Saturday, 14 January 2012

Edisi Curhat: Pindahan

Gue baru selesai baca bukunya Raditya Dika yang manusia setengah salmon beberapa hari yang lalu. Di bab terakhir ada judul manusia setengah salmon yang menceritakan tentang pindahan rumahnya. Setelah gue pikir-pikir, ternyata pindahan rumah itu juga gue banget. Sekarang, disaat gue nulis ini, gue lagi dalam tahap pindahan rumah dari ngontrak ke rumah yang beli. Kalau di pikir-pikir, gue sering banget pindahan rumah, antar kota antar provinsi.

Dari bayi sampai kelas 1 SMA gue tinggal di Palembang. Pertama pas gue masih bayi sampai ke balita gue tinggal di daerah yang orang sering sebut keramasan. Gue gak tau darimana orang sebut itu daerah keramasan, mungkin orang yang tinggal disana suka keramas sambil goyang gayung. Di masa-masa gue lagi imut-imutnya itu gue tinggal di rumah kontrakan dekat kantor bokap, lebih ngenesnya lagi dekat rel kereta api. Nyokap gue, kalau mengenang masa-masa tinggal di keramasan pasti bilang ke gue gini: ¨Dek, kamu tuh dulu waktu tinggal di keramasan, begitu kereta api lewat pasti langsung keluar terus teriak-teriak gini, tulilulilulilut.¨ Betapa idiotnya gue waktu kecil.

Gue juga punya masa gak mengenakkan waktu tinggal di keramasan, waktu itu kepala gue pernah di benturin pembantu gue ke tembok gara-gara gue nganggu tuh orang nonton tipi. Sejak saat itu pembantu gue dipecat. Beranjak TK keluarga gue pindah lagi. Bokap di pindah tugas dan mau gak mau harus cari rumah yang dekat dengan kantor baru. Resmilah kita pindah ke Perumahan Bukit Sejahtera, biasa orang sebut Poligon. Disinilah gue mengalami masa tumbuh sebagai seorang anak yang sebenarnya. Di rumah baru ini gue mengenal banyak temen badung kayak Raid, Ilham, Argho, Geri, Boninka, Riyan S, Toni, dll. Selain itu gue juga mendapatkan teman-teman sekolah yang gak kalah ngeheknya kayak Kaffah, Nico, RIyan H, Swara, Fajar, Fajri, dll. Beberapa kisah-kisah aneh gue bersama mereka semua ada beberapa yang sudah gue tulis di blog ini, kayak saat gue nangkep belalang sama Boninka, Luki hewan peliharaannya Ilham yang lepas, Kaffah yang jual ikan cupang di sekolah pakai botol minumnya, dll. Yang udah ngikutin blog gue dari awal pasti tau.

Gue mengalami masa-masa indah di Palembang sejak gue tinggal di Poligon. Acara arisan nyokap gue juga tumbuh dengan ganas disana. Pokoknya enak banget. Sayang pas gue kelas 2 SMA gue harus pindah ke Bandar Lampung karena bokap dipindahtugaskan kesana. Saat hari kepergian itu gue gak tau mau ngomong apa. Di Bandar Lampung, awalnya kita tinggal di perumahan Citra Persada, gue merasa gak banyak yang berubah soal cuaca, karena masih Sumatera. Yang berubah saat itu hanyalah teman bermain dan keadaan sekitar rumah. Beda dengan di Poligon, di Lampung ini sunyi banget, tetangga pada gak nyapa. Gue sempet berpikir, ini jangan-jangan manusia udah pada berubah jadi zombie. Tapi lama kelamaan, karena gue sekolah di SMA N 3 BALAM, gue jadi punya cukup banyak teman kayak Bram yang suka nganterin gue balik, Dimas yang ngomongnya sedikit gagap, Yosi yang selalu berambisi menjadi orang ganteng, Indra dengan gaya bahasanya yang khas, Renaldi yang ngefans banget sama blink 182, Angga Wahyu yang orangnya jujur abis, Dedi yang kemayu tapi pinter, Riko yang ganteng tapi malu-malu, Susilo yang alay, Jefri yang suaranya cempreng, dll. Mereka semua bikin hidup gue berwarna.

