Tuesday, 29 April 2014

Review Naskah Gue Dong...

Buat para pembaca blog gue, baik yang udah sering mampir atau pun yang tersesat, di postingan kali ini gue cuman mau minta temen-temen nge-review naskah novel (rencananya) gue sama temen gue Riyan Hasanin. Naskah ini genrenya Romance Komedi untuk remaja-remaja getoh. Semuanya ada 15 BAB plus intro dan epilog, tapi di blog ini gue kasih lihat intro sampai bab 1 aja. Tanpa basa-bisi lagi, di bawah ini demonya:



Buat yang masih penasaran sama lanjutannya, gue upload filenya tapi cuman sampai bab 4. Bisa di download DISINI.

Naskahnya sendiri belum final, masih mau di obok-obok lagi gaya bahasa dan peletakan-peletakannya. Tapi, secara garis besar seperti itu deh pokoknya.

Review-nya bisa ditumpahkan di komentar postingan ini atau twitter gue ya @febyandriawan. Nah, entar yang udah nge-review ini bakal gw catat siapa aja. Gue udah punya rencana kejutan untuk para reviewer terpilih! muahahaha...

Saturday, 26 April 2014

Aku Numpang Curcol Ya....

Kenalin nama aku tuh hukum. Aku tuh serem lho, kalau kalian berurusan dengan aku, pasti kalian takut. Gimana enggak takut, gara-gara aku, kalian bisa di penjara, bahkan kalian bisa mati. Makanya, jangan coba-coba bermain dengan aku ya.  Eh, eh, tapi aku enggak seseram itu lho kalau di Indonesia. Iya, aku tuh culun banget kalau di Indonesia. Enggak tau ya, kayaknya Indonesia tuh orang-orangnya sudah pakai vaksin buat anti ke aku getoh.. Emang sih setiap ada yang bersentuhan sama aku mereka dapat balasannya. Tapi, mereka selalu bisa lepas dari cengkraman aku. Kenapa ya, aku tuh kalau di Indonesia kayak mati gaya. Apakah aku sehina itu di Indonesia?

Ada sih orang Indonesia yang mati karena aku, tapi itu cuman sebatas teroris dan pembunuh-pembunuh saja. Koruptor? Beuh... Aku tuh ya, di negara-negara lain seperti China bisa ngebunuh koruptor lho. Aku berasa sebesar Hulk kalau di luaran sana, tapi di Indonesia aku cuman sebatas semut yang mudah diinjak-injak. Apa Indonesia tuh negara hebat ya? Entahlah, tapi setahu aku, Indonesia banyak koruptor sama pemerkosanya deh, Indonesia juga negara yang bisanya cuman beli, sedikit yang bisa menciptakan. Nah, kasus baru-baru ini, ada pemerkosaan di bawah umur di salah satu sekolah International di Jakarta lho.. Tapi, apa yakin pelakunya cuman segitu? hmmm...

Eh, eh, ada yang di stop Polisi tuh karena melanggar peraturan lalu lintas. Lah, tapi kok keluar duit seratus ribu pengendara bisa melengos pergi? Yah, bukannya di serahin ke aku tapi malah nebelin dompet sendiri tuh Polisi. Eh, eh, jangan salah lho, banyak juga kok koruptor masuk penjara gara-gara aku.. Horeeee... Yah, walaupun enggak mati, setidaknya penjara sudah ngasih efek jera. Lho, lho, lho, tapi kok bisa jalan-jalan ke Bali tuh koruptor? tapi kok penjaranya lebih mewah dari tahanan lain? tapi kok cuman di penjara sebentar? Haduh, lagi-lagi aku merasa di anak tirikan. Tentu saja, anak kandungnya kan duit. Iya, di Indonesia, aku mati karena duit. Bukan mati karena cinta.

Untuk apa Indonesia menciptakan aku dong kalau mereka masih memandang sebelah mata keberadaan aku? kasian banget ya aku, huuu...

Maaf ya aku curhat di blog yang enggak penting ini, hihihi... Indonesia tuh luas, tapi pemimpinnya "kocak-kocak". Aku enggak nyaman tinggal di Indonesia. Aku enggak di hargai. Bahkan, pengacara dan hakim di Indonesia tuh juga adaaaa saja yang membela penjahat. Aku ini apa di mata kalian! dimana hati nurani kalian! Ehem, sorry ya aku jadi rada emosi. Ah, daripada galau mending aku jalan-jalan ke negara lain dulu deh yang bisa lebih mengerti aku. Good Bye, makasih ya sudah baca curcol aku ini. Dadaaah...

