Sunday, 31 July 2011

Tragedi Lepasnya Luki | Part 2 (End)

Sebelum membaca postingan ini, baca terlebih dahulu part sebelumnya disini.

Setiap menit dan setiap jam berlalu, warga sekitar (masih) terus menanti dan mewaspadai kedatangan Luki yang bisa jadi tiba-tiba itu. Pemandangan rumah warga jadi bisa ditebak. Kalo biasanya gak ada yang nyiapin sapu di depan rumah, sekarang banyak yang pajang sapu di depan rumah buat jaga-jaga siapa tau pas lagi duduk-duduk di teras tiba-tiba Luki nyerang. Ilham sebagai pemilik monyet pemakan segala itu terus menanti hewan peliharaannya itu datang ke pelukannya lagi. Ilham selalu rindu akan keberadaan Luki disisinya. Sampai-sampai kehilangan Luki ini udah kayak kehilangan pacar.
 
“Bik, gue sedih banget nih Luki lepas, dimana ya Luki sekarang? Apa dia baik-baik aja sekarang? Makannya gimana ya?”
“Udah tenang aja lo ham, Luki pasti balik lagi, dia tuh monyet yang pinter.”

“Tapi kan dia pasti kedinginan diluar sana.”

“Kagak, gue yakin sekarang Luki ada di pohon-pohon yang banyak daunnya terus berteduh disana. Udah belum lo kencingnya? Keluar yuk ah, sumpah bau banget nih.”

“Ntar lagi.”

“Ya udah gue keluar duluan ya, duit wc-nya udah gue bayar nih.”

Ya, orang kalo udah cinta banget sama hewan peliharaannya pasti akan merasa sangat kehilangan ketika tuh hewan gak menemaninya lagi. perasaan temen gue Ilham tuh sangat wajar dan gue yakin seluruh manusia yang sayang banget sama hewan mengerti akan situasi yang dihadapi Ilham ini. Melihat kegelisahan dan kesedihan Ilham yang tak kunjung selesai, akhirnya kami membentuk tim khusus pencari Luki. Tim ini terdiri dari bocah-bocah termasuk gue di daerah rumah kami. Tim ini kami beri nama Tim penluk (pencari Luki). Inilah daftar anggota tim penluk beserta tugasnya masing-masing:

1.    Feby (gue): Menganalisa setiap kotoran hewan yang ada.
2.    Ilham: Mencari jejak kaki Luki.
3.    Raid: Menganalisa setiap pohon di sekitar komplek.
4.    Geri: Menangkap setiap kucing liar yang lewat untuk diinterogasi.
5.    Argho: Penyuplai makanan ringan.
6.    Riyan. S (beda sama Riyan yang diatas): Bertanya ke warga komplek.
7.    Boninka & Burhan: Gak ngapa-ngapain. (ngaco)
8.    Eci & Ine: Main rumah-rumahan. (makin ngaco)

Tim tersebut kami bentuk dengan tujuan yang mulia dan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Dengan semangat yang berapi-api akhirnya dalam satu hari kita ngelilingin komplek yang luas hanya untuk mencari seekor monyet yang udah ngancurin bola kertas gue. Dendam pribadi gue sama tuh monyet terpaksa harus gue kubur dalem-dalem demi membuat hati temen gue, Ilham, kembali tenang. Akhirnya setiap balik sekolah kami bertekad untuk mencari Luki.

Seluruh tempat kita telusuri mulai dari pohon yang daunnya lebat, tempat sampah, sumur sampai ke kolam belakang, tempat orang biasanya mancing atau mencoba menghilangkan status jomblo.

“Ham, gimana nih, tanda-tanda Luki belum kita dapat?” tanya gue.

“Iya nih memang susah nyari monyet di tempat luas gini. Mungkin gue udah ditakdirkan gak bertemu Luki lagi.”

Raut wajah Ilham terlihat sangat sedih. Dalam keadaan seperti ini, Raid memberikan sentuhan moral yang klasik. Raid memegang pundak Ilham dan menatap Ilham dengan penuh keprihatinan.

“Ham, kita gak akan berhenti mencari Luki. Kita gak akan berhenti buat nolongin lo. Karena lo temen kita. Ya, lo tuh temen kita men. Kita cari lagi ya besok. Cup cup cup..”

Udah dua hari ini daerah kami kehilangan maskot monyet yang biasanya ribut gedor-gedorin kandangnya. Sumpah, kita semua kangen sama suara kandang hasil penggedoran Luki itu. Apalagi sama muka tuh monyet yang cute abis kayak gue (cute-nya ya, bukan monyet-nya).

“Biks, kayaknya gue harus mencari pengganti Luki deh sekarang.”

“Hah? Lo mau nyari pasangan hidup buat pendamping lo itu seekor monyet?”

“Ya bukan lah congek! Gue mau nyari hewan peliharaan lain, mungkin juga monyet lain lagi untuk dipelihara. Kayaknya Luki gak bakal balik lagi deh.”

“Luki pasti balik ham, gue yakin dia pasti balik. Luki pasti kangen dipeluk sama lo lagi. Lo kasih makan kerupuk udang, lo kasih makan jambu busuk.”

Ilham kembali semangat Mendengar ocehan gue tadi. Kita ngobrol-ngobrol lagi mengenai rencana pencarian Luki ini dan kembali mencari Luki keesokan harinya.

“Hari ini kita harus berhasil dapetin tuh monyet. Kalo kemarin kita pake tugas per-orang yang konyol, sekarang kita pake logika. Menurut kalian, kalo jadi Luki kalian pergi kemana?” tanya Raid dengan penuh gairah.

“Hutan!” teriak gue.

“Oke kita gak bakal ketemu sama Luki lagi kalo gitu. Pencarian selesai.”

Sunyi.

“Ah kampret, bilang aja lo pada gak mau bantuin nyari Luki?!” jerit Ilham setengah nangis.

“Haha,. Tenang aja sob, kita hanya bercanda, kalo bahasa Ingrisnya itu, just puding ya?” Raid menoleh ke gue.

“Just kidding Raid,” gue meluruskan.

“Baiklah kalau begitu, ayo kita cari Luki lagi sampai dapat!” teriak Raid sambil pegangin batang kayu (gak tau nih maksudnya buat apaan).

Kami, tim penluk, kembali mencari Luki dengan hati riang gembira dan akhirnya memutuskan pulang sejam kemudian. Seperti kemarin, hari ini pun kami kembali gagal. Sesampai di daerah rumah, tiba-tiba warga sekitar udah ngumpul sambil ngedumel gak karuan. Ternyata waktu kami mencari Luki tadi, ada seekor kera berkulit coklat yang lewat daerah rumah dan langsung ditangkap sama orang lain, yang punya tuh hewan, terus dibawa pergi jauh-jauh.

Muncul sedikit harapan di benak kami kalo si Luki juga pasti bentar lagi balik.

“Ham, lo sadar gak sih, mungkin monyet yang tadi lewat ada hubungannya dengan Luki,” tanya gue sambil pegangin dagu.

“Apa hubungannya?”

“Gini, monyet tuh kan hewan berkelompok nih, mungkin Luki lepas dari kandang lo itu untuk menjalankan misi mulia dari kelompoknya buat nyerbu kelompok monyet lain yang mau memporak-porandakan dan membuat onar di komplek ini. Bisa dibilang, ini adalah pertarungan antar kelompok monyet ham, pertempuran geng monyet liar!”

“Ngaco lu! Kebanyakan nonton kera sakti sih lu!”

Waktu terus berlalu, kita semua kembali ke rumah masing-masing untuk istirahat. Namun, sekitar satu jam berlalu, tiba-tiba ada suara anak kecil lagi naik sepeda jerit-jerit kayak ibu-ibu menang arisan. Seluruh warga sekitar langsung keluar rumah.

“Waaaa.. Tolong!! Ada monyet ngejer gue!”

Dan ternyata Luki kembali sambil mengejar anak bersepeda.