Bulan demi bulan berlalu, tapi ingatan gue akan Palembang gak bisa hilang. Gue kangen banget sama main bola setiap sore di Lapangan san sore waktu di Poligon, gue kangen sama teman-teman gue yang suka main ke rumah gue dan kalau gue gak keluar mereka gedor-gedor kaca jendela kamar gue, terus gue juga kangen sama tingkah Luki, monyet Ilham, yang selalu teriak-teriak sambil gedor-gedor rumahya, gue kangen semua itu. Tapi waktu terus berputar dan gue gak mungkin selamanya ada untuk mereka. 

Toh, di Lampung juga gue gak begitu kesepian. Teman-teman sekolah gue selalu membuat gue merasa gak bosen. Tapi sayangnya itu gak bertahan lama. Di saat gue udah mau mengenal mereka lebih dekat, udah mau mengenal kota Bandar Lampung lebih jauh, gue harus pergi ke Bandung buat kuliah ninggalin bokap sama nyokap gue. Bisa dibilang waktu gue untuk Bandar Lampung hanya dua tahun. Gue galau abis waktu itu. Baru aja ketemu teman-teman baru eh harus ketemu lagi orang-orang baru. Beberapa bulan setelah gue di Bandung gue dengar kabar kalau bokap nyokap pindah rumah dari Citra Persada ke daerah mana gitu, gue lupa, masih di Bandar Lampung. Dan lagi-lagi, setiap gue liburan, gue harus pulang ke rumah yang berbeda. Setiap liburan gitu aja terus sampai gue semester tiga. Di semester tiga, bokap gue pindah kerja lagi ke Palembang tapi kali ini bukan di keramasan juga bukan di Poligon, melainkan di Pusri. Dan lagi-lagi untuk kesekian kalinya setiap liburan semester gue pulang ke rumah yang berbeda. Liburan semester gue selalu sebentar, itu membuat gue kadang gak sempat ketemu teman-teman lama.

Di semester enam, akhirnya bokap sama nyokap ke Bandung. Awalnya mereka memutuskan ngontrak rumah dulu di Perumah Salendro Timur sebelum membeli rumah di Perumahan Pesona Bali. Sampai saat gue nulis postingan ini, gue beserta keluarga baru mau nempatin rumah di Pesona Bali sementara kakak gue sama istrinya ngontrak rumah yang lain. Kalau dihitung, keluarga gue udah pindahan rumah sekitar tujuh kali. Pindahan itu lebih dari sekedar melelahkan. Masih enak kalau pindahnya masih satu kota, masih bisa ketemu teman yang sama. Tapi kalau udah beda kota, itu gak enak banget. Gue sampai saat ini sudah merasakan hidup di tiga kota yang berbeda, berbagai macam karakter udah gue temukan. Tapi entah kenapa semua berasa membosankan. Seandainya gue bisa mengumpulkan semua teman-teman gue dari pas masih di Palembang sampat teman-teman gue sekarang di dalam satu kota.

Pindahan akan membuat kita terpaksa untuk beradaptasi lagi. Pindahan akan memaksa kita untuk sedikit merubah kebiasaan kita di tempat sebelumnya. Pindahan akan membuat kita terpaksa melupakan tempat yang lama. Pindah rumah jadi gak asing lagi buat gue. Yang sekarang belum gue lakukan adalah pindah hati, beda sedikit dengan buku Raditya Dika manusia setengah salmon. Dan gue berharap, gue gak harus pindah hati lagi. Semoga.

