Saturday, 19 January 2013

Balada Mahasiswa Abadi & Pengangguran

Menurut gue, gak ada yang lebih menyenangkan selain berkumpul dengan para mahasiswa abadi dan para pengangguran. Kenapa? karena kita bisa saling berbagi penderitaan. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, bahkan SBY pun menghimbau para dosen untuk membantu gue lulus, gue adalah salah satu blogger yang belum lulus kuliah. Dan gue harus bangga dong, itu berarti dosen-dosen kampus masih kangen sama gue. Nah, di postingan kali ini gue mau cerita sedikit aja sebenernya. Ceritanya gini, beberapa minggu ke belakang, temen gue yang namanya Kardi datang ke kosan gue dengan kalimat pembuka seperti biasa: "Feb, ada makanan gak?". Tuh anak emang gila makan walaupun gak gemuk. Setiap kamar kosan gue ada plastik liar sedikit, dia langsung cek, berharap ada sesuatu yang bisa disandera masuk ke dalam perut.

Kedatangan Kardi pada saat itu ternyata ada maksud.

"Feb, kemeja putih lo mana, pinjam dong?"

"Buat apaan? lo kerja di rumah makan Padang?"

"Bukan! entar deh gue ceritain."

Tiba-tiba temen gue yang berstatus mahasiswa abadi lainnya bernama Arif datang ikutan nimbrung. Buat yang udah baca postingan lama gue mungkin udah tau sosok kurus si Arif ini, buat yang belum tau, ini dia fotonya.

Demi melindungi kesehatan pembaca, mukanya disamarkan

Karena desakan gue sama Arif ini, akhirnya si Kardi cerita kalau dia mau ikutan casting Film Sukarno. Informasinya bisa diliat di website http://filmsukarno.com/. Setelah mendengarkan celotehan gak penting Kardi, akhirnya gue memutuskan untuk jadi kameraman tuh anak. Persiapan pun dimulai.

Baru pake peci doang.

Setelah berkali-kali take video, akhirnya kita memutuskan semua gagal total karena gue sama Arif gak bisa nahan ketawa waktu si Kardi acting bak Soekarno gitu. Bukannya mirip sama Presiden RI pertama itu, si Kardi ini menurut gue lebih mirip Mahasiswa yang lagi demo penurunan rektor. Hari pertama ditutup dengan foto-foto doang. Tapi Kardi gak nyerah, dia akhirnya datang lagi ke kosan gue dengan kalimat pembuka seperti biasa: "Feb, ada makanan gak?". Berbekal kamera digital gue, Nikon, akhirnya kita bikin lagi dah tuh video. Kali ini gak ada si Arif dan sukses! Ini dia hasilnya:


Buat yang khilaf pengen komentar videonya disini. Gue yakin yang ngeliat tuh video akan terhenyuk atau malah ngakak guling-guling. Sebagai sutradaranya, gue emang udah ngerasa gagal mendidik Kardi dari awal. Beda Kardi beda juga sama temen gue yang namanya Sopan. Bentuk fisik mereka berdua beda, tapi enggak dengan nasibnya. Sopan adalah temen gue yang termasuk mahasiswa yang beruntung udah lepas dari kerasnya kehidupan mahasiswa. Dia udah lulus tapi masih belum dapat kerja tetap. Beberapa hari yang lalu dia sms gue mau numpang nginep di kosan soalnya lagi mau cari kerja di Bandung. Maklum dia kan anak daerah gitu.

Nah, yang selalu gue suka dari kedatangan Sopan adalah, dia selalu bawa makanan. Dan itu sangat membantu perut gue sebagai mahasiswa abadi yang ngekos dengan kondisi dompet yang lagi kering-keringnya.

Sempurna...
Dan gue sama Arif ngasih julukan baru ke Sopan. Kalau dulu gue ngejulukinnya Budi Anduk, sekarang giliran Arif ngasih julukan baru ke Sopan, yaitu bayi badak. Kenapa? mungkin foto di bawah ini bisa menjelaskannya.