Dengan sigap Ilham langsung nangkep Luki lagi. Betapa berbunga-bunganya perasaan Ilham saat itu. Luki pun kembali ke kandangnya, diikat rantai besi dan bersatu lagi dengan ayam di kandang itu. Sejak saat itu gue gak pernah liat Luki kabur lagi. Sekarang monyet itu sudah mati, tenang di alam sana. Yang tertinggal hanyalah sebuah legenda di daerah rumah kami. Legenda tentang seekor monyet yang selalu jadi tontonan anak-anak pada saat itu dan monyet pertama yang ada di daerah rumah kami. Mungkin yang diinginkan Luki saat kabur itu adalah kebebasan seperti halnya manusia. Dan sekarang, Luki sudah mendapat kebebasan itu bersama sang pencipta, kebebasan di tempat yang jauh lebih indah dari bumi ini.

Friday, 29 July 2011

Postingan Gado-Gado

Sudah beberapa hari ini gue gak menelurkan sebuah tulisan di blog ini, otomatis gue juga gak bisa jalan-jalan ke blog sahabat semua. Hal itu disebabkan karena galau. Kegalauan melanda gue akhir-akhir ini, mulai dari nilai kuliah gue sampai gue harus mikirin apa yang harus gue buat saat TA. Sayangnya tugas akhir kuliah ini bukan ngumpulin upil sebanyak mungkin sampai segede' monas. Jurusan gue yang teknik informatika memaksa gue harus mengerjakan TA yang benar-benar inovatif dan kreatif (sekali lagi gue tekankan, sebenernya gue salah jurusan). Gue mendadak galau akan hal itu, ditambah lagi sms gue yang gak di bales-bales sama Nikita Willy. Oke, yang terakhir gue ngarang.

Tingkat kegundahan gue itu makin kronis akan tes oracle besok. Gak ngerti kan lo pada oracle? sama. Tapi gue gak boleh menyerah, besok gue harus bisa. Ntar malem gue harus baca modulnya yang setebal jigong gue, siapin kopi anget di tambah cemilan. Inilah resikonya seorang mahasiswa salah jurusan, selalu galau ketika tes, tugas, ujian dan TA ada di depan mata. Maka dari itu, buat yang mau kuliah, sebaiknya kalian memikirkan lagi mau masuk jurusan apa. Pilihlah jurusan yang lo senengin dan yang terpenting lo hobi dan enjoy. Jangan kayak gue, orang udah pada TA gue jadi MA (mahasiswa abadi). Suram.

Oh iya, bentar lagi kita, umat islam, akan menjalani Bulan Ramadhan yang penuh berkah. Gue selalu rindu bulan ini. Gue kangen pas sahur dan gue kangen saat-saat detik buka puasa, gue juga kangen sama shalat tarawih-nya, walaupun gue jarang tarawih. Ya, saat sahur adalah saat menyebalkan bagi anak kosan kayak gue sekaligus ngangenin. Gue harus nyari makanan diluar dalam keadaan ngantuk dan iler yang netes-netes gak karuan, gue udah kayak zombie yang jalan sempoyongan sambil setengah melek plus ileran terus ngomong,"sahur, sahur, sahur,sahur," tapi untungnya sekarang keluarga gue udah di Bandung semua dan gue gak harus jadi zombie lagi. Selain sahurnya, gue juga rindu detik-detik bedug maghrib, apalagi pas satu jam sebelum buka, rasanya tuh kayak nungguin bel balik sekolah waktu SD dulu.

Kriiiiinggg....

"Oke anak-anak. kita pulang!"

"Iya Bu, Guru!"

Gerabak.. Grubuk.. Jedak.. Jeduk.. (Nubruk tembok sama pintu kayu, lari belepotan)

Heboh.

Pas buka juga gue harus berburu minuman dan makanan. Bedanya, perburuan makanan dan minuman pas buka puasa lebih mudah dari sahur. Gimana gak, daerah kosan gue mendadak jadi usaha sampingan ibu-ibu rumpi untuk menjual aneka minuman dan makanan dengan harga yang.... gue rahasiain ah. Ada juga shalat tarawih yang selalu jadi sarana maen gue waktu SD dulu. Bukannya shalat, gue malah maen PS di rental PS kalo gak gue makan mie remes di samping mesjid, itu tuh mie yang harus di remes dulu terus dimasukin bumbu gak jelas abis tuh di kocok-kocok biar bumbunya merata. Kadang juga gue jalan-jalan keliling perumahan dengan Raid, Ilham dan Argho. Gak tau kenapa, mereka bertiga selalu buat masa kecil gue berwarna padahal mereka sering buat kamar gue kayak abis di acak-acak beruang kutub.

Selain Bulan Ramadhan, kita juga bangsa Indonesia, akan merayakan kemerdekaan negara tercinta kita ini beberapa minggu lagi (gue ingetin lagi tanggal 17 Agustus). Gue juga selalu merindukan saat-saat tujuh belasan ini. Gue kangen akan lomba tujuh belasan yang selalu diadakan di daerah rumah gue dulu. Lomba makan kerupuk, lomba masukin benang dalem lobang jarum, lomba joget balon berpasangan, dll. Lomba makan kerupuk adalah lomba yang paling gue benci. Gimana gak, baru aja mau gue gigit udah keatas. Kayaknya tuh kerupuk gak mau banget gue gigit, seolah-olah kerupuk itu ngomong ke gue, "Gak kena, weeek, weeek, gak kena."

Kondisi saat lomba makan kerupuk:

"Oke, kalian semua siap ya?"

"Siap!"

"1... 2... 3... Mulai!"

Ayo.. ayo.. ayo.. #Prokprokprok

Krauk.. krauk.. krauk...

"Yee, gue abis makan kerupuknya!" teriak gue berasa dah menang. 

Semua orang pandangin gue sambil cengar-cengir. Dan ternyata gue adalah orang terakhir yang berhasil ngabisin kerupuknya. 

Satu-satunya lomba yang berhasil gue menangin alias juara satu adalah lomba masukin benang ke lobang jarum. Sejak saat itulah nyokap gue merasa gue berbakat jadi penjahit. Lomba tujuh belasan juga pada saat itu ada buat bapak-bapaknya, kayak catur sama gaplek, sedangkan ibu-ibunya? seperti biasa, waktu adalah gosip (prinsip ibu-ibu rumah tangga). Sekian dulu deh postingan gado-gado gue kali ini. Sekali lagi gue mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, mohon maaf lahir & batin. Udah ya gue mau nyukur bulu ketek dulu.

Tuesday, 26 July 2011

Balada Operasi Lasik Mata | Part 2 (End)

Sebelum baca postingan ini, biar gak bingung baca dulu part sebelumnya disini .

Pendaftaran pun selesai, gue di jadwalkan memulai operasi lasik besoknya. Perasaan yang tadi tegang kini udah mulai meluntur, ya setidaknya untuk satu malam. Berhubung gak ada kenalan di Jakarta buat gue sama bokap nyokap gue nginep, jadi kita akhirnya nyewa hotel satu kamar bertiga dan bisa ditebak, gue kebagian tidur di lantai ber-karpet bulu, sumpah karpet berbulu tuh merupakan alas tidur yang enak banget walaupun geli-geli gimana gitu. Waktu bokap nyokap gue udah tidur gue terus melamun diatas karpet ber-bulu sambil menatap langit-langit kamar hotel. Perlahan gue berdiri menuju kaca dan memandang muka gue yang udah kayak pabrik minyak. Gue memandangi mata gue sendiri di kaca. Tangan gue perlahan bergerak memegang kedua gagang kacamata gue yang nempel di muka dan menarik kacamata itu menjauh dari muka gue. Terus gue bobo' deh.

Malam berlalu sangat cepat. Besok siangnya gue beserta father and mother bergegas lagi ke JEC. 

"Udah siap dek?" tanya nyokap gue sambil ngacak-ngacak isi tasnya.

"Eh, uuh, anu mah, kira-kira bakal sakit gak ya?"

Tiba-tiba bokap nyeletuk.

"Ntar kalo gak berhasil papah beliin tongkat kok, tenang aja."

Sunyi.

