargraf-paragraf selanjutnya, baru deh isi-isi konflik dan biasanya di 1-2 paragraf terakhir itu sudah menyerempet penyelesaian dan endingnya. Gue juga pernah di tolak karena alasan ini.

4. Sebisa Mungkin Hindari Tokoh Anak SMA
Di FTV Sctv dulu kita masih sering melihat tokoh yang latar belakangnya anak SMA. Sekarang sudah jarang. Enggak tahu kenapa, tapi kayaknya sih gara-gara di protes kali ya. Iya, kalau kebanyakan latar belakangnya anak SMA yang cinta-cintaan, takutnya anak-anak SMA kita bakal lebih mentingin pacaran ketimbang belajar. #eaa. Yup, jangan bermain-main dengan tema anak SMA deh, yang profesi unik aja.

5. Gaya Bahasa Jangan berat
Kalau yang satu ini kayaknya sudah jelas ya. Terserah kita mau pakai bahasa formal atau anak muda bingiiittt... Asalkan bisa di cerna sama tim reviewnya. Janganlah memaksakan kata-kata yang sastra banget ya, karena belum tentu bisa dipahami.

Dah, segitu dulu tipsnya. Oh iya satu lagi, sekarang sctv cuman nerima 2 halaman ya. Jadi, kita bisa lebih cepat menyelesaikannya. Satu paragraf bebas mau berapa baris asal jangan 2 halaman itu satu paragraf aja. Nah, bagi yang berminat ngirim ide cerita untuk FTV sctv gitu, bisa langsung cek aja blognya Puguh P.S Admaja ya. Kalian baca tiap postingannya entar ada alamat emailnya buat ngirim sinopsisnya.

7 Comments

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.