Wednesday, 10 June 2015

Cover Plus Blurb C.L.B.K

Setelah sebelum-sebelumnya gue cuman share cover C.L.B.K (Cinta, Luka, Bersemi Kembali) doang, tanpa blurb. Kali ini gue akan share juga blurb nya yang baru di bikin sama penerbitnya. Yuk, lihat di bawah cover akhirnya:


Nah kan nggak kelihatan blurbnya, hihihi... Blurbnya gini:
_________________________

JOKO
'Gimana kalau sekarang kita cari pacar?'

MAMAT
'Caranya? Lagian kita kan dari dulu udah janji gak bakal ngejer cewek, tapi cewek yang ngejer kita. Untuk apa kita masuk OSIS coba? Kan biar dikenal cewek, Broo..'

ARDI
'Bener tuh yang di bilang Mamat, harus cewek yang ngejer kita. Tapi kenapa ya sampai sekarang gak ada cewek yang ngejer kita? Perasaan kita itu gak jelek-jelek amat deh, tapi kok gak ada cewek yang suka sama kita ya?'

IKHSAN
'Bah! Cetek kali pemikiran kalian itu. Ya jelaslah, mana ada cewek suka sama kita, apalagi sampai ada yang mau mengejar kita. Kita itu tidak pernah pedekate sama cewek. Mereka tuh mikir kita homo. Kemana-mana selalu berempat. Ke WC pun kita berempat. Oh Tuhan, baru sadar juga aku itu!'

***

Cinta, Luka, Bersemi Kembali menggambarkan kehidupan anak SMA yang kental akan kisah persahabatan dan cinta. Terkadang, ketika cinta sudah tumbuh di hati, di situlah sebenarnya tersedia luka yang bisa kapan saja siap menggerogoti.

_________________________

Makin penasaran nggak? Kata penerbitnya sih, nunggu antrian cetak, sekitar 2-3 bulan. Doakan semakin cepat memenuhi rak di toko buku ya teman-teman. Jangan lupa, beli!

Friday, 5 June 2015

Tips Mencari Duet Menulis

Terkadang, ada rasa jenuh kalau kita tuh nulis sendiri. Nah, maka dari itu, salah satu cara yang biasanya bakal di ambil adalah berduet sama orang lain. Gue sama teman gue, Riyan Hasanin, sudah dua kali duet, pertama di buku yang sifatnya indie dan yang kedua di buku Cinta, Luka, Bersemi Kembali yang mungkin terbitnya 2-3 bulanan lagi (tergantung antrian cetak). Tentunya ada kendala besar ketika kita nulis berdua, yaitu ego. Yah, biasalah, kita berdua sering nulis sendiri-sendiri, jadi ketika berduet selalu saja ada pemikiran-pemikiran sendiri. Tapi, di sudut tertentu, hal itu bisa menambah kaya ide di dalam tulisan. Terus, gimana sih cara kita mencari duet menulis untuk sebuah karya fiksi?

1. Chemistry
Yup, gue sama Riyan sudah kenalan lama, dari TK sampai SMA, jadi kita sudah punya chemistry yang cukup baik walaupun kita sekarang tinggal di kota yang berbeda. Chemistry bukan berarti harus kenalan lama kayak gue sama Riyan, tapi bisa nyatu dengan cara berpikir sama sifat kita. Bukan nyanyi doang, nulis juga butuh soul. Soalnya, chemistry ini bisa meredakan ego yang seringkali muncul.

2. Passion
Gairah menulis yang sama. Passion ini bisa kita rasakan sendiri kok dengan melihat bagaimana keseriusan partner menulis kita dalam menyelesaikan tulisannya. Bisa di tes sih dengan menjadwalkan deadline. Kalau partner nulis kita sudah terlalu lama menyelesaikan tulisan dari deadline yang sudah di tentukan, sudah pasti passion nulis kita sama sang partner nggak sama. Bukan berarti sang partner lebih jelek dari kita, enggak, tapi ini tentang keselarasan passion aja. Soalnya, kalau passion kita rasa sudah sama, pasti kedepannya bakal mudah dan cepat selesai.

3. Adaptasi
Adaptasi yang dimaksudkan di sini adalah adaptasi gaya tulisan. Misalnya membuat sebuah novel, tentu kita sudah menetapkan gaya bahasa agar sama, walaupun di tulis berdua. Chemistry saja nggak menjamin kalau si partner bisa menyesuaikan gaya tulisannya. Sebaliknya, kita juga harus beradaptasi. Terkadang adaptasi gaya bahasa ini butuh waktu, apalagi kalau dua penulis itu punya genre tulisan yang beda.

4. Dedikasi Tinggi
Kalau tiga poin di atas di rasa sudah cukup terpenuhi, pilihlah yang punya dedikasi tinggi menyelesaikan itu naskah. Sedikit bersentuhan dengan passion sih, tapi terkadang passion tinggi yang hanya terfokus untuk menyelesaikan "bagiannya" saja itu nggak cukup, biasanya tulisan yang di hasilkan malah nggak maksimal. Nah, kalau partner kita sudah punya dedikasi tinggi juga, biasanya dia bakal mengeluarkan effort yang lebih lagi. Bukan tentang bagaimana bagiannya selesai saja, tapi juga memikirkan bagaimana kualitas tulisannya.