Halaman depan JEC udah terlihat. Gue sama bonyok turun dari mobil dan berjalan menuju JEC, tempat tersuram gue di hari itu. Ruangan pendaftaran udah dimasuki dan suster yang jaga nunjuk ke arah lantai atas (kalo gak salah di lantai tiga) tempat berlangsungnya operasi. Langsung aja gue sama bokap nyokap naik ke lantai atas pake lift. Ternyata lantai atas JEC lebih menakutkan dari lantai bawah. Sekeliling gue pandangin dan semua masang tampang melas, bulu ketek gue jadi basah seketika. Gue duduk dulu nunggu giliran dicek lagi kesehatan mata gue, sementara bokap nyokap gue makan dulu.

Suramnya disamping gue semua adalah ibu-ibu dan nenek-nenek, sebagian mukanya kayak China gitu. Gue berasa geli duduk sama tante-tante ini, gue takut ntar gue dikedipin, di colek-colek dan si tante minta nomor HP gue. Duduk menunggu giliran periksa mata ini cukup membuat gue lelah, pengen rasanya gue teriak, "Woy, gue duluan dong! sebelah gue emak-emak semua nih! Gue teraniaya, tolong oiiii!!" tapi apa daya, yang bisa gue lakuin hanya menunggu dan menunggu. Gak lama kemudian tiba-tiba ibu-ibu sebelah gue manggil gue. Dengan perasaan yang penuh kecurigaan gue perlahan noleh ke arah tuh ibu.

"Mas, mau operasi lasik ya?"

"Eh, iya bu'. Ibu juga mau operasi lasik?"

"Enggak, ibu sih cuma mau periksa mata aja, kamu lucu deh, hihihi.."

Oke, cukup, gue merasakan ada something wrong dengan nih ibu-ibu.

Untungnya gak lama kemudian gue di panggil. Mata gue diperiksa suruh liatin huruf-huruf dan angka-angka di depan, yaaa standar periksa mata gitu deh. Proses tersebut gak memakan waktu lama, orang yang memeriksa gue mencatat seberapa parah min gue dan ngasih data tersebut ke dokter yang mau operasi mata gue.

"Oke mas, silahkan di tunggu yah, hari ini banyak sekali yang mau operasi lasik, jadi kayaknya mas kebagian malem, ini nomor urutnya," kata mas-mas yang periksa mata gue tadi sambil ngasih secarik kertas.

Oh damn, kebagian malem? jujur gue paling takut banget di operasi lasik ini pada malam hari. Gue takut dokternya ngantuk pas bedah mata gue terus pada akhirnya mata gue di ganti sama mata orang lain dan gue bisa ngeliat setan dengan mata orang itu, the eye banget.

Karena waktu operasi masih lama, akhirnya gue memutuskan makan siang dulu nyusul bokap sama nyokap.

"Jam berapa dek mulainya?"

"Katanya sih malem mah kayaknya."

"Wah bagus tuh, enak kan dingin."

"Iya pah, tapi kalo dokternya ngantuk gimana?"

"Ya, itu wajar, dokter kan juga manusia."

Gue makan siang dengan sangat lahap, siapa tau itu adalah hari terakhir gue bisa makan sambil ngeliat gimana bentuk makanan yang gue makan. Gue berasa jadi manusia yang berdiri di atas rel kereta sambil teriak,"Aku bisa menghadapi semua ini, aku pasti bisa!!" (background: dari yakin ku teguh, hati ikhlasku penuh...).

Gak terasa waktu udah menunjukkan pukul setengah delapan malam. Gue udah berhasil ngantri di ruang tunggu tepat di samping ruang operasi lasiknya. Kalo gak salah pada saat itu orang yang ngantri tinggal enam orang dan gak ada satu orang pun yang memasang tampang girang. Waktu berlalu cepat dan akhirnya ruang tunggu itu tinggal menyisakan dua orang dan gue adalah orang terakhir. Gue terus ngeliat proses lasik orang lain dari luar, ruang operasi lasik itu ada kacanya jadi orang bisa ngintip, sumpah gue nyesel banget udah ngeliatnya. Gue pengen banget muntah, gue pengen banget punya kekuatan pindah tempat dengan cepat dan gue pengen banget ketemu Nikita Willy.

Dan akhirnya gue menjadi orang terakhir yang nunggu. Sekarang gue bener-bener takut dokternya dah ngantuk. Sekitar setengah jam berlalu, pintu ruang operasi dibuka dan pasien kedua dari terakhir keluar. Tapi raut wajah sang pasien ini sangat menyedihkan, air matanya ngucur abis.

"Mas, gak apa-apa mas?"

"Kyaaa... Sakiiiiiiiiittttt!!"

Oke, gue pengen jubah Harry Potter buat ngilang sekarang juga.

Sekarang saatnya gue yang memasuki ruang operasi lasik. Suster yang masih muda dan cantik nunjukin gue ruang ganti baju yang bersih. Di dalam ruang operasi lasik itu kita harus memakai baju yang udah disediakan biar seteril gitu, terus pake tutup kepala kayak yang suka di pake nyokap gue kalo mau mandi. Pas mau masuk ruang operasi lasik tiba-tiba nyokap gue bersuara.

"Sus, ini bisa minta direkamin pas operasinya ya? buat kenang-kenangan," nyokap gue nanya ke suster sambil pegang brosur JEC.

"Iya bu' ntar ada orang yang ngerekam tapi bayar lagi bu'."

"Gak apa-apa sus, inikan cuma sekali."

Sekali lagi, nyokap gue selalu memiliki ide yang luar biasa menyakitkan bagi gue. Setelah acara sunatan gue dulu yang di datengin ibu-ibu arisan yang diundang nyokap sekarang operasi lasik gue juga mau direkam. Dan akhirnya, gue memasuki ruang operasi lasik yang disesaki perlengkapan operasi. Di depan gue udah berdiri Dokter yang siap menerkam mata gue yang indah ini.

"Dok, sakit gak nih dok?"

"Gak kok, cuma dua puluh menit, gak lama. Nah sekarang kamu tiduran yah."

Gue ngikutin kata dokter tadi, perasaan gue tegang abis, untungnya di samping dokter ada suster cantik.

"Oke sekarang kamu melotot terus ya, jangan kamu pejemin mata kamu," kata dokter meyakinkan.

Tiba-tiba dokter memasukkan sesuatu dimata gue dan gue gak tau apa itu, yang jelas rasanya nendang abis. Mata gue kayak ditanam sesuatu. Parahnya, kalo kita mejem dikit pas dimasukin tuh benda misterius, maka prosesnya harus diulang (jadi tarik ulur gitu) dan gue udah mejem lima kali. Lima menit berlalu cuma buat nyelup-nyelupin tuh benda ke mata gue aja. Dokter ngehek, gak tau apa mata gue rasanya kayak ditusuk-tusuk gitu. Tapi pada akhirnya gue berhasil gak mejem. Tahapan selanjutnya adalah ngobok-ngobok bola mata gue, gak tau bola mata gue yang hitam ini di apain, yang jelas ini jauh lebih enak dari sebelumnya, rasanya geli-geli gimana gitu.

Langkah berikutnya adalah di laser, gue kurang inget gimana detailnya acara pelaseran ini, yang jelas mata gue ngeluarin sedikit darah, rasanya gue pengen teriak, tapi suster cantik yang ada di samping gue membuat gue terpana dan terdiam seribu bahasa. Sekilas gue juga liat orang yang ngerekam gue, ngehek banget emang tuh orang, mau-maunya disuruh nyokap gue buat dokumentasi. Finally, operasi lasik mata berhasil dan gue gak boleh disuruh buka mata dulu sampai besok pagi. Sama kayak pasien sebelumnya, muka gue udah dipenuhi air mata. Ya, sebuah situasi yang ngenes banget buat gue adalah saat mengeluarkan air mata di depan suster cantik. Sepanjang malam itu mata gue perih banget, ada apa ini? ada apa dengan cinta? yang gue rasa setelah operasi lasik itu hanya perih dan mata gue merah abis.