Meskipun begitu, dia enggak maho kok
Tuh kan mirip bayi badak. Bukan cuman fotonya, tapi kelakuannya juga mirip bayi, gak bisa di tinggal pegang guling sebentar dia udah ngorok. Banyak cerita dan hal yang dilakukan Sopan di kosan gue, salah satunya kejenuhannya kerja freelance, makanya dia mau cari kerja tetap. Yah, begitulah mahasiswa. Pilihannya adalah menjadi abadi di kampus atau lulus dengan proses jadi pengangguran dulu. Huff... Yang jelas tetap semangat dan selamat berakhir pekan! Buat masyarakat Jakarta, tetap tabah, banjir pasti berlalu! amin.

Tuesday, 15 January 2013

Tips Menulis Novel Fiksi Fantasi/Thriller

Mungkin bagi sebagian orang, nulis fiksi adalah sesuatu yang mudah. Ah, itu kan cuman karangan, gampang itu mah tinggal duduk terus ngetik doang. Sesimpel itukah? menurut gue, yang paling mudah itu nulis sesuatu yang kita alami sendiri dibandingkan nulis fiksi fantasi. Pada tulisan fiksi fantasi atau Thriller, banyak yang kita pikirkan. Mulai dari karakter tiap tokoh, konflik dan ending yang berkesan. Di luar negeri, novel fiksi termasuk novel yang paling banyak diminati, beberapanya pasti pada taulah si penyihir yang dahinya kegores (Hary Potter) sama vampire itu (Twilight). Di Indonesia, setahu gue, novel fiksi fantasi/ thriller buatan penulis Indonesia agak kurang diminati sekarang. Yang gue liat di Indonesia ini novel yang laris adalah novel bergenre kehidupan pribadi, humor sama cinta-cintaan.

Gue gak tau, penulis fiksinya yang kurang atau peminat novel fiksinya yang minim. Entahlah. Nah, atas dasar-dasar itulah disini gue mau ngasih sedikit tips nulis fiksi fantasi/ thriller. Walaupun gue juga masih belajar, paling enggak tips-tips ini bisa buat banyak orang sadar bahwa betapa seru dan menantangnya menulis sebuah karya fiksi. Ini dia tips-tipsnya yang gue rangkum dari beberapa sumber.

1. Memilih topik yang tepat.
Menurut gue di Indonesia ini pembaca novel itu kebanyakan remaja-dewasa, ya mungkin antara 18-30 tahunan. Jadi, pintar-pintarlah memilih topik yang kira-kira disukai oleh pembaca dengan range umur segitu. Tapi apapun itu, fiksi fantasi/thriller biasanya selalu identik dengan misteri. Entah itu tentang dunia lain, pembunuhan, pencurian, dll. Kenapa misteri? karena pada topik misteri ini, unsur kejutan di dalamnya pasti lebih banyak. Nah, ini sulitnya dimana penulis harus menciptakan sebuah kejutan-kejutan di dalam tulisannya. Inget Hary Potter? siapa sangka si Harry yang awalnya seolah cuman kayak babu, dikucilkan, eh ternyata anak dari pasangan penyihir yang tersohor.

2. Cari Inspirasi Sebanyak-banyaknya.
Jangan takut untuk bertanya, jangan takut dompet mengering karena abis beli novel fiksi. Kalau kita benar-benar serius, segala upaya itu enggak akan nihil. Kita harus banyak referensi dari genre novel yang sama, yang mau kita buat. Kalau gue saranin jangan yang beda genre (iya lah!). Jangan lo mau bikin novel fiksi kayak Narnia eh malah beli novel Kambing Jantannya Raditya Dika.

3. Ciptakan Pahlawan dan Penjahat yang hebat.
Gak seru kalau novel fiksi thriller penjahatnya "letoy". Di dunia ini banyak pertentangan seperti ada hitam dan putih, miskin dan kaya, pintar dan bodoh, dll. Begitu juga sebuah novel fiksi. Banyak contoh dari pertarungan tokoh jahat dan baik ini. Biasanya, penjahat bersifat iri hati, pendendam, serakah tapi jenius dan bahkan ada gabungan dari beberapanya yang bisa dibilang rada psycho, contohnya Joker, gue adalah pengagum berat Joker. Di Sherlock Holmes ada juga penjahat jenius bernama Profesor Moriarty. Tapi ingat, gak selamanya sebuah fiksi mengharuskan menciptakan Pahlawan dan Penjahat yang jenius di dalamnya. Ada juga sebuah fiksi dimana tokoh utamanya bisa dibilang juga punya sifat yang enggak begitu baik/ sempurna seperti Pinokio dan Arsene Lupin, yang berarti bahwa sifat jahat/ gak baik juga ada pada diri tokoh utama. 