Tuesday, 15 April 2014

Menjelang Piala Dunia: 10 Bek Tengah Terbaik Versi Gue

Enggak terasa pesta akbar sepakbola dunia, Piala Dunia, bakal datang lagi. Enggak tahu kenapa, kalau Piala Dunia berlangsung, acara lain tuh berasa garing. Bagi gue pribadi, sepakbola tuh sudah kayak nulis. Gue bener-bener kecanduan bola sejak tahun 1998 kira-kira. Di era itu, Liga yang paling bagus menurut gue Liga Italia. Nah, berhubung sebentar lagi Piala Dunia, gue mau posting tentang sepakbola dulu. Postingan tentang sepakbola ini gue mulai dari 10 bek tengah paling tangguh versi gue yang baru ngerti bola di era 98-an ya, gue tahu masih ada yang bagus di era-era sebelumnya, tapi gue gak setua itu kelesss.. Oke deh ini dia daftar pemainnya:

1. Paolo Maldini

PaoloMaldini.jpg
Orang-orang yang lahir di era gue, pasti kenal nih pemain. Legenda kelahiran 26 Juni 1968 (nyontek di wikipedia) ini punya kemampuan komplit jadi bek. Dia bisa main di bek sayap, biasanya kiri, juga bisa jadi bek tengah. Ciri khas Maldini ada di tacklenya yang tanpa kompromi tapi bersih dan elegan. Sekarang mungkin ada Chiellini sebagai bek tengah tangguh di Italia, tapi karisma Maldini susah ditandingi bek manapun. Bahkan, Messi juga takut dengan ketenangan nih pemain. Waktu Maldini pensiun, gue juga ngerasain banget kehilangan nih pemain. Salah satu kenapa gue sampai sekarang jadi milanisti ya karena Maldini ini. Loyalitas Maldini-lah yang akhirnya membuat AC Milan menpensiunkan nomor 3, sama seperti nomor 6 milik Baresi, salah satu bek tengah tangguh lainnya yang dimiliki Milan. Tapi sayangnya, gue belum pernah lihat Baresi main. Kekurangan Maldini cuman satu, dia belum mencicipi gelar Piala Dunia. Iya, bisa di bilang Maldini ini salah satu pemain hebat tanpa gelar juara Piala Dunia.

2. Alessandro Nesta

 
Nama Nesta mencuat setelah do'i main bagus di Lazio. Waktu awal kemunculannya, Nesta digadang-gadang bakal jadi salah satu bek terbaik di dunia. Lihat Nesta main, gue jadi ngeliat Maldini kedua. Kecepatan, antisipasinya sama tacklenya bagus banget. Gak salah kalau akhirnya Milan mencomot Nesta dari Lazio di tahun 2002. Terbukti, bersama Maldini, Nesta berkembang jadi bek yang lebih tangguh lagi. Tahun 2006 jadi puncak karir Nesta di timnas Italia setelah memenangkan Piala Dunia bersama bek tengah legendaris Italia lainnya, Fabio Cannavaro.

3. Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro 2011.jpg

Tingginya sih cuman 176 cm, tapi Fabio Cannavaro ngebuktiin kalau bek tengah itu gak selalu identik dengan postur yang kayak "menara". Iya, banyak striker-striker yang bahkan lebih tinggi dan tangguh yang berhasil dia sikat. Canna bek tengah yang menurut gw lebih mementingkan positioning. Sedikit berbeda dari Nesta. Makanya, pas dia duet sama Nesta di timnas, lini belakang Italia bisa dibilang kayak tembok. Keduanya saling melengkapi. Sama seperti Nesta, puncak penampilan Cannavaro di timnas Italia adalah tahun 2006. Tapi, pemain yang satu ini lebih baik karena mendapatkan gelar pemain terbaik dunia di tahun tersebut. Sangat jarang seorang bek dapat penghargaan pemain terbaik dunia.

4. Jaap Stam

Jaap Stam met fan cropped.jpg

Salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Belanda. Penampilan fisiknya jelas beda jauh dari Fabio Cannavaro. Bandingin aja, Stam tingginya 191 cm. Bedeuh, gak kebayang gue betapa pegelnya leher kalau ngobrol sama Stam. Melejitnya nama Stam adalah ketika do'i memperkuat Manchaster United. Stam adalah pemain yang turut andil membawa MU juara Uefa Champions League di musim 1998-1999, yang menurut gue adalah final yang paling sensasional di turnamen tersebut, bahkan di seluruh turnamen. Yang jelas, Stam salah satu bek yang master dalam hal duel-duel udara dan punya respon bagus ketika berhadapan 1-on-1 dengan penyerang lawan. Sama seperti Maldini, Jaap Stam juga belum pernah merasakan juara Piala Dunia.