Tahap penyembuhan operasi lasik ini membutuhkan waktu dua minggu dan gue harus pake kacamata hitam kalo keluar siang (gak boleh kena sinar matahari dan debu), hasilnya ke kampus gue selalu pake kacamata hitam, gue berasa kayak artis yang kehilangan reputasi setelah ketahuan ngacak-ngacak jamban. Terus gue jangan berenang dulu (yang gue bisa juga cuma gaya batu) dan gue harus rutin netesin obat tetes mata ke mata gue, ribet banget dah. Tapi semua itu sudah berlalu. Mata gue sekarang gak minus lagi. Gue bersyukur jadi 98% pasien yang berhasil operasi lasik mata. Memang menderita sih awalnya, tapi efeknya dahsyat. Kalo kata Sule, Prikitiiiiw dah.

*Biaya operasi lasik mata ini gue rahasiakan.

Sunday, 24 July 2011

Balada Operasi Lasik Mata | Part 1

Hal yang paling gue risih dulu itu adalah memakai kacamata. Bukannya karena gue gak suka pake kacamata, tapi karena hidung gue gak mancung dan kacamata yang gue pake selalu melorot. Alhasil, gue dah kayak Profesor padahal otak gue jauh dari kata jenius. Suatu hari gue iseng-iseng minta nyokap gue buat di lasik mata, saat itu gue kalo gak salah semester dua apa tiga ya, lupa gue, dan mata gue saat itu minus empat setengah, dua-duanya.
"Mah, Feby lasik mata ya?" tanya gue sambil garuk bokong.

"Apa itu lasik dek?"

"Itu mah, operasi mata."

"Hah! Mata Feby kenapa! Mamah telpon ambulans sekarang!" teriak nyokap gue histeris. Salah satu sifat yang gak gue suka dari nyokap gue, berlebihan.

"Gak segitunya kali mamah ku yang imut. Feby mau operasi mata biar gak minus lagi matanya."

"Owh, iya dek nanti dibicarain dulu sama papah. Itu nanti matanya di tuker sama mata orang lain ya dek?"

Hening.

Waktu itu kebetulan bokap sama nyokap gue lagi di Bandung liburan. Setelah melalui rapat keluarga yang cukup serius, akhirnya diputuskan kalau gue harus di operasi lasik. Langkah awalnya adalah mata gue di periksa dulu sama dokter mata di Bandung untuk diteliti dulu mata gue, apakah gue udah cukup umur untuk menjalani operasi, apakah gue ada penyakit yang dilarang kalau operasi lasik, dan setelah pemeriksaan yang gak memakan waktu lama itu dokternya memberi jawaban...

"Hmm, ini sudah bisa dilasik, tapi di Jakarta ya, soalnya disini belum ada alat sama dokter yang ahlinya."

Ya, dulu tuh di Bandung belum ada peralatan sama dokter ahlinya di dunia perlasikan mata ini, jadi yaa gue harus ke Jakarta bareng nyokap bokap besoknya, sebenernya kakak gue mau ikut, tapi berhubung lagi di interview kerja jadi dia cuma bisa bantu do'a doang dan bantu men-support gue..

"Bik," kakak gue sambil pegang kedua bahu gue dengan kedua tangannya sambil mandangin muka gue kayak mas-mas kebelet boker.

"Iya, napa?"

"Semoga operasi berjalan sukses, semoga mata lo nanti gak jadi buta, semoga darah-darah yang keluar dari mata lo ntar gak sia-sia."

Seperti biasa, kakak gue selalu memberikan jenis dukungan yang salah.

Mendengar perkataan kakak gue tadi gue langsung stress berat, pikiran gue terus tertuju ke gimana proses lasik nanti akan berjalan. Gue ngebayangin ntar dokternya bawa suntikan gede' kayak di film warkop terus nyuntik mata gue, suasana jadi chaos dan mata gue berubah jadi kayak matanya Ashton kutcher (iya gue tau gak mungkin). Tapi gue tetap positif thinking, gue menetralkan pikiran aneh-aneh gue tadi itu dengan berpikir kalo ntar ada Chacha Frederica di rumah sakit tempat gue operasi lasik dan berkata ke gue, "Feb, kamu harus kuat ya, Chacha selalu support kamu, semangat yah," sambil senyum ke gue. Khayalan tingkat tinggi mode on.

Besoknya gue, bokap sama nyokap bergegas dari Bandung menuju JEC (Jakarta Eyes Center). Sebenernya gue cuma iseng-iseng berhadiah doang ngomong sama nyokap mau operasi lasik tapi ternyata nyokap mengiyakan. Awalnya gue seneng banget mata gue akhirnya gak minus lagi, soalnya dari gue kelas satu SD mata gue udah min. Sampai di JEC gue girang banget, soalnya rumah sakitnya udah keliatan profesional banget, bahkan ada beberapa artis yang udah lasik di JEC, gue makin percaya diri kalo mata gue yang min ini bisa segera disembuhkan. Tapi kesenangan gue itu hanya sesaat setelah ada pernyataan pahit yang terlontar dari seseorang ke nyokap gue pas lagi ngantri buat daftar.

"Tenang aja bu', operasi lasik itu 98% berhasil, cuma dua persen kok yang gagal."

Badan gue langsung kaku, ternyata operasi lasik ini gak sepenuhnya berhasil. Gue langsung ngebayangin gimana kalo mata gue ntar buta, mata gue ntar bisa tembus pandang, mata gue ntar kayak cyclops di film X-Men? yang bisa gue lakuin saat ngantri pendaftaran itu hanya duduk, memikirkan seperti apa nasib mata gue selanjutnya.

Bersambung....

Next: Suasana menuju ruang operasi lasik kian mencekam, gue harus melihat kenyataan orang-orang yang abis selesai operasi mata dengan mata kepala gue sendiri. Dan rata-rata orang yang abis operasi mata itu berteriak histeris.

Saturday, 23 July 2011

Kisah Awal Gue Di Bandung

Setelah lulus dari SMA Negeri 3 Bandar Lampung (secara gak sengaja) gue melanjutkan kuliah di Bandung nyusul kakak gue yang udah tamat kuliah. Lo tau gak siapa yang paling sibuk nyuruh kakak gue cariin tempat kuliah yang bagus di Bandung siapa? ya, itu adalah nyokap sama bokap gue. Setiap hari kakak gue (yang namanya Deden) disuruh hunting Universitas swasta yang lagi naik daun di Bandung sama bonyok gue. Sebenarnya sih walaupun gak diterima di ITB sama UNPAD gue diterima di UNILA, salah satu universitas Negeri di Bandar Lampung. Tapi bokap gue gak setuju dan lebih pengen gue ke pulau Jawa, gak tau kenapa, mungkin bokap gue ngerasa gue udah cukup ganteng buat ngelanjutin sekolah di Pulau Jawa, dalam hal ini Bandung, iya gue tau lo mau muntah baca kata gantengnya.

Setelah berminggu-minggu lamanya, akhirnya kakak gue berhasil mendapatkan tempat kuliah yang "mungkin" cocok sama gue. dimanakah itu...

"Pah, Deden ketemu kampusnya, namanya UNIKOM!"

"Oke, kalo gitu ntar Feby di daftarin disana, ntar papa, mama sama Feby besok ke Bandung."

Bandung, sebenernya gue baru pertama kali ke Bandung, terakhir gue ke Bandung itu pas gue SD. Oke, gue ceritain bagaimana gue tuh sebenernya keturunan sunda tapi bukan orang sunda. Begini, sebenernya bokap gue tuh orang Bandung dan nyokap dari Cirebon, bisa dibilang keduanya orang sunda. Pada suatu hari, pada saat masih di Bandung, kakak gue lahir. Setelah enam tahun bekerja di Bandung, akhirnya bokap gue dipindah tugaskan di Palembang. Nah, ketika di Palembang, lahirlah gue dan otomatis dari bayi sampai gue kelas satu SMA gue di Palembang, kelas dua sampai kelas tiga gue di Lampung. Ya, takdir telah memilih gue untuk tidak menjadi orang sunda. Sampai sekarang gue belum bisa bahasa sunda, padahal bokap nyokap gue orang sunda, ngenes banget gue.

Balik ke cerita, karena pengalaman gue yang sedikit banget akan Bandung itulah yang membuat gue gak tau harus ngapain ntar disana. Gue sama bonyok akhirnya berangkat dari Lampung ke Bandung naik pesawat.