4. Jangan Terburu-Buru Mengakhiri Perang.
Ya, novel fiksi yang laris adalah novel fiksi yang berkelanjutan. Tetaplah menghidupkan Pahlawan dan Penjahat. Oh iya, pahlawan dan penjahat disini bukan cuman bersifat tunggal. Mereka bisa juga berkelompok. Misal di sekuel pertama beberapa anggota dari kedua kelompok tersebut mati, lalu pertarungan kelompok jahat dan baik ini dilanjutkan pada sekuel-sekuel berikutnya. Biar cerita lebih seru, muncul karakter baru untuk menggantikan karakter yang hilang di sekuel sebelumnya.

5. Buatlah Paragraf yang pendek.
Khusus pembaca remaja, rata-rata mereka suka membaca paragraf yang gak terlalu panjang. Sebaiknya paragraf tuh singkat, jelas, padat. Untuk penulis amatir kayak gue, paragraf yang pendek ini adalah langkah yang aman. Biasanya, penulis-penulis yang suka menulis dengan paragraf panjang sangat pintar bermain di pendeskripsian dengan pilihan kata yang sangat pas. Nah kalau kita belum sanggup gitu, mending bermain di paragraf-paragraf yang pendek tapi alur tetap jelas.

6. Penjelasan Karakter Yang Detail.
Nah ini yang gak kalah krusial. Kadang, penulis suka bingung cara menjelaskan karakter tokoh yang dibuatnya ke pembaca. Ada dua yang harus dijelaskan penulis, yaitu gimana bentuk fisiknya dan gimana sifatnya. Nah, ini yang kadang buat kita bingung. Untuk penjelasan ini kita gak perlu nulis semua kok, misal untuk fisik aja, kita cukup menjelaskan beberapa aja misalnya hidung mancung, mata sipit dan badan gempal. Biarkan pembaca memvisualisasikan tokoh itu sendiri. Jangan ditulis semua sampai upilnya segede apa, bentuk upilnya gimana, gak perlu! Oh iya, untuk penjelasannya, kita bisa menjelaskan bagaimana si karakter tersebut melalui paragraf dan conversation. Misalnya ada conversation gini:

"Wan, kok lo gak ikutan kita sih kemarin?"

"Ah males, mending gue di rumah, makan, tidur, berak, maen game. Ngapain ikut manjat tebing gitu, capek tau..."

Nah, di conversation seperti itu pun kita udah tau kalau si Wan itu sifatnya pemalas. Tapi inget lagi nih, di berbagai kesempatan/ ruang, kita harus ngasih visualisasi bentuk fisik dan sifatnya, jangan salah satunya aja.

7. Masukkan Bahasa atau Istilah Yang Lagi Ngetrend
Kata temen gue yang magang di salah satu penerbit konvensional, bahasa atau istilah yang lagi ngehits ini menjadi pertimbangan juga. Sering-sering bergaul, serap beberapa istilah yang sering diucapkan/ trend. Pilihan gaya bahasa "gue", "aku" atau "saya", bisa jadi sangat vital buat naskah yang lagi kita bikin. Ini langkah yang gak mudah juga soalnya disinilah biasanya ada benturan antara idealisme penulis dan penerbit.

8. Setting
Setting atau tempat ini gak perlu lagi gue perjelas panjang lebar. Tapi harus diketahui, mendeskripsikan setting ini sama pentingnya dengan mendeskripsikan tokoh. Menurut gue pribadi, mendeskripsikan setting lebih sulit daripada tokoh, apalagi kalau settingnya untuk novel fantasi kayak Narnia, The Hobbit, Harry Potter yang settingnya lebih kayak cerita dongeng/ khayalan. Kenapa lebih sulit mendeskripsikan setting? soalnya setting ini lebih luas dengan objek yang lebih bervariasi. Penulis harus dengan cerdik menempatkan objek pada sebuah setting/ tempat melalui tulisan.

