FTV Bubur Ayam Spesial Cinta!!

Kangen nulis di blog! Akhinya, setelah gue berhasil melepaskan diri dari kejaran Ken Arok yang hendak mempersunting gue, gue berhasil kembali lagi ke masa sekarang dan bisa ngeblog lagi. Oke, ehem... garing. Di postingan ini, gue mau share lagi FTV yang ceritanya buatan gue, judulnya seperti yang di atas; Bubur Ayam Spesial Cinta. Gue pertegas, ini FTV nggak ada hubungannya sama Tukang Bubur Naik Haji. Curcol sedikit, sebenarnya FTV ini awalnya gue tulis untuk puasa kemarin, temanya pun di hari puasa sebenarnya. Judulnya yang awal banget tuh Bubur Candil Spesial Cinta. Tapi, sepertinya SCTV punya pandangan lain dengan cerita gue dan di-ACC dengan sejumlah catatan di antaranya; sebaiknya untuk FTV Reguler aja dan sebaiknya bubur ayam aja. Ah, bodo yang penting di terima gue mah, ahay. Yang sepertinya sudah pasti hilang adalah plot puasanya, sedangkan untuk cerita garis besar konflik tetap sama. Ini dia link dari pemain FTV Bubur Ayam Spesial Cinta: INSTAGRAM Jojosilalahi dan PATH Jojosilalahi

Nah, kalau SS di bawah ini FTV-nya lagi di sensor dulu di Lembaga Sensor Film Indonesia (klik gambar untuk memperbesar):



Jujur penasaran juga gue gimana Pak Puguh P.S Admaja memperkeren cerita gue ke skenarionya. Info-info selanjutnya tentang FTV ini bakal gue update berkala di postingan ini ya, jadi pantengin terus postingan gue yang ini kalau nggak mau ketinggalan FTV-nya, hahaha,, Narsis banget dah gue.

16 Comments

Acara Tipi Membosankan, Salah Siapa?

Puasa-puasa gini emang enak ye kalau lihat iklan sirup, apalagi yang airnya tuh netes-netes di gelas. Tapi, bukan itu yang akan gue bahas di postingan kali ini. Melainkan, acara tipi! Iya, nggak di facebook, twitter sampai kaskus, gue selalu melihat keluhan beberapa orang yang ngomong kalau acara tipi tuh makin hari makin sampah, alias gak bermutu. Salah satunya acara FTV yang gue sendiri berkecimbung di dalamnya sebagai penulis ide cerita. Memang sih, gue juga mengakui FTV tuh gitu-gitu aja, terlalu cepat alurnya juga nonsense banget. Masa si tokoh langsung ketemu sama jodohnya? begitu lihat intro aja udah ketebak deh siapa yang bakal jadian sama siapa. Iya, gue akuin itu memang pasaran. Namun, itulah tren yang diciptakan. Setiap acara, punya tren atau cirinya masing-masing.

Enggak beda jauh dari orang-orang yang menjual produk. Semua stasiun televisi juga gitu. Mereka bakal menciptakan produk mereka sendiri. Nah, produk mana yang banyak peminatnya, itu yang dipertahankan. Jujur sih, tahun 90-an tuh adalah masa di mana acara tipi sangat bervariasi. Gue bersyukur sudah menjadi saksi betapa bervariasinya musik di tahun itu, betapa bagusnya tontonan sinetron di era itu seperti keluarga cemara atau si doel anak sekolahan, betapa diperhatikannya acara anak-anak. Bahkan, acara untuk dewasanya pun ada. Gue kangen sama era itu, tapi mau gimana lagi, sekarang tuh era industrinya gila-gilaan. Siapa yang nggak bisa menghadirkan rating bagus, dia tergusur. Siapa penentu rating? ya kita-kita, kalian-kalian yang menonton-lah. Jadi, secara nggak langsung, kita-kita sendiri yang sudah menentukan mutu acara tipi akan seperti apa.

Gue ambil contoh aja sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Ada beberapa orang yang bilang tuh sinetron plagiatlah, kacrutlah, sampahlah. Tapi, pas ada adegan siapa tuh ya, gue lupa namanya pokoknya ada adegan yang si 'anu' putus dengan si 'itu', tiba-tiba langsung jadi trending topik di twitter! Gila, itu cuman sinetron keleusss. Intinya, kalian-kalian, kita-kita, yang nggak suka sama sinetron itu tuh cuman kaum minoritas. Satu-satunya cara lo bisa membuat acara yang lo anggap sampah itu berhenti adalah lo gedor rumah orang-orang yang nonton tuh acara, terus lo bunuh semua biar nggak ada yang nonton lagi. Gak mungkin kan? Hahaha... Susah memang.

Gue yakin, setiap orang kreatif yang berkecimpung di industri broadcasting ini pasti punya idealisme. Tapi, lagi-lagi idealisme itu terbentur dengan rating. Mau gak mau, lagi-lagi ngikutin kemauan yang di atas. Enggak munafiklah, semua orang butuh duit dan menurut gue itu halal kok. Gue sebagai penulis (sampingan) ide cerita ftv pun pada akhirnya harus tunduk dengan apa yang di mau sama stasiun televisi. So, kalau kita mau merubah acara tipi, bukan kita aja yang harus stop nonton acara 'sampah' itu, tapi juga semua orang yang menikmati acara itu. Cuap-cuap perorangan tuh percuma kalau masih tergolong minoritas, enggak bakal bisa merubah semuanya.

13 Comments

Skenario Untuk Film Pendek (versi Belajar)

Skenario film pendek ini gue buat karena pengen belajar aja nulis skenario, huehuehue... Genrenya menurut gue drama inspiratif. Ceritanya tentang seorang penari streptease bernama Julia yang bertemu dengan Andre yang ternyata merupakan mantan gigolo yang mengidap penyakit AIDS. Pada akhirnya, justru pertemuan itulah yang membuat Julia tobat. Tenang, tenang, walaupun temanya rada aaaahh uuuhh, tapi ini ini bukan skenario film bokep. Langsung aja, ini skenarionya:

16 Comments

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.