Thursday, 12 January 2012

About G.A.L.A.U

Perkenalkan nama saya Feby Boyke, M.GI. Pada heran ya dengan gelar MGI? Tentu saja, karena MGI itu adalah Master Galau Indonesia. Darimana saya mendapatkan gelar tersebut? maaf, itu rahasia. Karena saya gak punya blog, jadi saya numpang nulis di blog ini. Lucunya, blogger yang punya blog ini namanya mirip sama saya, ah sudahlah lupakan. Maaf bagi para pembaca yang tidak nyaman dengan tulisan saya ini. Saya gak tau kenapa galau ini sangat meracuni pemuda pemudi Indonesia. Untungnya sekarang ada saya, Feby Boyke, M.GI, yang akan menjelaskan secara detail tentang galau. Gak detail-detail banget sih, ntar para pelanggan saya gak datang ke tempat saya lagi dong kalau saya jelasin semua disini.

Oke, kita mulai dari pengertian galau. Menurut Ilmu yang sudah saya dalami selama dua puluh tahun belakangan ini, galau itu merupakan sebuah bentuk sikap atau perilaku seseorang yang muncul ketika ada sebuah kejadian yang tidak mengenakkan orang tersebut. Sekarang ini, galau sering diidentikan dengan anak muda yang patah hati. Padahal, penyebab galau itu banyak. Semua orang pasti pernah galau, mulai dari pelajar, tukang pecel, supir angkot, pedagang sayur keliling, semua pasti pernah galau. Banyak yang tidak tau tentang sejarah galau. Ada yang menyebut galau itu adalah kata-kata misterius yang diucapkan manusia purba. Konon, saat masih zaman batu, ada seorang pemuda yang selalu bernasib sial. Lahir dengan tampang pas-pasan, rumahnya hanya terbuat dari jerami sementara yang lain udah dari batu dan gak punya benda berharga buat di barter, pokoknya nih orang ngenes banget pada masa itu. Sampai pada suatu hari dia jatuh cinta kepada cewek purba yang bohay. Tapi ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan, cewek purba itu lebih memilih pemuda purba yang tajir. Karena kejadian itu, dia sering diteriakin temen-temennya gini: "Huh, galaugalaugalaugalau..."

Ada juga yang menyebut galau itu berasal dari nama cowok yang jomblo sampai dia meninggal di usia 97 tahun tanpa pasangan asal Belanda, Mark Van Galau. Sejak saat itulah istilah galau mulai tersebar. Para peneliti tata bahasa Indonesia akhirnya memutuskan untuk memasukkan kata galau ke Kamus pergaulan Indonesia. Istilah galau sebenarnya tidak menjadi tren di era kerajaan, tapi sekarang galau menjadi sangat populer. Saya sudah menggambarkan beberapa siklus galau menurut kategorinya. Silahkan dilihat dibawah ini:






Demikian ceramah singkat dari saya tentang galau. Terimakasih sudah membaca artikel saya ini. Apabila anda galau jangan sungkan-sungkan menghubungi saya di nomor 081220492838, kalau ternyata nomor itu bukan nomor saya, ya berarti salah sambung. Atau bisa juga via email di: febyboyke@mastergalau.co.id. Kalau ternyata email anda gak saya balas-balas, ya berarti salah alamat juga. Ingat, galau tak selamanya kelam, masih banyak yang bisa anda lakukan daripada harus menggalau setiap hari.


Salam imut dari saya,
Feby Boyke, M.GI.

Monday, 9 January 2012

The Angkot's

A = Aku selalu setia mengantarkan kemana pun kalian pergi, asal bayar!
N = Naiklah, kemana tujuanmu pasti aku antar, asal bayar!
G = Gak peduli penumpang bau ketek apa suka ngupil, asal punya duit!
K = Kok gak bayar sih, dasar lu kampret!
O = Ongkosnya semakin jauh semakin mahal dong pastinya.
T  = Tarifnya sudah sesuai kesepakatan. Maka dari itu, BAYAR!

