Saturday, 22 August 2015

Tips Sinopsis FTV Romkom: Goda Reviewer Dengan Paragraf Pertama (Sinopsis Burger Lapis Cinta)

Oke, postingan ini spesial buat teman-teman yang pengin banget nulis sinopsis untuk ftv. Disini, gue akan mencoba membedah paragraf pertama sinopsis gue sendiri yang sudah tayang berjudul burger lapis cinta. Kenapa paragraf pertama? Soalnya, itu tuh paragraf penting dalam sebuah sinopsis ftv. Jangan sampai, sinopsis kita sudah gugur sejak paragraf pertama. Bukannya gue jago ya, gue cuman share pengalaman dari pengamatan gue tentang sinopsis yang sudah di acc aja. Sekali lagi, ini bukan berarti gue jago, sinopsis gue juga ada yang ditolak-ditolaknya kok. Oh iya, sekedar info tambahan aja, sinopsis Burger Lapis Cinta ini kalau nggak salah semua nama tokoh di rubah dan ada beberapa plot di improve tanpa mengubah benang merah ceritanya, tapi itu nggak masalah karena segala improve adalah hak penulis skenario dan PH yang bersangkutan. Yang penting, pada dasarnya sinopsis atau cerita kita sudah memenuhi keinginan station tv sehingga di acc. Sip, kita mulai sajo yo.

Paragraf 1:
Ramli kaget bukan main melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Masalahnya, hari ini tuh hari pertama Ramli masuk kerja! Nggak pake mandi, cuman sikat gigi, Ramli langsung berangkat dengan motor bebeknya. Sialnya, di tengah jalan Ramli nabrak gerobak burger Pak Hasan. Kasihan sih lihat tuh tukang burger nyejugruk di bawah pohon, tapi Ramli nggak mau telat dan langsung cabut. Baliknya, Pak Hasan curhat sama istri dan anaknya, Bu Alya dan Mona. Gerobak burgernya jadi hancur gitu. Padahal tuh gerobak baru bakal di pakai buat entar siang jualan. Untungnya ada Riyan nih yang demen sama Mona. Kebetulan Riyan punya gerobak bekas gitu tapi masih layak pakai. Riyan pinjemin dulu deh tuh gerobak sampai gerobaknya Pak Hasan bener lagi. Baik banget ya Riyan, tapi sayang Mona cuman nganggep Dia sahabat doang. Gimana nasib Ramli? Dia telat satu jam dan langsung di pecat! Gila, disiplin banget tuh kantor, belum juga mulai kerja sudah di pecat aja. Di tengah jalan menuju pulang dengan tampangnya yang lesu, Ramli nggak sengaja melihat Mona yang cantiknya kebangetan lagi membuat burger. Naluri lelaki Ramli langsung muncul nih, pura-pura beli burger padahal pengin kenalan. Ah, duit di dompet pas banget lagi untuk beli satu burger, ya sudah Ramli nekat deh abisin tuh duit. Rencana Ramli berhasil, dia bisa kenalan sama Mona. Sambil makan burger di tempat, Ramli ngobrol sama Mona. Mona cerita sih dia jualan gantiin Bokapnya yang tadi pagi kena musibah di tabrak motor. Ramli sok-sokan deh tuh nyumpahin si penabrak, padahal kan itu dia sendiri. Ramli dan Mona pun bertukar nomor hape, setelah itu Ramli pulang. Di rumah, Ramli mulai mikir nih, jangan-jangan yang di tabraknya tadi pagi tuh Bokapnya Mona?? Tapi, ah, bisa aja kebetulan sama kronologis kejadiannya kan, yang penting dapet gebetan!

Asal mula: Di paragraf pertama itu sebenarnya adalah sebuah situasi yang ftv banget yaitu "tabrakan". Tapi, gue mikir, tabrakan yang gimana ya kira-kira yang nggak langsung ke tokoh yang nantinya di ending bakalan bersatu? Biasanya kan kalau tabrakan tuh antar tokoh yang nantinya bersatu. Begitu kita nonton, terus kita lihat adegan tabrakan, pasti kita mikir, "Ah, pasti dua ini nih yang nantinya jadian, basi!" Nah, makanya di sinopsis burger lapis cinta, gue belokin adegan tabrakan itu.