9. Ciptakan Konflik Yang Dahsyat
Pahlawan dan penjahat udah ada, terus mau gimana lagi nih? ya pastinya menciptakan sebuah konflik yang melibatkan kedua tokoh tersebut. Misalnya kasus yang paling sederhana adalah si penjahat ini ternyata yang bunuh orang tua si tokoh yang baik/ pahlawan. Kemudian si Pahlawan memutuskan untuk mencari si penjahat. Nah pada saat itulah konflik-konflik mulai diselipin satu persatu. Misalnya ketika si Pahlawan ingin menghukum si Penjahat ternyata si penjahat ini menyandera pacar / kerabat dari si Pahlawan. Disaat itulah peran penulis untuk menyelesaikan konflik dibutuhkan. Susunlah tata kalimat yang pas untuk menggambarkan situasi yang sedang terjadi dan berikan kejutan-kejutan ke pembaca.

10. Tunjukkan Perilaku dan Etika Yang Benar.
Sebagai penulis, kita juga harus menanamkan nilai moral ke pembaca. Kalau penjahat salah, si penulis harus menghukumnya dengan cara bagaimana pun. Kalau pun si Penjahat gagal di tangkap, dengan maksud untuk melanjutkan ke sekuel berikutnya, setidaknya si penjahat gagal mendapatkan apa yang dia mau. Misalnya si penjahat ini mencuri berlian, entah gimana caranya, si pahlawan ini akhirnya bisa mendapatkan lagi itu berlian namun si penjahat lepas.

Nah, itu dia sedikit tips nulis sebuah karya fiksi yang gue rangkum dari berbagai sumber (linknya ada di bawah). Semoga aja bisa ngasih sedikit semangat dan inspirasi buat orang-orang yang berniat nulis fiksi fantasi/thriller ini. Gue berharap kedepannya novel fiksi fantasi/ thriller buatan orang Indonesia bisa tambah banyak dan lebih bervariasi. Soalnya kalau novel fiksi fantasi buatan luar tuh mahal euy, huehuehue...

Refrensi dari berbagai sumber:

Thursday, 3 January 2013

Ramalan Gue Di Tahun 2013

Hai hai hai (Ala presenter acara bola), akhirnya kita lepas dari ikatan 2012 dan sekarang kita lagi memulai lembaran baru di 2013. Banyak peristiwa pahit yang gue alamin di tahun 2012 seperti: putus, dan itu sukses membuat hati gue bonyok. Tapi di penghujung 2012 gue dapet berita bahagia karena gue resmi jadi om. Ya, karena ulah kakak gue, istrinya berhasil ngeluarin bayi. Resmilah gue jadi om dan punya keponakan. Terus, bakal ada apa di tahun 2013? Lo gak perlu pergi ke paranormal untuk nanyain itu, karena gue, bisa ngeramal apa aja yang bakal terjadi di tahun 2013. Gak percaya? sama. Apa aja ramalan gue di tahun 2013 ini? yuk disimak dibawah.

1. Bahan Bakar Baru
Akan ada bahan bakar minyak baru di tahun 2013. Sebelumnya, kita dikejutkan dengan kehadiran PERTAMAX yang harganya cukup menguras isi dompet. Nah, di tahun 2013 ini akan ada bahan bakar minyak baru bernama PERTAMBUN. Bahan bakar tersebut hanya diperuntukkan mobil atau motor yang pengemudinya memiliki berat badan diatas 100 kg.

2. Goyang Dangdut Tebaru
Kalau di tahun 2012 ada pedangdut yang mempopulerkan goyang itik, di tahun 2013 ini akan bermunculan goyang-goyang baru. Beberapanya adalah goyang penguin, goyang melintir dan goyang bulu ketek. Untuk yang terakhir, gue gak tau persis gimana goyangnya.

3. Film Semi Horor Bokep Masih Menjamur
Nah ini gue yakin banget cowok mesum pasti bakal memperhatikan poin ketiga ini. Ya, film horor di Indonesia itu gak sedep kalo gak di bumbui paha, dada, ketiak atau disingkat PAKADA. Setidaknya itulah yang diinginkan para producers film-film sejenis ini. Di tahun 2013, judul film semi horor bokep ini makin ngaco. Yang gue tangkep dari penerawangan gue adalah: Misteri Bulu Kaki Kuntilanak, Pocong Masuk Sekolah, Nenek Ember (ini sekuel dari nenek gayung), Hantu Kipas, Hantu Doyan Kerupuk, Kuntilanak kecopetan, Tuyul Sekarang Udah Gondrong, dan masih banyak lagi.