Sumber dari Mang Google

Angkot, angkutan kota, gue yakin diantara pembaca blog gue ini pasti udah pernah naik angkot. Gue sendiri jujur dari SMP sampai sekarang suka mengandalkan kendaraan umum satu ini. Menurut gue, angkot itu lebih enak dari taksi, kalau taksi, argonya bikin gue jantungan. Tau gak, tanpa disadari dengan naik angkot tuh kita udah mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan turut berperan dalam mengurangi polusi. Gak percaya? satu angkot, kalau di hitung-hitung bisa menampung paling gak 10 orang. Coba bayangin, kalau 10 orang di dalam angkot itu masing-masing naik kendaraan pribadi. Jelas semakin banyak kan kendaraan di jalan dan asap jelas semakin tebal. Tumben gue bener, gak tau kenapa gue bisa gini.

Tapi aksi pemerkosaan di angkot akhir-akhir ini sering gue lihat. Gue gak habis pikir, apa gak ada tempat yang lebih berkelas gitu untuk pemerkosa ini melakukan tindakan kriminalnya, kenapa harus di angkot coba? ah sudahlah lupakan. Gue ada cara buat cewek terhindar dari kasus pemerkosaan ini. Gimana caranya? gampang, kalian, para cewek, pas lagi mau diperkosa tinggal ngomong aja ke pemerkosa itu: "Yakin Bang mau perkosa saya? saya tuh sebenarnya cowok lho. Mau bukti?" gue yakin pemerkosa itu langsung mual terus gak jadi merkosa. Tapi cara itu gak berlaku buat cowok yang ternyata suka sama cowok juga, alias gay.

Menurut gue, supir angkot itu unik. Selama puluhan tahun naik angkot gue selalu menemukan tipe supir angkot yang berbeda-beda. Ini dia tipe-tipe supir angkot yang pernah gue temuin:

1. Supir angkot budeg
Sumpah, naik angkot yang supirnya budeg itu gak banget. Lo harus mengeluarkan volume suara yang paling nyaring untuk bilang stop. Inilah uniknya di Indonesia, di saat negara lain sudah memakai bel atau semacamnya untuk berhenti, kita masih mengandalkan kemerduan suara. Awal gue ketemu supir angkot budeg adalah pas SMP dulu.

"Stop kiri ya!' gue berusaha nyetopin tuh angkot.

Angkot masih jalan. Sang supir mungkin gak kedengeran.

"Stop kiri Bang!' gue meningkatkan volume suara gue.

Angkot masih jalan. Kayaknya ada yang gak beres.

"STOP KIRI BANG!!' Pita suara gue udah mau putus neriakin tuh supir.

Akhirnya supir angkot itu ngerespon, "Oh iya, masih jauh kok, tenang aja!'

"Aaaaaarrrrgghh!!"

Untungnya semua penumpang saat itu bentuin gue nyetopin tuh angkot. Dan supir angkot itu sukses membuat betis gue tambah gede. Supir angkot budeg ini sering gue temuin, mungkin para supir angkot ini terbiasa denger suara mesin jadi telinganya kesumbat gitu.

2. Supir Angkot Yang Terobsesi Menuhin Kapasitas. Supir angkot yang kayak gini gak kalah ngeheknya. Gue tau setiap supir angkot pasti pengen angkotnya penuh. Tapi gak setiap seratus meter berhenti juga kali. Ini sering gue alamin kalau diangkot yang gue naikin itu isinya cuma gue sendiri. Karena kejadian itu gue gak pernah naik angkot yang bener-bener kosong.

3. Supir Angkot Yang Memeras. Nih supir angkot apa preman pasar sebenernya gue gak tau. Sekarang ini masih ada juga supir angkot yang minta ongkos lebih ke penumpangnya. Gue lumayan sering ketemu supir angkot yang gini. Alasannya sama, yaitu ongkos kurang. Tapi supir angkot yang kayak ini harus kita kasihani juga, siapa tau tuh supir malemnya diancam istrinya kalau besok pendapatan gak naik gak dapet jatah tiga bulan. Kemudian sang supir galau dan terpaksa menempuh cara memeras demi mendapat jatah dari sang istri.