5. Plus Minus Tulisan
Sebisa mungkin, usahakan sisi plus tulisan kita, menutupi sisi minus dari partner. Sebaliknya, sisi plus dari partner, menutupi sisi minus dari kita. Pastinya, kita sama partner ada kelebihan dan kekurangan masing-masing dari segi teknis dalam tulisan. Yah, bisa di bilang ini rada masuk bagian chemistry sih, kita harus tahu apa kelebihan dan kekurangan dalam hal tulisan masing-masing.

Demikianlah tips mencari duet atau partner menulis dari gue. Kelebihan menulis berdua ini adalah ide lebih variatif, bisa saja kita mikir A, tapi partner punya pemikiran B yang lebih oke. Tulisan juga bisa lebih cepat kalau kelima poin di atas terpenuhi. Hayo, mau coba nggak nulis berdua? hihihi...

Monday, 1 June 2015

Fiksi - Misteri Hilangnya Kucing Persia Salsa (Final Chapter 1)

Baca dulu yang sebelumnya DISINI

Pos satpam. Sebuah tempat berbentuk persegi berukuran 6x6 meter. Berpintu kayu berwarna putih dengan sebuah kursi panjang biru di depannya. Di sana terdapat tiga orang berseragam security yang sedang melakukan aktifitas yang berbeda-beda. Ada yang sedang menyambut mobil masuk ke dalam perumahan, ada yang asyik menyeruput kopi dan satu lagi sedang main handphone. Niko, Jamal dan Rifky yang baru sampai di sana pun langsung menghampiri satpam yang sedang berdiri menyambut mobil atau motor yang keluar masuk. Satpam itu masih tergolong muda, tegap dan memiliki alis yang tebal.

“Malam…,” buka Niko sembari mengamati tag nama satpam yang berada di dadanya, “Pak Irwan?”

“Iya, ada yang bisa saya bantu?” Pak Irwan sedikit menunduk dan menadahkan tangan kanannya ke arah gerbang, “Kalau mau pulang silahkan Mas, langsung saja.”
 
“Kita memang mau pulang Pak, tapi ada yang mau kita tanyain dulu nih sebelum pulang.”

“Oh begitu, mau tanya apa ya?”
 
Jamal maju satu langkah. Ia merasa kali ini adalah waktu yang tepat untuk beraksi. “Begini Pak, apakah kemarin malam ada orang berambut cepak dan punya tahi lalat di pipi kirinya masuk ke dalam perumahan ini?”
 
“Oh, setahu saya gak ada ya, tapi tunggu dulu…,” Pak Irwan mendatangi kedua teman satpamnya yang lagi asyik nyantai.  Mereka terlihat sedang ngobrol seru. Tak berapa lama dari itu, Pak Irwan kembali lagi dengan membawa sebuah buku tamu berwarna merah tua dan menunjukkan salah satu halamannya ke Niko, “Kata Pak Wira ada nih, namanya Beni. Alamatnya Jalan Permana Indah nomor. 33A.”

“Sip..,” Jamal mencatat informasi tersebut.

Pak Irwan memasang ekspresi sedikit penasaran, “Emangnya ada apa ya kalian nanya itu?”

“Oh, begini Pak, kucing salah satu penghuni di perumahan ini hilang…,”
 
“Kucing persianya Salsa?” potong Pak Irwan.
 
“Nah, iya itu!” jawab Niko, Rifky dan Jamal serentak.
 
“Oooo, iya-iya, kan saya yang bantu Salsa nyariin sekitaran perumahan. Tapi gak ketemu juga. Kayaknya di bawa makhluk halus deh Mas.”
 
“…..”
 
Pak Irwan langsung menetralkan situasi, “Ah, becanda, di sini mana ada hantu penculik kucing.”
 
“Hah.. ha.. hah… ha…,” tawa Niko terbata-bata.
 
“Lalu, apakah anda melihat Beni keluar perumahan sambil membawa kucing?” tanya Jamal.
 
Pak Irwan menepuk jidat, “Oh iya! Aduh, bodoh sekali saya. Saya lihat, itu orang bawa-bawa kain gitu, warnanya hitam!”
 
“Sip! Ya sudah, terimakasih atas informasinya Pak,” Jamal menjabat tangan Pak Irwan, “Kita pulang dulu,” lanjutnya.

Satu lagi informasi penting didapatkan. Niko, Rifky dan Jamal memutuskan untuk mendatangi rumah orang yang bernama Beni itu besok. Dalam perjalanan kembali ke kosan menggunakan angkot, mereka terus berdebat soal kasus yang sedang mereka kerjakan. Sangat seru sehingga menjadi pusat perhatian penumpang angkot lainnya.

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