4. Usaha Dewi Persik
Ya, di tahun 2013 nanti persaingan Jupe dan Depe semakin menyeruak, mengguncang, membahana, memporak-porandakkan dunia entertainment karena Depe buat usaha baru yang menyaingi usaha Jupe. Nah, kalo Jupe punya JFC, entar si Depe ini buat usaha DFC (Depe Fried Chicken). Persaingan keduanya akan sangat sengit terutama produknya di bagian...... Bisa kalian imajinasikan sendiri lah ya...

Demikianlah beberapa ramalan gue di tahun 2013. Sebenernya masih ada tapi entar takutnya gue malah dipanggil sama acara di tipi, malah jadi Ki Feby Kusmoyo lagi nama gue. Oh iya, setelah gue pikir-pikir next gue bakal nongolin lagi Detektif Ujang di blog gue ini dengan cerita yang tentunya lebih seru (bagian dari promosi), mungkin kalo ada waktu gue posting hari sabtu, kalo gak ada waktu ya kapan-kapan aja kali yeee... Selamat menempuh tahun 2013, semoga di tahun ini banyak hal positif ketimbang negatifnya (kalo positif sembilan bulan, pastiin ada bapaknya).

Friday, 21 December 2012

Hadiah Odol dan Membuat Fla Pudding

Berhubung lagi bete karena naskah Detektif Ujang gue udah 3 bulan gak di jawab-jawab Bukune, gue mau nulis ngalor-ngidul aja deh. Masih seger di ingatan gue waktu itu gue posting ngikutin nulis script di Close Up Fresh Formance, dan hasilnya, gue gagal dengan sempurna. Gue gak mau ngomongin kontroversi tuh lomba, tapi gue mau ngomongin ternyata gue dapet odol Close Up! Jadi gini, ternyata, ceritanya, gue tuh menangin kategori voternya di minggu pertama. Dan beberapa minggu kemudian gue di telpon mbak-mbak.

"Ini dengan Feby Andriawan?"

"Iya, kenapa ya?"

"Kami dari Close Up ingin memberitahukan...... bla.. bla.. bla... Boleh tau nama lengkap dan nomor KTP-nya Pak?"

"Oh iya, nama lengkap saya Feby Oktarista Andriawan. nomor ktp-nya.. bla... bla.. bla.."

"Alamat lengkap beserta kode posnya apa Pak?"

"Di Bandung alamatnya... bla bla bla... Kode pos, gak tau tuh mbak."

"Oke, anda mendapatkan hadiah bingkisan dari Close Up ya Pak."

"Oke deh, makasih, hadiahnya apa?"

"Mau tau banget apa mau tau aja Pak?"

Tut.. Tut.. Tut... (percakapan diatas sudah melalui tahap editing).

Dan beberapa minggu setelah telpon dari mbak-mbak Close Up itu, tepatnya kemarin, hadiahnya pun sampai...

Ini kertasnya tebel lho..
Hadiahnya: Persediaan odol untuk dua bulan.
Anehnya, hadiah odol itu di apresiasi secara berlebihan sama keluarga gue. Yah, biar gimana pun hadiah odol harus di syukuri, paling enggak, setiap nyokap gue belanja entar, duit beli odol gue manfaatkan untuk beli makanan. huahuahua... Singkirkan masalah perodolan, hari ini gue sukses membuat fla pudding perdana gue. Awalnya gak yakin, baru mau bikin eh susunya beku! untungnya, gue punya ide yang brilian!

Hanya dilakukan oleh profesional sejati.
Dan setelah susu gak beku lagi, ritual membuat fla pudding pun dilakukan. Dan hasilnya....

Itu fla apa adonan bakwan?
Ngomongin masalah pudding, aksi perdana gue buat pudding gak sesukses pas membuat fla nya.

"Mah, Feby buat pudding yak."

"Iya, tapi... sini mamah kasih tau dulu caranya, gini... bla bla bla.. ngerti?"

"Ngerti mah... Nih udah dimasukin serbuk puddingnya terus gimana?"