4. Supir Angkot yang ngerasa dia lagi bawa Ferarri. Supir angkot yang gini nih yang dikiranya dia lagi bawa kucing apa, punya sembilan nyawa. Berasa yang lagi dia kemudikan itu mobil Ferarri. Supir angkot yang ngebut banyak banget gue temukan, gak di Palembang, Lampung, Bandung semua ada. Emang enak sih jadinya angin sepoi-sepoi, tapi kalo ujung-ujungnya kuburan gak lucu juga.

5. Supir Angkot Curhat
Supir angkot curhat ini gue temukan pas balik kuliah, udah lumayan lama kejadiannya. Saat itu gue duduk paling depan.

"Kuliah mana mas?" supir angkot itu membuka pembicaraan.

"UNIKOM, Pak,' jujur gue sedikit ngeri. Takut tuh supir angkot nanya tempat tinggal gue dimana terus nomor HP berapa. Besoknya dia nembak gue. Amit-amit.

"Owh, Ah gila nih macet gini, biasanya gak gini."

"Iya Pak. Biasanya gak gini."

"Ini pasti karena pasar itu tuh, mending harga turun, ini harga naik masih aja belanja di pasar."

"Iya, Pak," kayaknya tuh supir angkot salah membedakan mana mahasiswa mana Emak-emak.

"Kemarin aku tuh ditilang, mas. Gila aja Polisinya minta seratus ribu. Ya karena saya mau narik akhirnya kita damai lima puluh ribu. Padahal tuh Polisi masih baru. Inilah negara kita, masuk jadi Polisi harus bayar, ntar jadinya pas udah masuk balas dendam, rakyat yang rugi. Gitu aja terus........"

"Iya Pak, emang kacau negara kita ini."

"Mas, turun dimana?"

Mati gue. Kayaknya firasat gue kalo supir angkot ini gay akan menjadi kenyataan.

"Di Jalaprang Pak, emang kenapa ya?" gue nanya tapi tangan gue gemetaran. Ya tuhan, jangan sampai tuh supir angkot nanya nomor HP gue.

"Enggak apa-apa nanya aja, berarti udah deket di depan."

Serius gue lega banget. Tapi walaupun agak sedikit ngeri, karena obrolan dari hati ke hati antar sesama cowok yang agak gimana gitu, supir angkot curhat ini lumayan juga buat ngabisin waktu daripada manyun aja nungguin macet.

Itu dia tipe supir angkot yang pernah gue temuin. Selain naik angkot bisa ngurangin polusi sama jumlah kendaraan di jalan, naik angkot juga bisa nambah wawasan. Dengan naik angkot, kita pasti secara tidak sengaja nguping apa yang di obrolin penumpang lain, nah biasanya penumpang lain yang lagi ngobrol itu secara tidak langsung akan memberi informasi ke kita. Bukan hanya itu, naik angkot juga enak kalau lagi gencet-gencetan, apalagi bagi kita (para lelaki) ada di antara dua wanita cantik. Beh, rasanya perjalanan berlangsung cepat. Tapi kalau diapit sama dua orang nenek-nenek bawa belanjaan sayur, rasanya pengen cepet turun. Intinya dari postingan ini adalah, marilah kita sama-sama naik angkot atau kendaraan umum lainnya, ya paling gak seminggu sekali lah. Selain manfaat-manfaat yang ada diatas kita juga membantu kesejahteraan para supir angkot.

Salam The Angkot's,
Jiwa-jiwa pecinta angkot.

Monday, 2 January 2012

Ramalan Gue Di 2012

Tahun 2012 udah datang. Izinkan gue, Feby Rafael, untuk mencoba memprediksi apa saja yang akan terjadi di tahun ini. Semua ramalan ini gue dapat setelah semalam mimpi kolor gue di gigit tikus (hubungannya apa??). Oke deh sembari memejamkan mata untuk menerawang, gue akan melihat gambaran apa saja yang akan terjadi nanti. Ini dia ramalan gue:

#Perkembangan remaja alay semakin pesat. Ini disebabkan banyaknya referensi untuk menjadi alay. Para remaja alay ini akan tetap menggentayangi facebook, twitter dan jejaring sosial lain. Letak kealayan mereka tetap akan terlihat dari pose foto dan bentuk tulisan mereka.