Poin-poin yang ada di paragraf pertama:
- Ramli baru mulai kerja, di tengah jalan nabrak Pak Hasan. Ramli di pecat karena telat sejam.
- Pak Hasan nggak jadi jualan burger karena ditabrak Ramli. Pak Hasan ini, punya anak namanya Mona.
- Mona yang menggantikan Pak Hasan jualan burger.
- Riyan suka sama Mona.

Konflik paragraf pertama: Ramli nabrak Pak Hasan yang notabene Bokapnya Mona. Mona ini, adalah cewek yang di ending entar bakal jadian sama Ramli. Di sini, Mona belum tau kalau Ramli si cowok yang baru dikenalnya lah yang ternyata nabrak Bokapnya. Konflik semakin dipertebal dengan adanya Riyan, si cowok yang juga naksir sama Mona. Dari paragraf awal aja, kita abaikan dulu endingnya seperti apa, ada beberapa pertanyaan: Siapa yang nanti jadian sama Mona? Ramli yang nabrak Bokapnya atau Riyan yang baik banget sama Mona? Kalau ternyata akhirnya sama Ramli gimana dong, kan yang nabrak Bokapnya Mona tuh Ramli?

Yup, sekali lagi, paragraf pertama adalah kunci awal kesuksesan sebuah sinopsis. Jangan disepelekan! Buat reviewer ketagihan untuk baca paragraf selanjutnya, jangan buat reviewernya ngantuk pas baca paragraf pertama kita. Okelah paragraf pertama harus buat latar belakang juga, tapi jangan terlena sehingga kita lupa meletakkan konflik. Kita harus berfikir tentang konflik A pemicu konflik B, konflik B pemicu konflik C dan seterusnya. Memang nggak menjamin di acc, tapi kalau paragraf satu sudah kuat, yakinlah itu bakalan mempermudah diri kita sendiri. Selain itu, sekali lagi, bisa bikin sinopsis kita nggak gugur sejak paragraf pertama. Semoga membantu.

Wednesday, 19 August 2015

Review Film Magic Hour

 
Kemarin, gue sama cemewew gue, nonton film Magic Hour produksi Screenplay. Gue penasaran sih isi filmnya sekeren trailernya nggak ya? Gue nonton Magic Hour di Miko Mall, Bandung. Murah cuy, hari biasa cuman 18 ribu! Nah, walaupun gue jadi penulis cerita ftv baru untuk Screenplay Production, bukan berarti review gue ini atas dasar karena gue nulis cerita ftv untuk Screenplay makanya gue bagus-bagusin ya, tapi karena memang penilaian gue pribadi. Kalau nggak salah, magic hour ini di angkat dari novel. Jujur, gue belum baca novelnya sih, jadi yang gue nilai cuman sebatas filmnya dan nggak ada perbandingan sama novelnya.

Langsung masuk ke cerita. Di awal, gue merasa "wah, ftv nih kayaknya ceritanya", soalnya alurnya cukup dejavu sama ftv-ftv dimana Nyokapnya Gweeny yang diperankan oleh Meriam Bellina, menjodohkan Gweeny sama Dimas, anak temannya. Nah, Gweeny ini kemudian nyuruh Raina untuk pura-pura menjadi dirinya. Tujuannya, untuk mencari tahu gimana itu si Dimas. Sampai sini, alurnya ftv banget kan? Oh, yes, gue nggak menikmati ceritanya di awal-awal itu, tapi yang sangat gue nikmati adalah komedi di awal-awal filmnya. Meriam Bellina dengan logat sundanya, PECAH! Semua penonton di bioskop pada ketawa! Di tambah lagi Miqdad Addausy yang perannya rada kebanci-bancian, sumpah gue ngakak abis! Sayangnya Miqdad Addausy di film ini cuman jadi bumbu di awal aja. Yah, bisa di bilang, di film ini kita kudu ketawa dulu sebelum akhirnya nangis berdarah-darah.

