Daftar Postingan

Jumat, 27 Juli 2012

Puasa Itu Menyenangkan

Apa sih yang enak dari bulan puasa? itu adalah pertanyaan yang terlintas dalam otak gue waktu kecil setiap bulan puasa tiba. Dulu, untuk melatih gue berpuasa, nyokap gue ngasih gue upah. Kalau gue berhasil puasa seharian penuh gue dikasih sepuluh ribu dan kalau gue sanggupnya setengah hari cuma goceng. Saat itulah gue mulai berlatih, tapi bukan untuk dapat pahalanya, gue berlatih puasa untuk mendapatkan upah puasa yang nantinya bisa gue beliin pistol-pistolan yang pelurunya bulat-bulat kecil dari plastik gitu. Pistol-pistolan itu dulu sangat nge trend di bulan Ramadhan. Bisa dibilang, gak ada tuh pistol lo tuh gak gaul, lo bukan anak-anak sejati kalau gak punya tuh pistol.

Bagi gue, tantangan puasa itu punya tingkatan tersendiri di setiap jenjang umurnya. Waktu kecil, gue paling gak tahan yang namanya makan. Setiap ada iklan sirup Marni (merk sebenarnya dirahasiakan) gue pasti langsung ngiler. Gue selalu ngelus-ngelus tenggorokan gue sambil menelan ludah ketika iklan itu muncul di depan mata gue. Entah kenapa, iklan minum-minuman tuh lebih menantang daripada iklan makanan. Liat iklan minuman yang ada es nya terus ada airnya netes-netes di dinding gelas tuh benar-benar membuat perut makin keroncongan. Bukan hanya iklan, di sekolah pun banyak yang jualan es walaupun puasa. Yang paling nyebelin, ada adik-adik kelas yang minum dengan liarnya di depan gue. Mending kalau dia minumnya sopan, ini dia minum udah kayak ciumin poster Miyabi di tembok, nafsu banget.

Tantangan waktu kecil itu menurut gue ya cuman makanan, semakin gue beranjak remaja, hawa nafsu dalam hal makan memakan itu semakin berkurang. Gue pun semakin bisa menahan lapar. Tapi apa yang terjadi ketika udah beranjak gede. Godaan selanjutnya datang dari wanita. Ini nih godaan yang paling besar buat para lelaki di luaran sana yang sedang puasa. Bisa dikatakan, puasa ketika kita dewasa itu adalah lebih ke puasa menahan mata, bukan perut. Untungnya gue bukan orang yang suka keluar-keluar gak jelas, untungnya gue orang yang betahan tinggal di rumah. Kalau enggak gitu, siap-siap aja dah tuh pemandangan paha dan dada menggeliati mata. Emang sih kalau pandangan pertama itu gak dosa, tapi justru dari pandangan pertama itu lah akan muncul pandangan kedua ketiga dan seterusnya. Waspadalah wahai putra Adam, waspadalah!!

Apa pun tantangannya, Bulan Ramadhan adalah Bulan yang paling indah menurut gue. Karena apa? karena di bulan itulah makanan enak bermunculan! Sekarang aja berat gue udah nambah 2 kilo gitu, gue juga heran kenapa puasa justru perut gue makin melar. Suasana saat berbuka juga membuat gue selalu merindukan Bulan Ramadhan ini. Habis puasa? apalagi dah tuh lebaran yang pastinya akan membuat badan ini semakin subur. Sebenarnya sih gak ada yang berat saat berpuasa, tinggal bagaimana kita menjaga hati dan pikiran kita. Buat cewek-cewek di luaran sana, tolong pahanya di tutup dulu ya mbak, 30 hari aja mbak. Sekian dan Terimakasih.

Catatan tambahan bagi yang berpuasa: Berhati-hatilah membuka web yang ada iklan memperbesar pe***nya dan jangan tergiur dengan situs-situs yang menyediakan film parno (kalau emang butuh ya toh di bukanya malem aja). Waspaladah, waspaladah!!