Wuuuuuusssssssss *suara pesawatnya*

Sesampai di Bandung, kakak gue langsung nunjukkin ke gue sama bonyok kampus UNIKOM itu. Kampus dengan reputasi study informatika yang lumayan keren pada saat itu dan lagi naik-naiknya. Gue yang dengan culunnya, gak tau apa-apa, pergi ke kampus dengan memakai celana pendek dan sendal jepit. Alhasil, orang-orang di kampus itu mandangin gue seolah berkata, "idih, udah tampang kayak eek, pake celana pendek sama sendal jepit lagi, dikiranya ini di sawah kaleee."

Sampai-sampai ada seorang dosen yang negur gue.

"Mas, kalo ke kampus tuh pake celana panjang sama sepatu ya lain kali."

"Saya baru mau daftar pak, jadi gak tau."

"Pantesan aja, kamu kalo gitu kayak gembel, bedanya pakaian kamu gak sobek-sobek."

Identitas dosen gue rahasiakan.

Gak lama kemudian akhirnya proses pendaftaran selesai dan gue harus menghadapi ujian pada waktu yang ditentukan. Berhubung bokap gue ada kerja lagi di Lampung, besoknya bonyok pulang ninggalin gue sama kakak gue di Bandung. Gue yang waktu itu belum pernah ditinggalin jauh sama orang tua berasa sedih banget, tapi lama kelamaan gue justru seneng jauh dari orang tua karena gue gak pernah merasakan kebebasan sebelumnya. Tapi sayangnya, gue harus satu kos dan satu kamar sama kakak gue, berasa homo dah. Ya, bokap sama nyokap gue tentu aja gak mau ngelepasin gue sendirian di Bandung, takut anaknya yang ganteng ini kenapa-kenapa. #Iya muntah aja

Gue harus satu kamar sama kakak gue? ternyata gak masalah tuh, gue gak merasa teraniaya. Kakak gue juga suka keluyuran gak jelas soalnya, pergi pagi balik malem. Sumpah, hal yang paling menyenangkan adalah gue di kamar kosan sendiri, mau loncat-loncat, gitaran gak jelas, nempelin permen karet di dinding, bebas terserah gue. Oh iya, adaptasi pertama kali yang perlu lo lakuin di Bandung adalah suasana malamnya yang dingin gila dan airnya yang kayak batu es. Hal ini gue rasakan pas besoknya mau ujian buat masuk ke UNIKOM, jadwal ujian ketika itu harus pagi dan memaksa gue mandi subuh-subuh. Gue, yang gak tau akan keganasan air di Bandung ketika subuh dengan percaya dirinya ngambil perlengkapan mandi sama handuk sambil siul-siul.

Sampai di WC gue naruh handuk di gantungan, terus mandi.

Jebar.. Jebur.. Jebar.. Jebur...

Dan hasilnya...

"Brrrrrrrrr..... Brrrrrrrr..."

"Kenapa lo bik?" tanya kakak gue.

"Brrrr.. Brrrrrr.. Di... di.. dii.. ngiiin.. Brrrr..."

"Haha.. Sama aja ente kayak gue dulu, kedinginan.. Rasakan!" kakak gue teriak puas adeknya kedinginan.

Gue udah kayak orang Afrika yang datang ke Paris. Gue kedinginan abis kayak patung dan gue gak bisa gerak selama sepuluh menit, mata berkunang-kunang, bibir peca-pecah, kadas, kurap, kutu air, oke gue berlebihan. Lo tao gak sih, gue tuh udah kayak Leonardo Di Caprio yang membeku setelah jatuh dari kapal Titanic, bedanya walaupun jadi es, Leonardo tetap ganteng sedangkan gue? udahlah jangan diterusin.

Setelah melewati ujian itu akhirnya gue dinyatakan berhasil kuliah di UNIKOM dan beruntungnya, saat itu gak ada MOS. Ya, beruntung gak beruntung juga sih. Gue masuk di jurusan teknik informatika dan masuk di kelas IF-15, nanti lah kapan-kapan gue ceritain siapa aja anak-anak yang ada di IF-15, pokoknya anak-anak kelas IF-15 rata-rata salah masuk jurusan, kayak gue. Selain itu juga ada ibu kosan gue yang lain daripada yang lain, kayaknya ibu kosan gue itu lebih tepat dipanggil nenek kosan, tapi jangan salah ibu kosan gue itu udah kayak R.A. Kartini, ntar lah kapan-kapan gue ceritain juga.

Yup, itulah kisah awal gue waktu harus melanjutkan kuliah dari Bandar Lampung ke Bandung. Memang gak enak sih hidup pindah-pindah, baru kenal sama yang ini harus kenalan lagi sama yang itu, baru hafal kota ini eh harus ngafalin kota itu. Tapi semua itu memang harus terjadi dalam hidup kita, tinggal gimana cara kita menyikapi segala perubahan tersebut dengan enjoy. Dan satu lagi yang harus lo ingat, lo harus jadi orang yang blak-blakan (gak ada hubungannya, setan!!).

Stylish Blogger Award

Jujur-jujuran aja nih, sebenernya gue tuh lagi dalam kondisi yang kenyang berat pas lagi nulis ini (gak peduli!). Di postingan ini gue bukan mau nulis sebuah cerita, tapi gue akan memberikan informasi kalo blog gue dapet award lagi (masa' sih, blog lo kan culun feb?). Heh, enak aja blog gue culun, kampret lu. Ehm, award ini berjudul Stylish blogger award dan orang khilaf yang udah ngasih gue award ini adalah mbak Irma Devi Santika, makasih ya mbak.

Gue juga mau terimakasih kepada Allah swt, Nabi Muhammad, orang tua, keluarga, guru-guru gue dan sahabat blogger yang selalu mendukung gue untuk tetap menjadi orang yang gak waras. Kalo dilihat dari judulnya, stylish, apakah blog gue termasuk blog yang stylish? sampai sekarang perdebatan akan hal ini masih menjadi perdebatan hebat di New Jersey sana, gak tau New Jersey? yah, norak lu.
 
Oke deh langsung aja ini dia bentuk awardnya:

 

Keren gela, mantep ya, mantep kan. Award ini ternyata bersyarat loh. K1t4 Li4t yUk sY4r4tNya (iya gue tau tulisannya alay):
1. Mengucapkan sepatah dua patah kata kepada pemberi Award
Eeee, duh gimana ya bilangnya, abis gerogi gue, makasih ya buat mbak Irma, semoga award yang gue dapet ini memberikan gue semangat nulis di blog ini. Makacih kakak..

2. Memberikan/meneruskan award ini ke 8 blogger lain
Nah ini dia yang bikin gue bingung, haloooo mbak Irma... gak boleh di kasih ke semua orang yah? harus delapan yah? wah, iya katanya harus delapan. Oke deh kalo gitu apa boleh bulat, eh buat, ini dia teman-teman yang beruntung itu:

Ladida
Ryan Hasanin
Said Arsyad
bagi-bagio
Brigadir Kopi

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, sip udah delapan tuh. Selamat yah untuk kalian yang mendapatkan award ini. #prokprokprok

3. Berbagi cerita tentang 8 hal diri sendiri
Wah, kalo itu udah, ada 10 malah baca disini deh.

Finally, makasih ya teman-teman blogger yang udah ngasih award-award ke gue. Oh iya, jangan lupa ya bergabung sama grup blogwalking gue disini. Thank you All,. Tataaah.. ^-^

Friday, 22 July 2011

Gue Cinta Band Indonesia

Nama gue Feby Oktarista Andriawan, umur mau 22 tahun dan gue orang Indonesia. Gue bangga jadi orang Indonesia, negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, negara yang memiliki keanekaragaman suku dan budaya. Tapi, disini gue akan membicarakan hal lain tentang kebanggan gue sebagai warga Indonesia. Ya, sebagai pemuda Indonesia yang penuh gairah untuk berkreatifitas, gue bangga akan band-band Indonesia.