#Makanan pokok masyarakat Indonesia akan tetap jatuh pada nasi. Namun untuk beberapa orang, ada juga yang makannya beling sama paku, contohnya Limbad.

#Indonesia akan tetap menjadi negara penyumbang upil berkualitas.

#Sinetron laga Indosiar akan terus berkembang. Naga dan elang akan tetap menjadi hewan primadona sinetron laga ini. Tapi tampaknya di tahun 2012 ini mereka akan memperkenalkan kalajengking dan kecoa raksasa.

#Mahalnya harga behel akan membuat penjual kawat jemuran laris manis. Tren behel kawat jemuran akan merajarela.

#Para tukang gorengan akan tetap memakai minyak goreng bewarna hitam (gak diganti seminggu).

#Demam boyband dan girlband akan berkurang. Ini dikarenakan para artis boy dan girl band ini berpindah profesi menjadi penari balet.

#Film horor bokep akan semakin banyak. Paha dan dada akan tetap menjadi nilai jual film bergenre ini. Tapi yang menarik adalah hantunya, akan terjadi evolusi besar-besaran seperti suster daster: suster ngesot yang memakai daster, suster guling: suster yang ngejer manusia dengan cara berguling-guling, kolor biru: ini adalah sepupu dari kolor hijau, pocong keramas: sekuel film suster keramas akan di ganti pocong keramas, bagaimana cara pocong tersebut keramas masih menjadi tanda tanya dan rahasia terbesar sang pembuat film.

#Ayu ting-ting akan dipersunting Malih tong-tong dan akan mempunyai anak bernama Mayu tung-tung.

#Harga kolor akan melambung tinggi. Ini dikarenakan keturunan Superman akan semakin banyak. So, kolor di dunia ini akan dibeli semua sama mereka sehingga kolor akan menjadi langka.

#Sepakbola akan menjadi olahraga terekstrim di dunia, karena bola dari olahraga ini akan diganti menjadi buah durian. Kalau sudah begini, Indonesia yang akan menjadi juara piala dunia dengan timnas yang terdiri dari rombongan debus.

#Adegan-adegan di sinetron akan semakin bervariasi. Salah satu adegan baru yang akan muncul di sinetron akan seperti ini: adegan dimana cowok muntah di depan ceweknya terus ceweknya nanya, 'Yang, kamu kenapa?', terus si cowok itu menjawab, 'Aku hamil, beb! Kamu harus tanggung jawab!' 

#Jiwa-jiwa galau masih akan menghiasi dunia ini. Hal tersebut akan berimbas pada bisnis tisu yang akan semakin bergairah karena jiwa galau ini. Karena jiwa galau gak lengkap tanpa tisu. Jamban pun akan tetap menjadi tempat nongkrong paling istimewa para jiwa yang galau ini. 

#Tusuk gigi akan memiliki fungsi ganda. Selain untuk mengeluarkan kotoran yang nyangkut di gigi, tusuk gigi juga akan banyak dipakai untuk bersihin belek, bersihin lubang hidung dan kalau lagi kepepet bisa di pakai untuk membersihkan telinga.

#Yang nulis blog ini akan memiliki wajah yang akan menyerupai Ari Wibowo.

Itulah sedikit ramalan dari gue. Ramalan tersebut jangan untuk dipercaya. Kenapa? karena memang gue gak bisa dipercaya. Gue sih berharap kupat tahu di daerah gue isinya makin banyak terus Indomaret gak ada yang jaga seharian, jadi gue bisa nyolong barang disana. Tapi kayaknya itu gak bakal terjadi. Dan ramalan terakhir gue adalah yang lagi baca postingan ini pasti sebentar lagi close halaman blog ini.
 
Salam gue,
Feby Rafael.