Selasa, 17 Juli 2012

Tips Cukur Rambut (Suka-Suka)

Gile akhirnya gue ngeblog lagi Emaakk! Yee, udah terlalu lama gue mangkir dari dunia perbloggan. Ini juga sebenernya gue hanya sekedar melepas kerinduan gue nulis di blog. Langsung aja dah, kali ini gue akan memberikan tips-tips nyalon yang baik dan benar. Tips-tips ini sudah teruji kemanjurannya setelah penelitian bertahun-tahun yang dilakukan oleh para tukang cukur rambut dan pelanggannya. Sebenernya gak penting juga yee mau nyalon aja ada tips nya, tapi ini semua demi kebaikan dunia percukuran rambut. Oke deh langsung aja kita simak tips-tips nya.

1. Pastikan tempat cukur yang pas.
Tidak semua tempat cukur rambut itu Oke. Kita harus bisa memastikan tempat cukur rambut tersebut aman dan nyaman. Gue pernah nyukur rambut di sebuah tempat yang banyak di datangi para banci ngamen dan sumpah itu enggak banget, ada perang batin disana, rasanya gue pengen ikutan ngamen bareng tuh bencis gue pengen nimpukin tuh bencis-bencis pake kaca. Kalau mau cukuran di DPR (Di bawah Pohon Rindang), pastikan tempatnya bebas dari razia. Kenapa? karena akan terjadi percakapan sebagai berikut bila memilih cukur rambut DPR yang salah:

TCR (Tukang Cukur Rambut): Mau potong model apa mas?
 
P (Pelanggan): Cepak Pak..

#5 Menit kemudian#

Priiiiiiiiiiiiiiitttttttt...

TCR: Wah mas, ada razia, saya pergi dulu!!

P: Ha?! waduh Pak, gimana nih rambut saya baru cepak sebelah gini woy!!

2. Pastikan Tukang Cukur Rambut Masih Waras.
Ini poin yang paling penting, karena memilih TCR yang waras itu bukan hanya mempertaruhkan nasib rambut aja, tapi juga nyawa kita mamen!! Jangan sampai TCR tersebut psikopat. Kenapa? karena bukan hanya rambut kita yang di cukur habis, tapi juga kepala kita bisa di gorok!!!

Reka adegan:
TCR: Mau potong model gimana?
P: Eee, di rapihin aja.
TCR: Owh, ada model baru lho, mau coba?
P: Model apaan tuh?
TCR: Model Mutilasi! Muaahahahaha!! *PegangGolok*

3. Cukur Rambutlah dengan Pria Yang Sedikit Kemayu.
Nah ini tips yang kalau lagi nyalon di salon yang rada-rada gede. Menurut gue, potong rambut dengan cowok yang agak-agak ngondek itu lebih enak daripada sama cowok yang macho atau bahkan cewek. Gak tau kenapa, mungkin emang karena para condek (cowok ngondek) itu lebih ngerti style. Tapi dalam pemilihannya juga harus teliti, karena kalau salah memilih, bisa jadi setelah mencukur rambut mereka akan meraba-raba sekujur tubuh anda.. hiiiii...

4. Kalau lagi kepepet, amnesia lah..
Ya, cukur rambut gratis? kenapa tidak? tapi dibutuhkan teknik tingkat tinggi untuk mempraktekkannya. Dibutuhkan beberapa skil seperti intonasi yang prima (biar gak kedengaran bohongnya), ekspresi yang pas dan tidak gemetaran. Bila semua skill tersebut ada pada diri kita, maka cukur rambut gratis bukanlah mimpi. Gimana caranya? berpura-pura lah amnesia pas mau bayar.

Reka adegan:
P: Berapa Mas?
TCR: Dua puluh ribu.
P: *PandanganMendadakKosong* Eeee, saya dimana ya? kamu siapa?
TCR: Hah? anda kenapa?
P: Saya dimana ya? kamu siapa?
TCR: Aaaarrrghhh, keluar darisini sekarang juga!!

Yup, udah segitu aja deh tips penting dari gue. Ambil sisi positifnya dan buang sisi negatifnya. Bagi gue, tukang cukur rambut adalah orang yang paling berjasa. Mereka adalah pahlawan bagi rambut gue. Seharusnya sih, hari tukang cukur rambut sedunia itu harus ada, karena tanpa mereka rambut kita akan tumbuh liar sampai bisa digunakan untuk nyapu jalanan. Maka dari itu, Hidup TCR!!

© 2014 Blog Feby Andriawan | Template kreasi Ranz!