Nah, rencana Gweeny itu justru membuat Raina cinta sama Dimas. Raina juga sudah jelasin ke Dimas kalau dia bukan Gweeny, tapi Dimas juga ternyata sukanya sama Raina. Dimas nggak peduli deh sama perjodohan itu. Begitu keduanya sudah mulai cinta, muncul konflik dimana Gweeny ternyata suka juga sama Dimas pas mereka ketemu dan Toby yang merupakan sahabat Raina ternyata cinta juga sama Raina. Gweeny marah sama Raina karena Dimas lebih memilih Raina. Kejutan di film ini, ternyata Dimas ini hidupnya nggak lama lagi, lho kok bisa? Nonton sendiri aja ya kalau mau tahu, hueuhue... Masalah semakin meruncing ketika Raina tahu kalau Dimas-lah yang di awal cerita nabrak Dia, tapi sebenarnya bukan sepenuhnya salah Dimas lho, terus kalau bukan sepenuhnya salah Dimas, salah siapa dong? Nonton aja ya kalau pengin tahu, hihihi... Masuk ke bagian akhir, Raina jadi buta, tapi dia dapat donor mata dari Dimas yang meninggal. Namun, Dimas tetap ada dalam kehidupan Raina. Sayangnya, Dimas itu bukanlah Dimas. Kalau ada yang pernah lihat trailernya Magic Hour, ada sebuah conversation dari Raina yang bunyinya gini, "Kamu bukan Dimas, kamu siapa?". Itulah ending ceritanya entar. Penasaran? Nonton aja deh, gue jamin nggak bakal menyesal deh.

Ada beberapa kejutan di Magic Hour ini, ada yang di kemasnya dengan alur maju mundur sehingga kita sebagai penonton pasti akan bergumam, "Ooooo, gitu...". Selain romance, kita juga disajikan dengan banyolan-banyolan pengocok perut yang gue jamin pasti pada ketawa, nggak nanggung. Overall, gue puas sih karena pada akhirnya film ini bisa menguras emosi penonton. Banyak yang nangis lho di bioskop, gue pengin nangis juga sih, tapi entar tingkat kegantengan gue menurun kalau gue nangis, halah. Menurut gue, Screenplay Productions cukup sukses dengan film magic hour ini, akting para pemainnya juga bagus. Untuk cerita, mungkin gue sedikit rada kurang sreg aja di ending, tapi itu masalah selera aja, yang jelas film Magic Hour ini recommended banget untuk kalian yang suka film romance yang di balut komedi.

Wednesday, 12 August 2015

Jadwal Tayang FTV Buger Lapis Cinta

Hmm, gimana yak kalau orang yang kita sayang dan kita cintai itu ternyata adalah orang yang mencelakakan orangtua kita? Hayo, diputusin apa nggak?? Yah, kira-kira begitulah sekilas info tentang FTV Burger Lapis Cinta yang ceritanya gue tulis dan pastinya di beberapa part dalam pengeksekusian FTV nya sedikit di rubah tanpa meninggalkan benang merah dari cerita keseluruhan. Yang jelas, improve di lapangan pasti lebih keren! Yang gue tahu FTV ini diperankan oleh: Dion Wiyoko, Anjani Dina, Bella Nurmala, Lionil Hendrik, dll.


Nah, tayangnya besok nih hari KAMIS, 13-AGUSTUS-2015, PUKUL 10.00 di SCTV. Yuk ah, makan Burger Lapis Cinta.. hihihi..

Monday, 3 August 2015

Jadwal Tayang FTV PCPC, BDIL dan CCCKC

Ini dia jadwal tayang FTV yang gue turut andil dalam membuat ceritanya.

PUKULAN CINTA PETINJU CANTIK
SCTV, SELASA 4-Agustus-2015, pukul 10.00 wib


Bubble Drink In Love
SCTV, SELASA 4-Agustus-2015, pukul 23.00 wib


Cubit-Cubit Cinta Kue Cubit
SCTV, KAMIS 6-Agustus-2015, pukul 23.00 wib

Jadwal di atas bisa aja berubah, entar kalau berubah gue UPDATE lagi di postingan ini. Nonton ya!

Tuesday, 21 July 2015

Tips Lanjutan Nulis Sinopsis FTV

Gue ngerasa, gue punya sedikit ilmu yang mungkin bisa gue share lagi nih buat teman-teman yang tertarik nulis sinopsis buat FTV Romance Komedi. Gue nggak ngerasa jago, jujur sinopsis ftv gue juga banyak yang di tolak. Tapi, setidaknya gue bisa membagikan beberapa poin yang ngebuat sinopsis kita "dibaca sampai tuntas" oleh reviewer dan juga dari pengamatan gue sendiri dari sinopsis-sinopsis gue yang sudah di terima. Simak baik-baik di bawah ini ya:

1. Kesan di Paragraf Pertama
Paragraf pertama, beberapa orang pernah ngirim sinopsisnya ke gue, rata-rata banyak sekali kalimat yang bertele-tele. To the point aja, tulislah konflik awal bagaimana para tokoh bertemu, apa latar belakang mereka. Misal, si cewek jualan jengkol, apa yang melatarbelakangi si cewek itu jualan jengkol? Apakah karena Ngegantiin bokapnya yang lagi sakit, apa untuk bayar kuliah, dan lain-lain. Gue kalau nggak salah pernah nulis poin ini di postingan sebelumnya, tapi karena kecenderungan pengunjung baru yang nggak suka ngubek-ngubek postingan lama, makanya gue coba tulis lagi di postingan kali ini.