"Di aduk-aduk dulu... udah? Nah kalo udah ditinggal aja nonton IMB dulu sama papah yuk. Agak lama itu."

"Gak apa-apa mah?"

"Enggak.."

"Ya udah ditinggal dulu."

Gue sama nyokap nonton IMB dulu di ruang tipi dan itu ternyata keputusan yang salah. Beberapa menit kemudian gue balik ke dapur...

"Mah! puddingnya belepotan!"

"APAAAAAA!!!"

"Coklat coklat kayak eek lagi nih, diapain nih mah?"

"Ya dibersihin lah dek, masa' dijilat."

"Tapi itu sayang mah yang jatuh ke lantai di masak lagi aja."

"Tetep mau?"

"Iya mah, ini yang masih di dalem panci dikit banget."

"Ya udah."

Akhirnya pudding itu gue namain: Pudding bekas lantai Ala Chef Feby Andriawan.

Inti dari postingan gue ini adalah.... apa ya, perasaan gak ada nilainya sama sekali nih postingan... Oh iya, intinya, apa yang udah lo dapetin itu harus disyukurin walaupun itu kecil. Mungkin aja berawal dari odol gue entar bisa dapet sesuatu yang lebih besar lagi, dapet sapu misalnya. 

Wednesday, 19 December 2012

Halooooooo..........

Setelah sekian lama bergelut dengan kepenatan kehidupan di dunia nyata, akhirnya gue bisa ngeblog lagi!! Entah udah berapa abad gue gak ngeblog, kangen gila gue! Sebelumnya, maaf buat temen-temen blogger yang udah mampir, entar gue bakal jogging lagi ke blog kalian. Oh iya, berhubung bentar lagi kita mau bertahun baru ria, maka pada kesempatan ini gue mau konfirmasi kalau tampilan blog gue berubah! berasa sempit yak, tapi entah kenapa gue suka tampilan yang rada-rada ramping sekarang, berasa lebih dewasa. muahahaha..

Di postingan ini gue mau curhat gak jelas aja deh. Tadi, sebelum gue nulis postingan ini, gue nonton The Hobbit sendirian. Ini adalah kali pertama gue nonton sendiri dan rasanya... aneh! Gue tadinya berharap bisa kenalan sama mbak-mbak penjaga studio, tapi berhubung mbak-mbaknya gak mau kenal sama gue, jadi gue urungin niat gue. Nonton bioskop sendirian itu berasa aneh banget. Pertama, sebelum masuk ke studio nya, kita duduk sendiri kayak orang culun, berasa krik krik gimana gitu. Sebagai informasi nih, gue bawa kamera digital gue untuk foto-fotoin orang-orang yang ngantri, tapi pas gue potret,, jebreet.. Blitznya nyala terang gellaa! berasa di sambet kilat, orang-orang langsung liatin gue dan gue langsung buang muka pura-pura gak tau terus kabur.

Kedua, nonton sendiri itu gak enak ketika di sebelah kita ada orang yang pacaran. Tepat di sebelah kiri gue ada cewek dan di sebelah kiri cewek itu ada cowoknya. Tau gak bagian paling menyebalkannya? Ya, pas ada adegan nyeremin si cewek itu langsung peluk cowoknya dan itu buat hati gue menangis dan menjerit; ya tuhan,,, mengapa hambamu ini jomblo! berikan aku pacar tuhan, berikaaaann!

Ketiga yang paling nyebelin pas nonton sendiri itu adalah saat antri, di depan lo banyak anak sekolah. Sekarang, anak SMP juga udah bisa nonton bioskop! gile, gue aja dulu cuman bisa nonton film Ninja Jiraiya di tipi waktu SMP. Gue gak tau itu sebuah kemajuan atau enggak, yang jelas, anak-anak sekolah tuh berisikkk!! Apalagi pas gue nonton The Hobbit itu di samping kanan sama belakang gue anak-anak sekolah semua! dan itu sukses membuat suasana berasa kayak di pasar. Mungkin kapan-kapan kalau gue nonton sendirian lagi, gue harus bawa ketapel.

Ya udah, gitu aja deh postingan gak jelas gue ini. Mudah-mudahan di tahun 2013 entar gue bisa produktif nulis blog lagi. Amin.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