Dulu, waktu jaman gue masih pake seragam putih merah, banyak banget band-band Indonesia bermunculan. Tapi gue yang belum begitu ngerti cuma ikut dengerin aja lagu-lagunya Gigi, Dewa 19, /rif, Padi, Slank, Boomerang sama Jamrud yang disetel kakak gue setiap pagi sebelum ke sekolah sama sore. Apalagi lagunya Gigi, kakak gue sampai beli berapa kaset tuh. Sampai album the best gigi juga kakak gue punya.

"Nih, bik, lo harus denger lagu band ini," kata kakak gue sambil nunjukin salah satu album Gigi.

"Apaan tuh nama bandnya norak. Kenapa gak sekalian aja namanya jigong."

"Yee, masih kecil sih lo baru tau Bondan si lumba-lumba doang, ntar deh kalo lo udah gede'an dikit baru deh lo tau, mana selera musik yang lo anggap bagus."

"Iya deh," kata gue sambil baca komik Doraemon.

Band Gigi yang bervokalis-kan Armand Maulana itu dulu band favorit kakak gue, sampai-sampai waktu do'i mandi selalu aja nyanyi lagi Gigi terus suaranya dimirip-miripin lagi. Iya kalo Armand suara ngedennya enak, lah kalo kakak gue dah kayak suara burung beo nyanyi sambil dicekik. Perlahan, seiring berkembangnya jaman dan mengurusnya perut gue, gue mulai ngerasain perubahan selera musik. Perubahan selera musik itu gue rasain pas SMP dan kakak gue udah ngelanjutin kuliah di Bandung. Saat itu gue mulai dengerin kaset-kaset warisan kakak gue. Dan ternyata, diluar dugaan, gue suka sama musiknya, walaupun cuma beberapa lagu sih, yang paling gue suka band Padi sama Dewa 19 pada saat itu

Ya, saat itu Padi ini lagi booming dengan lagu yang judulnya somat, eh Sobat dan lagu-lagu keren lainnya kayak Mahadewi. Melodi-melodi di lagu-lagu padi juga jadi target buat dicari kunci gitarnya sama temen-temen gue, saat itu gue belum bisa main gitar, yang demen main gitar di daerah rumah gue saat itu adalah Raid, Argho, Ilham sama Riyan S, sedangkan gue cuma duduk melongo kayak orang culun.

"Semua tak sama, tak pernah sama, apa yang kusentuh, apa yang ku kecup"

JRENG.. JRENG.. JRENG..

"Oooo, sobat, maafkan aku mencintainya, aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti..."

Hampir setiap malem minggu dan setiap malem mati listrik kita semua nyanyiin tuh lagu di teras rumah gue atau rumah Raid. Kita semua nyanyi-nyanyi gak jelas dengan suara yang lebih mirip kucing beranak. Tapi itulah ajaibnya sebuah lagu, bisa mempersatukan atau merusak. Pada saat itu, aliran rock lebih dominan ketimbang pop. Saat itu juga musik pop-nya gak terlalu melayu. Namun, era band rock itu perlahan memudar dan band-band Indonesia mulai dikuasai aliran pop kayak Stingky, gue beli loh albumnya stingky dulu (gak nanya!). Ada juga band wayang, tapi sayang band-band itu gak bertahan lama dan band-band Indonesia seperti kehilangan karakter. Alhasil lebih banyak sinetron dan telenovela yang bermunculan di tipi, bukannya acara musik.

Sampai tiba pada hari itu, hari dimana gue beli album kompilasi judulnya kisah 1001 malam atau apa ya gue lupa, pokoknya ada 1001 malamnya. Dari album itulah akhirnya muncul satu band yang menyita perhatian gue, band itu adalah Peterpan. Ya, gue gak nyesel beli tuh album walaupun yang gue denger cuma lagu mimpi yang sempurna-nya Peterpan aja. Setelah itu, Peterpan mulai meluncurkan album taman langit (yang covernya balon-balon terbang terus ada tangan nongol mau nangkep tuh balon) dengan single pertamanya sahabat. Gue makin cinta sama nih band dan dunia permusikan Indonesia juga perlahan bergairah dengan munculnya band fenomenal, Peterpan.

Munculnya Peterpan ini membuat dunia musik tanah air kembali bewarna, sejak saat itu banyak band baru ber-genre pop bermunculan tapi band lawas kayak Gigi, Padi, Dewa, Slank dan /rif tetap juga mewarnai belantika musik Indonesia. Beberapa bulan kemudian, gak sengaja (biar terkesan gak ngikutin) gue liat sinetron yang judulnya ABG gitu yang lagu soundracknya ngebit, liriknya gini:

"Kumasuki bayangmnu, dalam dimensiku, kudekap dirimu,... Kumelayang, bagaikan, terbang ke awan..."

Udah deh, pasti sembilan puluh persen ABG Indonesia tau nih lagu. Ya, ini lagu bayang semu-nya milik Band Ungu. Besoknya gue langsung minta bokap beliin kasetnya.

"Pah, beliin ungu yak?"

"Apa? Ungu? Spidol atau pensil warna?"

"Kaset pah, band Ungu!"

Band ungu ini awalnya memang gak se-ngetop Peterpan, tapi ada satu lagu Ungu yang dulu jadi primadona buat cowo-cowok nembak cewek pas SMP bahkan sampai SMA juga, lagu itu adalah Laguku. Hayo, siapa yang punya kenangan dengan lagu ini? teman gue dulu yang namanya Vagha juga sempat nembak cewek pake lagu ini tapi suara dia, alhasil, ditolak. Ya iyalah bukan suara Pasha mana mau cewek. Selain itu ada juga lagu ungu yang judulnya Rasa sayang yang gak kalah menterengnya. Tapi setelah meluncurkan album kedua, ungu vakum lumayan lama sebelum akhirnya mereka menggebrak musik Indonesia lagi dengan album melayang dengan hits single Demi Waktu yang bahkan buat bokap sama nyokap gue jadi demen sama ini band. Bisa dibilang album ketiga ungu ini adalah titik balik mereka untuk menjadi band fenomenal kayak Peterpan.

Setelah itu, kalo gak salah kelas 2 atau 3 SMA waktu gue udah sekolah di Lampung dan gue dah bisa main gitar (gak penting!), muncul lagi satu band yang gak kalah keren dan berkarakter. Aliran band ini britpop gitu, tapi gue suka banget sama nih band. Udah pada tau kan? itu loh yang rambut vokalisnya dah kayak sarang burung. Tepat sekali, band ini namanya Nidji. Lagu hapus aku, sudah dan bila aku jatuh cinta menjadikan band ini ngetop, ditambah lagi lagu-lagu Ingrisnya kayak child sama Disco lazy time yang ngajak orang bergoyang. Walaupun nurutin genre luar, tapi menurut gue Nidji punya ciri khas khusus. Oh iya, gak lama kemudian gue denger band lokal dari Lampung, Kangen band. Anehnya, dulu gue suka sama nih band, tapi pas udah go nasional jadi gimana gitu. Ada juga band Radja yang sempat mencuat dengan lagu Cinderella.

Sampai sekarang band-band yang gue sebutin diatas tadi masih ada yang eksis ada juga yang gak. Sekarang negara kita Indonesia ini "sebenarnya" disesaki musisi yang berkualitas.  Tapi sayang, tuntutan industri musik yang harus menuntut Band buat lagu yang easy listening membuat kreatifitas jadi seolah dipaksain, jadi banyak tuh menurut gue band yang lagunya maksa banget, antara lirik sama musik gak sinkron. Jujur gue paling suka band Padi, Peterpan, Ungu sama Nidji, soalnya selain easy listening juga kayaknya musiknya tuh gak maksa, Gigi juga lumayan suka gue sama Slank dan /rif. Kalo yang baru-baru sekarang ini gue cuma suka Armada sama D'Masiv yang punya ciri khas di vokal-nya.

Biar gimana pun, semua balik ke selera masing-masing, lo suka band pop, rock, jazz atau dangdutnya Ridho Rhoma terserah dah, yang penting kita harus tetap mendukung mereka yang sudah berkreasi di bidang musik ini agar musik Indonesia semakin berwarna dan tidak mati. Tanpa musik hidup ini berasa gak hidup. Kita harus berterima kasih kepada mereka-mereka yang telah membuat Indonesia bangga, termasuk juga band-band kita ini, yang selalu menghidupkan dunia musik Indonesia.