5. Tony Adams

 

Bukan fans Arsenal namanya kalau gak tahu sama nih bek. Tony Adams, salah satu pemain binaan Arsenal yang sukses. Sama seperti Maldini, Adams juga cuman membela satu klub sepanjang karir sepakbolanya. Gak heran kalau sampai dibuat patung Tony Adams di luar stadion Arsenal. Sebagai bek, antisipasi Adams bisa dibilang salah satu yang terbaik di eranya. Ketenangannya di barisan belakang Arsenal membuat pemain lain di sektor belakang jadi lebih rileks. Semua gelar di Ingris sudah di menangkan Adams bersama Arsenal, karirnya cuman gak lengkap sama gelar juara Uefa Champions League sama Piala Dunia aja.

6. Carles Puyol

Puyol2011.jpg

Sedikit mirip sama Fabio Cannavaro, tinggi Puyol di bawah rata-rata bek Eropa, yaitu cuman 178 cm. Tapi, antisipasi, respon dan kelincahan ini bek patut dikasih empat jempol! Ciri khas permainan Puyol ini lebih ke agresif dan cepat. Staminanya juga gila banget, kayak gak abis-abis. Enggak ada lagi yang bisa membantah kemampuan Puyol di lini belakang Spanyol dan Barcelona. Terbukti, semua gelar, baik di timnas maupun klub, sudah Dia sikat semua tanpa satu pun yang tersisa. Sekarang, Puyol di ambang masa-masa pensiun. Do'i lebih sering berkutat dengan cedera dan kabarnya juga manajemen Barcelona tidak akan memperpanjang kontraknya.

7. Rio Ferdinand

Lho, bukannya Rio Ferdinand itu penyanyi Indonesia ya? Itu Rio Febrian bego! Yup, Ferdinand. Bek kelahiran 7 November 1978 (nyontek wikipedia lagi) ini mengikat hati Sir Alex Ferguson, pelatih Manchaster United ketika itu, setelah do'i bermain ciamik saat membela Leeds United. Pada era ini, Rio Ferdinand dan Nesta adalah dua calon bek masa depan di negaranya masing-masing. Makanya, pas main Playstation, pertandingan antara Italia vs Ingris termasuk yang sering dimainkan juga karena faktor bek kedua negara sama-sama tangguh. Menurut gue, tipe permainan Ferdinand lebih mirip Nesta; cepat, agresif, tanpa kompromi dan punya tekel menawan. Sekarang, seiring bertambahnya umur, kecepatan Rio menurun dan lebih sering terkena cedera. Walaupun begitu, sampai sekarang dunia tetap mengakui kalau Rio adalah salah satu bek tengah terbaik.

8. Sol Campbell

Sol-Campbell.jpg

Bek tengah yang satu ini adalah salah satu bek tengah yang pastinya juga gak bakal dilupakan oleh fans Arsenal. Campbell punya fisik yang "gila". Gue rasa do'i juga cocok jadi petinju. Walaupun Campbell gak punya kecepatan kayak Nesta, Ferdinand atau Maldini, tapi doi punya strength dan positioning yang bagus, duel bola di udaranya juga mantap. Level tertinggi Campbell di tingkat klub menurut gue adalah final Uefa Champions League tahun 2006 kalau gak salah. Sayang, walaupun Campbell cetak gol, Arsenal harus takluk dari Barcelona dengan skor 2-1.

9. John Terry



Namanya mirip dengan salah satu jenis ikan (baca: teri). Tapi, bek tengah yang satu ini gak diragukan lagi kehebatannya. Sama seperti Maldini, John Terry juga adalah seorang pemimpin di timnya. Bek tengah yang lugas dan jago dalam duel-duel udara. Bersama Ferdinand, Terry menjadikan lini belakang timnas Ingris menjadi kokok dan susah di tembus. Kalau Italia saat itu ada duet Cannavaro-Nesta, di Ingris ada duet Ferdinand-Terry. Karir sepakbola Terry di tingkat klub juga terbilang sukses, sudah semua gelar dia cicipi. Tapi sayangnya, do'i belum pernah juara Piala Dunia di level timnas.


10. Giorgio Chiellini

Giorgio Chiellini (Juventus).jpg

Chiellini adalah bek tengah paling tangguh di era milenium menurut gue. Di saat Maldini, Cannavaro dan Nesta sudah pensiun dari timnas, Chiellini muncul sebagai pewaris cattenacio Italia selanjutnya. Bersama Buffon, Chiellini membuat lini belakang Juventus dan Italia susah banget di tembus. Di level klub, Chiellini cuman kurang gelar juara Uefa Champions League. Tapi, karirnya masih lumayan lama, mungkin masih sekitar 3-4 tahun lagi.

Nah, itu dia sepuluh bek tengah terbaik di era gue. Sebenarnya masih ada Fernando Hierro, tapi karena gue batasi 10, jadinya yang di atas-atas itu aja deh. Selanjutnya, dan gak tau kapan, gue posting 10 kiper terbaik versi gue. Nama Buffon dan Cassilas jelas 2 diantaranya, tapi 8 lagi siapa? Tunggu jawabannya hanya disini. Versi Bung Feby Towel.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