Skip to main content

Posts

Selamat Tinggal Angelo

Sumpah sebenernya gue enggak tega nulis postingan ini. Kalau kalian sudah ada yang baca postingan gue yang tentang Angelo dan lomba Bukune, pasti tahu siapa itu Angelo. Sedikit flashback, awal pertemuan gue dengan Angelo itu sangat hangat. Kita berdua saling memandangi wajah masing-masing, kita berdua saling curhat dari hati ke hati sampai akhirnya gue memutuskan untuk bawa dia pulang. Awalnya Angelo ini agak kagok pas liat kamar gue yang semberawut abis, tapi lama kelamaan akhirnya dia nyaman juga. Setelah Angelo nyaman di kamar gue, gue masukin deh dia ke dalam akuarium kecil. Buat yang belum tahu, inilah foto Angelo:
Setiap hari Angelo gue kasih makan, terus gue bersihin akuariumnya. Setiap hari juga Angelo enggak nolak makanan yang gue kasih, setiap hari Angelo sama Rudolfo (ikan cupang gue yang lain) saling ngembangin siripnya. Iya, gue, Rudolfo sama Angelo itu kayak sahabat bagai kepompong, siang makan nasi kalau malem minum kopi. Tapi semua euforia kita jadi bencana setelah gu…

Belajar Kalimat Ambigu Nyok!

Hoamm, setelah lama bergelut di dunia nyata, akhirnya gue bisa nulis blog lagi. Untuk potingan kali ini, gue mau jadi orang yang bener. Kalau dilihat dari judulnya, pasti pada enggak tertarik. Kalimat ambigu? ah itu mah pelajaran anak sekolahan! iya, tadinya gue juga nganggep kayak itu. Tapi setelah belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar, gue menyadari kalau kalimat ambigu itu bukan sekedar kalimat yang bermakna ganda, tapi juga kalimat yang ngebingungin abis. Dan ternyata, masih banyak tentang teori kalimat ambigu ini yang enggak gue tahu. Gimana aja sih kalimat ambigu itu? okeh, kita pretelin satu-satu penyebab sebuah kalimat itu jadi ambigu yak...
1. Deduksi yang salah. Sebelumnya, gue mau jelasin dulu kalau deduksi itu sama aja deduktif yang berarti dari kalimat umum ke khusus. Kebalikannya, induktif dari kalimat khusus ke umum. Nah, contoh kalimat yang ambigu karena deduksi yang salah itu adalah:  - Setiap yang berpenyakit jantung pasti akan mati. Kenapa itu salah, soalnya…

Postingan Alakadarnya: Korban Tipi

Akhir-akhir ini gue ngerasa kalau gue sama keluarga gue tuh bener-bener jadi korban tipi. Bukannya apa, semua berita, acara atau iklan di tipi yang lebay-lebay tuh ternyata memang benar-benar ampuh buat kita jadi kepo terus ngikutin apa yang dimau. Begitu juga gue. Beberapa waktu yang lalu gue liat iklan seruput 9 Milyar kopi ABC dan akhirnya gue nyari itu kopi yang ada logo khususnya.

Nah, setelah gue baca, ternyata 9 Milyar itu total hadiahnya aja.

Yah, biar gimana pun, sebagai banci kuis yang menjunjung tinggi nilai sebuah kuis, gue akhirnya memutuskan untuk tetep ngikutin itu kuis. Kapan lagi gue ngopi ada imbalannya. Selain kopi ABC itu, kalian tau shampo Head n' Shoulders? Iya, gara-gara Messi yang jadi model iklannya, gue jadi beralih ke itu shampo. Dan, gue beli yang sachet, jadinya gini deh...

Bisa diliat diatas, kelebihan beli shampo sachet itu adalah bisa kita gantungin bareng baju. Terus, kalau mau dipakai tinggal sobek, percis kayak di warkop pas mau beli kopi. Bukan…

Link Duo Rampok

Seperti yang sudah gue tulis di postingan sebelumnya, akhirnya blog Duo Rampok kelar juga! Yeah. Dan ini adalah screenshoot nya:

Blog tentang apaan sih Duo Rampok? Bisa ngerekrut perampok gak disana? Atau jangan-jangan itu biro jodoh buat para rampok jomblo? Nah, daripada nanya-nanya enggak jelas, lebih baik langsung ke TKP dah. Kalian bisa kunjungi Blog Duo Rampok DISINI

Projek Duo Rampok

Gak tau deh, akhir-akhir ini gue hobi banget berimajinasi liar. Salah satunya, gue sama si gemboool, Riyan Hasanin, lagi-lagi pengen nulis draft yang nyeleneh. Kalau sebelumnya gue udah konfirmasi mau buat draft cinta saos tomat dan sambal, nah sekarang gue sama Riyan ini mau nyambung nulis naskah kita yang beberapa waktu lalu terbengkalai; Duo Rampok. Gara-gara ini, gue sama Riyan mengenyampingkan cinta saos tomat dan sambal dulu yang padahal tinggal beberapa bab lagi, huehue.. Oh iya, sebelumnya gue makasih banyak buat temen blogger gue Risah yang udah ngereview naskah Cinta saos tomat dan sambal itu.
Kenapa gue sama Riyan lebih memilih duo rampok untuk diselesaiin duluan ketimbang Cinta saos tomat dan sambal? jawabannya adalah karena di duo rampok, karakter kita sebagai orang yang hobi nulis komedi-komedian keluar. Gue sama Riyan ini lebih bisa bereksplor ria di duo rampok, sama kayak gue nulis fiksi detektif ujang. 
Sesuai namanya, Duo Rampok, naskahnya nanti bercerita tentang k…