Maju terus Band-band Indonesia dan teruslah berkarya.

Thursday, 21 July 2011

Mengenang Ksatria Baja Hitam RX | Part 1

Waktu gue kecil dulu, ada banyak banget kartun-kartun sama tontonan yang asik dan salah satunya adalah ksatria baja hitam RX atau kamen rider black RX. Sampai sekarang gue gak ngerti kenapa orang dulu manggilnya ksatria baja hitam. Kalo udah nonton nih film, rasanya mau makan aja susah saking terhipnotis sama tampilannya yang pake helm berbentuk kepala belalang sama baju warna ijo item dengan perut kotak-kotak berlambangkan RX di dada. Bisa dibilang RX adalah superhero pertama gue sebelum akhirnya bermunculan superher-superhero lain dari hollywood kayak Angelina Jolie, Amanda Seyfried, Dianna Agron, dll (Loh??). Ya, bisa dibilang film ksatria bajul ijo, eh baja hitam ini dah buat masa kecil gue bahagia, dulu gue bahkan gak hafal lagu-lagu cinta, yang gue tau adalah kata-kata "ciaaaat, berubah!" sambil bergaya kayak Kotaro minami. Nah, gak tau kenapa nih, gue mau bernostalgia sama film ini, dan gue download lagi deh filmnya, tapi masih lima episode.

Sumpah, pas gue dengar lagu openingnya, darah gue berasa mendidih. Gue kayak kembali lagi ke masa kecil gue yang absurd. Gue bener-bener kebawa sama petualangannya si Kotaro minami ini. Bener-bener sebuah kebanggaan bisa nonton film ini lagi (jangan lebay deh!). Oke, biar berasa banget mengenang ksatria baja hitam RX-nya, yuk kita liat apa aja nih yang ada di film tersebut. Let's go...

Lagu opening:

Film RX ini selalu diawali tulisan RX Black, suara inilah yang buat gue lari-lari dari dapur ke ruang tipi buat nonton.


 



 
Keren kan openingnya, si baja hitamnya jalan lurus bawa si belalang tempur, walaupun gak tau nih tujuannya mau kemana, tapi openingnya cool banget dah, sekali lagi, buat darah gue mendidih..

Detik-detik perubahan:

Gerakan pertama, hafalin yak..

Gerakan kedua, masih inget kan?

Gerakan ketiga, udah hampir nih..

Gerakan keempat, nih dia gerakan terakhirnya..

Nah abis begaya gak jelas tadi tiba-tiba mukanya di zoom

 

Abis tuh proses sabuknya muter tanda mau berubah

 

Gak tau kenapa setiap abis berubah loncat dulu, perlu diadakan penelitian lebih lanjut nih..

 
Selesai, ksatria baja hitam siap melawan musuhnya

Ini dia musuh-musuhnya (yang suka ngirimin monster geje):

 
Gue lupa nama lo, yang jelas nih katak jadi-jadian punya khas sendiri pas  lagi jalan.

 
Nah ini kolonel Maribaron, sebenernya tampilannya menggoda iman juga

Kapten Bosgan, si muka gak jelas..

Kapten Gatenzone, selalu bawa motor gede' bersenjata, keren! Tapi dandanannya kayak tukang ojek.

 
Gue lupa namanya, nih robot unyu banget pokoknya, gue pengen satu..

Nah ini dia bossnya, udah kayak di star wars gitu, bawaannya tegang aja kalo udah ketemu nih anak

Itu dia beberapa hal tentang film ksatria baja hitam RX yang jadi ikon bocah-bocah pada masa gue dulu, pokoknya (dulu) yang gak nonton nih film tuh gak gaul deh, gak asik dan lo tuh gak rame. Masih banyak hal-hal lainnya di film nenek moyangnya belalang ini. Akan gue bahas di part selanjutnya, tunggu aja deh, hanya di febstories (blognya orang ganteng).

Wednesday, 20 July 2011

Gue Buat Grup Di Facebook

Sekedar informasi aja teman-teman, sekarang gue buka grup di facebook. Memang sih blog gue belum rame, tapi grup itu sebenernya bukan fans page gue (soalnya gue gak mau punya fans, sumpah!!) melainkan alternatif buat silahturahmi antar blogger, promosi blog, ngasih tau update-an blog-blog sahabat aja biar gampang gitu blogwalkingnya. Jadi setiap lo update blog tinggal promosiin aja linknya disana. Ya, bisa dibilang itu grup gue yang buat tapi untuk blogwalking getoh, selain itu kita juga bisa sharing disana. Dan grup itu akan mempermudah kita buat liat update-an para anggotanya termasuk mempermudah gue liat blog mana yang update juga sebenernya, hihihi. Jadi, gue berharap teman-teman gabung yak.


Nih gambar grupnya:


#Iya, gue tau gambarnya gak kreatif #

Kalo ada teman-teman yang minat untuk join di grup itu bisa klik gambar grupnya diatas itu atau klik disini atau bisa juga tab Grup Facebook diatas. Anggotanya gak perlu nempelin gambar grupnya, soalnya ntar blog sobat jadi kotor dan berat. Tapi kalo mau pasang ya monggo.

Tentang 10 Komentator Terbanyak Blog Gue

Waktu pertama kali buat blog ini, jujur gue gak begitu peduli bakal banyak yang datang apa gak ya? bakal ada yang komentarin tulisan gue gak ya? yang gue lakuin pertama kali buat blog ini cuma pengen nulis aja, sharing tentang kehidupan pribadi gue. Tapi gue juga gak menampik kalo tulisan gue yaaa paling gak sedikit dibaca lah sama orang lain, masa' cuma gue sendiri aja yang baca, gak ada yang komentar gak apa-apa deh, yang penting ada yang berkunjung. Sejak saat itulah gue mulai blogwalking, sedikit demi sedikit mempromosikan blog gue ini. Dan gue beruntung, gue bersyukur, lama kelamaan ada juga yang datang, liat-liat tulisan gue, eh terus komentar deh dikit-dikit. Darisanalah akhirnya terjalin sebuah komunikasi nyata di dunia maya.

Kali ini, sebagai bentuk terima kasih gue kepada teman-teman yang paling banyak berkomentar, gue buat postingan ini. Tapi, disini gue cuma masukin 10 individu/blogger yang paling banyak komentar aja, pengen sih buat lebih, tapi gak kebayang ntar panjangnya gimana nih postingan, jadi yang belum masuk gue minta maaf sebesar-besarnya ya. Kesepuluh komentar terbanyak ini gue ambil sampai saat gue nulis postingan ini (20/07/2011 jam 08.33), bisa di liat di bawah blog ini sebelah kiri (bisa aja suatu saat berubah). Baiklah, inilah dia kesepuluh komentator terbanyak blog gue ini:
Entah apa yang membuat dokter gigi satu ini berpikiran untuk buat blog. Gue kirain semua dokter itu kaku, yang di otaknya cuma penyakit, obat, penyakit, obaaat aja. Tapi, eits, ternyata dokter yang satu ini lain daripada yang lain. Dokter gigi gaul ini berhasil memadukan ilmu pengetahuannya tentang gigi sama bahasa anak gaul yang ciamik. Jadi, di blognya dokter gigi gaul itu, lo bisa belajar tentang dunia pergigian tanpa harus membayar. Dahsyat bukan? Tentunya.

Blog sobat yang satu ini gak kalah asiknya. Isi blognya ngacak, ada tutorial, ada info juga, pokoknya sesuai nama blognya yang penting share, apa aja dah yang penting gue share. Tapi jangan salah, walaupun blog ini memberikan tutorial dan info-info hangat seputar dunia maya, bukan berarti tulisan di blog ini kaku (terlalu formal), justru blog ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak muda dan gokil juga. Terbukti, blog ini banyak pengunjungnya juga loh.