Sunday, 1 January 2012

Cerita Malam Tahun Baru

Selamat tahun baru buat seluruh manusia di muka bumi ini. Tadinya sih gue mau nulis lanjutan detektif Ujang, tapi entah kenapa gue gak mood dan gue lebih memilih nulis cerita tahun baru semalam gue bareng keluarga. Ya, keluarga, tanpa pacar tanpa saling bertatapan mata bareng pacar sambil ngomong,'Yang, tuh belek kamu masih ada.' Semalam gue merayakan tahun baru yang sangat istimewa walaupun sekali lagi, tanpa pacar. Kenapa istimewa, karena ya itu tadi gue merayakannya bareng keluarga. Yang paling disibukkan dengan rencana malam tahun baru itu adalah bokap sama nyokap. Entah kenapa bokap sama nyokap gue mendadak jadi rame pagi itu. Kita sekeluarga rencananya mau malam tahun baruan di rumah yang baru beli (baru selesai dibangun), nah kita akan berangkat ke rumah itu sorenya dari rumah sekarang yang masih ngontrak. Pagi itu Bokap gue dengan sibuk nanyain film-film buat di tonton di malam tahun baru.

'Feb, ini film yang bagus yang mana ya, yang cocok buat ditonton ntar malam?' bokap gue sambil menunjukkan koleksi dvd bajakan yang ada di rumah.

'Gak tau pah ntar aja deh, pokoknya yang Feby beli semua bagus dah.'

Tapi bokap gue ternyata berpendapat lain. Dia salah mengartikan cover film box office sama cover kompilasi dangdut. Jaman memang gak bisa di bohongi. Bokap gue berteriak girang, 'Ini nih kayaknya bagus!' bokap gue menunjuk kaset dvd dangdut campuran Iis Dahlia, Ayu ting-ting, Inul, Ridho Rhoma, dll. Gue yang gak rela menghabiskan malam tahun baru dengan melihat goyang khas Inul langsung dengan sigap mengubah haluan bokap dan memilih kaset film yang benar buat di tonton di rumah baru. Nyokap gak kalah heboh, dia berpikir keras tentang kuliner yang akan dibuat di malam tahun baru. Akhirnya pilihan nyokap jatuh ke sate.

'Mau kemana mah?'

'Beli tusuk sate ntar malam kita bikin sate,' nyokap dengan gaya mengepalkan tangan kanan, padangan melihat ke atas.

'Tusuk sate? udah mah, kalo tusuknya pake lidi aja.'

'Lidi? No, no, no. Tusuk sate itu harus steril. Kamu gak mau kan nanti ada penyakit yang aneh-aneh meracuni isi perut kamu?'

'Iya juga ya mah. Sate ayam apa kambing mah?'

'Dua-duanya.'

'Gak mungkin mah dua-duanya. Ayam dan kambing gak bisa disatukan di dalam suatu ikatan asmara. Akan jadi seperti apa bila keduanya dikawinin?'

'Aaaaaaaaaarrrghh!!!'

Akhirnya rencana sudah tersusun rapih. Bokap sama nyokap gue pergi beli keperluan untuk malam tahun baru sedangkan gue nyiapin kolor yang mana yang pas buat dipakai di malam tahun baru. Siangnya kita semua siap-siap, seluruh isi rumah kontrakan, gue, nyokap, bokap, istri kakak gue sama pembantu dengan sibuk mengemasi segala keperluan. Tentu aja bawaan gue yang paling rumit, gue membawa tiga buah baju, tiga buah kolor, buku manusia setengah salmon, modem, laptop, charger handphone dan charger laptop. Dari semua barang bawaan yang dibeli nyokap sama bokep bokap, gue mengkritik satu barang. Barang itu adalah kembang api. Menurut gue, tahun baruan dengan menyalakan kembang api itu kayak perayaan ulang tahun anak SMP. Disaat orang-orang dengan keren menghidupkan petasan ke langit-langit dengan warna yang beraneka ragam dan dengan letupan menggelegar, gue sekeluarga hanya menyalakan kembang api dengan segemericik api lalu teriak, 'Tangan gue kebakar! tolong, tangan gue kebakar!'. Gue tuh berharap bokap sama nyokap beli kembang api selayaknya tahun baruan. Tapi ya sudahlah yang penting satenya, Bung!