2. Tren
Sekarang, pihak station punya kecenderungan lebih suka menerima sinopsis yang sesuai dengan tren terkini. Misal kita bakal memasukkan unsur penjual makanan, nah makanan apa yang lagi tren saat ini di jakarta atau di kota-kota besar lainnya? Inilah perlunya sedikit analisis. Lihat aja, begitu batu akik tren, ftv tentang batu akik langsung nongol. Terkadang, walaupun cerita kita biasa aja, tapi karena lagi tren bisa jadi diterima dengan syarat revisi, kan lumayan.

3. Judul
Mungkin nggak terlalu penting dibandingkan konflik, tapi dengan judul yang sudah "menggugah", paling nggak ngebuat reviewer tertarik membaca gimana isinya. Kalau judul kita aja sudah nggak menarik, bisa-bisa reviewer ngebaca judul-judul yang lebih menarik perhatian mereka terlebih dahulu. Hal itu ngebuat sinopsis yang kita buat, kalah langkah dari sinopsis-sinopsis lain.

4. Fluktuasi Cerita
Sinopsis itu diharuskan jangan lebih dari 3 halaman, jangan juga satu halaman, bagusnya sih 3 halaman terpenuhi. Diharapkan, 3 halaman itu ngebuat kita semakin mengeksplor lagi konflik-konflik yang ada di dalamnya. Gue saranin, jangan ada konflik yang sama. Misalnya, ketahuan selingkuh atau mensabotase dagangan, jangan sampai alur-alur itu terjadi dua kali. Jangan juga kita buat konflik yang terus tinggi. Mainin aja konfliknya lebih bergelombang, itu yang pihak station suka. Momen-momen si tokoh utama saling ribut, saling suka, ribut lagi, suka lagi, mainkan itu di dalam 3 halaman. Sekarang sih gue saranin alurnya kalo bisa dari suka-benci-suka lagi. Soalnya dari benci jadi cinta sudah sangat sering. Yah, tapi kalo prosesnya bagus sih dari yang benci jadi cinta juga masih tetep di terima kok.

5. Plot
Sekarang makin banyak plot makin besar peluang di terima. Tapi, bagaimana cara kita menghubungkan plot-plot itu juga di nilai. Iya, bisa di bilang cara kita menuliskannya juga harus halus. Transisi plot inilah yang biasanya kadang jadi masalah kita, kapan plot ini harus maju, kapan plot ini di tahan dulu itulah yang biasanya ngebuat kita para penulis ide bingung. Karena kebingungan itulah kadang ngebuat eksekusinya malah jadi berantakan.

6. Memaksimalkan Peran Tokoh
Ada juga beberapa sinopsis yang gue review, tokohnya cuman sebagai informan. Ini sebisa mungkin jangan terjadi. Katakanlah namanya Bunga. Bunga, cuman jadi informan doang kalo pacar sahabatnya yang bernama Raisa tuh selingkuh? Dari 3 halaman, keterlibatan Bunga itu doang? kan sayang. Sahabat si tokoh utama itu jadinya kurang terlibat dalam cerita. Makanya nih, libatkan semua karakter yang ada ke dalam cerita yang lebih aktif.

Nah, segitu gue rasa sudah cukup untuk membuat sinopsis atau cerita yang lebih terstruktur. Tapi, poin-poin di atas itu cuman sekedar teori biar sinopsis kita bisa paling nggak minimal sudah standar FTV banget. Banyak faktor lain termasuk gaya bahasa yang sulit diajarkan karena gaya bahasa timbul karena sering menulis dan biasanya setiap penulis punya gaya masing-masing dalam bercerita. Selain itu, faktor x lainnya bisa datang dari para reviewer itu sendiri. Terkandang, cerita yang sudah FTV banget pun di tolak. Maka dari itu, solusi selanjutnya dari gue, setelah kita nulis sinopsis dengan maksimal, berdoa lah dengan maksimal juga. Good Luck!
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