Semua sudah siap dan akhirnya kita sekeluarga berangkat minus kakak gue yang masih kerja. Perjalanan ke rumah yang baru (jadi) itu awalnya tampak hening sampai pada akhirnya, pada sebuah lampu merah di sebuah jalan di Bandung, kami sekeluarga di datangi makhluk yang kehilangan jati diri yang biasa disebut dengan sebutan: bencong. Menurut gue, di datangi bencong di lampu merah itu gak asik banget. Lagi bete' nungguin lampu hijau tiba-tiba ada "perempuan berjakun" ngamen. Nah, bencong yang mendatangi kami itu mirip trio macan, mereka siap menggemparkan seluruh isi mobil kami dengan nyanyian dan goyang mereka. Tapi dandanan mereka gak sama, ada yang mirip Krisdayanti kecebur empang, ada yang mirip Syahrini abis gesekin wajahnya pake kaktus dan parahnya ada yang mirip Ade Ray, berotot abis. Ini bencong apa instruktur gim gue gak tau.

Akhirnya perjalanan panjang itu selesai. Kami sekeluarga tiba di Perumahan Pesona Bali, untuk blok dirahasiakan, gue takut ada yang ngelemparin botol api ke rumah gue kayak di film AADC. Kita semua istirahat dulu dengan makan Mie Bakso Akung. Sumpah nih mie bakso enak banget, apa karena selera mulut gue yang dijejelin rumput aja gue bilang enak, gue gak tau. Mie bakso Akung ini sangat spesial rasanya, tapi ada satu hal yang menurut gue jadi nilai plus adalah Bapak penjual tuh mie ayam memberikan sumpit walaupun gue gak tau cara makan pakai sumpit, pernah gue terakhir coba makan pake sumpit tapi pada akhirnya sumpit itu malah nyolok mata gue. Maka dari itu, kalau kalian mampir ke Pesona Bali di Bandung, jangan lupa cobain Mie Bakso Akung setiap jam 4 sore, enak lho (amanat dari yang jualan).

Malam hari tiba. Film-film yang dibawa bokap gue ternyata gak bermanfaat. Di rcti ternyata ada film Batman The Dark Night. Walaupun udah nonton, tapi gue tetap suka, gue suka banget sama Joker-nya. Satu-satunya musuh di film superhero yang gue suka itu Joker, walaupun gue gak tau tuh orang kenapa mukanya harus di cat putih. Malam itu juga adalah malam tak terlupakan, karena untuk pertama kalinya, gue dikirain penjual sate.

'Dek, nih kipasin dulu satenya, gantian.'

'Iya mah tenang aja.'

Lagi asik-asik ngipas sama balikin tuh sate biar cepat matang tiba-tiba ada mas-mas nyamperin gue.

'Mas, satu porsi ya satenya, dibungkus.'

Selesai menjelaskan kalau gue bukan penjual sate gue langsung ngaca terus ngomong dalam hati: 'sengenes itukah muka gue...'

Malam tahun baruan kita sekeluarga hanya dihabiskan dengan makan sate, nonton film dan nonton petasan dari lantai atas rumah. Ada satu fakta menarik setiap tahun baru, gue berpikir, kalau setiap malam pergantian tahun itu sebenarnya adalah malam manusia menghancurkan bumi. Dengan asap petasan dimana-mana di seluruh bumi, akan menimbulkan polusi dan menyebabkan global warming. Memang hanya setahun sekali, tapi kalau ratusan milyar petasan dihidupkan ke udara diseluruh penjuru, terbayang kan dahsyatnya asap yang berterbangan. Tapi itulah manusia, kita adalah makhluk yang selalu butuh kepuasan apalagi setelah penat melewati tahun demi tahun. 

Akhir kata: 'Nyok kita sambut tahun 2012 dengan semangat yang baru kawan!!'
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