3. bagi bagio [10]
Awalnya gue kirain nih blog sepakbola, soalnya  nama blognya roberto bagio gitu, tapi ternyata bukan. Blog ini bisa gue bilang termasuk blog share juga tapi cuma share lagu dan share puisi buatan dia sendiri. Sumpah, kalo nih orang dah nulis puisi buatannya, gue serasa kayak lagi dengerin lagu-lagu classic dengan permainan biola yang menyayat hati. Beh, prikitiw dah puisinya. Lo semua harus liat puisinya!
 
Blog abang gue yang satu ini judulnya Emotional Flutter (kalo salah di lurusin ya bang). Do'i ini selalu membuat tulisan yang unpredictable, susah dibaca, gak kayak di blog gue yang rata-rata tulisan hahahihi. Kadang tulisan blogger satu ini ceria, kadang juga gokil, sampai tulisan yang menyedihkan dan tragis. Semua di kemas bang Keven ini dengan porsi yang pas dan membawa pembacanya selalu penasaran di setiap paragrafnya. Sempurna.

Si Belo ini bisa gue bilang blogger yang selalu loyal ngelemparin komentar kesana-sini, orangnya selalu ceria dan dia adalah orang betawi. Blognya sama kayak gue, bersifat menghibur dan bisa banget bikin orang ketawa sendiri kayak orang gila. Ditambah lagi dengan kata-kata betawi di setiap tulisannya yang membuat tulisan yang sudah sedap itu jadi tambah mantap buat dilahap. Sangat menghibur, lo harus liat blognya!

Si teteh yang satu ini juga gak kalah gokilnya, si teteh ini juga mengisahkan tentang kehidupan sehari-harinya. Tamplate blognya sih cewek banget, tapi isinya berhasil mengocok perut gue juga. Lo gak akan bosen deh liat tulisan teh Euis ini, lo baca dari awal dan lo pasti bakal ketagihan. Tulisan yang gokil tadi itu juga berhasil dipadukan teh Euis dengan gambar atau ikon secara sempurna. Jadilah, tulisan yang udah unyu itu bertambah unyu dengan gambar atau ikon yang ada.

Gue suka banget liat perpaduan template sama tulisan di blog honeylizious ini. Sama kayak blognya teh Euis, blog honeylizious juga memiliki template yang cewek banget. Tulisan si teteh ini juga menarik, kadang gokil, kadang serius juga, kadang juga si mbak satu ini mempromosikan bukunya. Gue salut sama mbak satu ini, dia buat buku sendiri, produksi sendiri. Penasaran kan dengan buku-bukunya? makanya langsung aja kunjungi blognya.

Blognya termasuk baru juga, liat aja jumlah postingannya. Blognya yang memakai bahasa Ingris semua membuktikan bahwa si empu blog ini orang yang pinter bahasa Ingris (ya iyalah). Blognya berisi tentang beberapa trik, tips dan info. Mungkin untuk yang gak bisa bahasa Ingris, ehm, kayak gue akan mengalami sedikit kesulitan baca tulisannya, tapi kalo yang dah expert banget bahasa tuh bule', pasti gak akan mempermasalahkan. Penasaran sama blognya, tunggu apalagi, liat aja noh kesono..

Blognya si Inggit ini memiliki template yang unyu dan sesuai jenis kelaminnya, bertema cewek banget. Tulisan cewek Cirebon satu ini memakai gaya bahasa yang sedikit formal tapi juga bisa membawa pembacanya (anak muda) gak bosan. Blog ini juga bertema tulisan tentang kehidupan pribadi si empu blog. Gue pribadi sih suka liat tulisannya. Coba aja deh liat blognya.
 
10. Riska mbem [4]
Blog Riska ini juga blog yang mengisahkan kehidupan pribadinya. Rata-rata sih tulisannya gokil-gokil sama kayak Belo, Inggit, teh Euis dan blog-blog yang memiliki tulisan mengenai kehidupan pribadi lainnya. Templatenya juga sederhana tapi rapih. Pokoknya lo harus liat juga blognya, lucu deh. Dijamin bakal ngakak sendiri di depan layar monitor lo.

Itulah dia tadi tentang sepuluh blog sahabat yang paling banyak komentar di blog gue. Bukannya gak mau nge-review blog lain yang udah komentar disini, tapi kalo gue review semua bakal jadi panjang banget. Postingan tentang sepuluh komentator terbanyak blog gue ini rencananya gue tulis sekitar beberapa bulan sekali, jadi ada kemungkinan pergeseran yang buat blog sahabat lain jadi ikut masuk ntar. Ya, ini sedikit cara gue untuk berterima kasih buat yang udah capek-capek komentar di blog gue, maap kalo gue gak bisa ngasih apa-apa, award gak bisa bikin, duit gak punya, jadi cara gue untuk berterima kasih kepada para komentator hanya membuat postingan sederhana ini. 

Tuesday, 19 July 2011

Bagi-bagi Award Nih!

Gak kerasa ya puasa bentar lagi. Seperti bulan-bulan ramadhan sebelumnya, bagi umat islam, kita akhirnya dihadapkan lagi dengan bulan penuh godaan sekaligus nikmat dan berkah. Sebagai manusia yang gak luput dari dosa, gue mau minta maaf dulu lahir dan batin nih kepada semua umat manusia di bumi dan planet lain (kalo ada). Oke, sesuai judul, gue kemarin-kemarin ceritanya nih dapet award dari Si Belo tapi belum sempat gue posting (Sory ye Belo). Oh iya, kabarnya Si Belo ini lagi sakit, jadi mohon do'a buat kesembuhan teman betawi kita yang satu itu ya teman-teman. 

Langsung aja deh, ini dia award yang udah dia kasih ke gue:


Makasih temanku Belo, mudah-mudahan mata lo makin belo. Nah, lanjut ke award berikutnya yang datang dari sahabat blogger gue lainnya Mira. Sebenernya sih gue termasuk baru kenal sama blog tuh anak, tapi entah kenapa, mungkin karena gue orang sarap, gue dikasih award sama dia. Kalo gak salah hari ini dia kasih tuh award, makasih ya Mira, mudah-mudahan kolong story-nya tetap eksis dan menghasilkan story-story lain yang menarik.

Yuk, kita liat awardnya.. 1... 2... 3...


Yihaaa, ajib-ajib ya awardnya. Oke deh, sesuai judul, gue akan memberikan award-award yang udah gue dapet ini ke seluruh sahabat blogger yang udah mampir ke blog gue ini, baik yang baru mampir maupun yang udah lama. Soalnya gue gak mau menganaktirikan siapa aja yang berhak dapet nih award. So, bagi yang belum punya award-award di atas dan mau ambil tuh award ambil aja ya, gratis loh.

Oh iya, rencananya besok gue mau update lagi ah, entah itu ngelanjutin tragedi lepasnya Luki atau tulisan lainnya, yang pasti gue usahain update lagi besok, gak tau jam berapanya. Ciao, bye-bye.. Mau dicipok gak? Gak usah deh ya... *kabur*

Sunday, 17 July 2011

Perkenalkan, Teman-Teman Masa Lampau Gue

Dulu, kita gak tau, bahwa ternyata orang yang belum kita kenal sebelumnya kini menjadi sahabat. Banyak orang yang lalu lalang ngelewatin kita pas lagi jalan, karena kita gak kenal, tentu aja semua orang yang lewat kita itu gak kita sapa. Tapi apakah kita sadar, bahwa ternyata suatu hari, entah kapan pun itu, salah satu orang yang berjalan melewati kita itu kelak menjadi teman kita? Nah bingung kan, sama gue juga. Inilah seleksi alam kawan, secara tidak kita sadari, alam telah menyeleksi siapa aja yang jadi teman kita dan siapa aja yang jadi musuh kita walaupun sebenernya kita yang memilih dan menciptakannya.

Ini juga sama pas gue pindah ke Perumahan Bukit Sejahtera (yang udah baca tulisan sebelumnya pasti tau). Waktu pertama gue pindah itu rasanya gue benar-benar kesepian, gak ada teman, mati gaya abis pokoknya. Tapi lama kelamaan semua itu berakhir, satu persatu anak datang ke gue begitu juga sebaliknya, kita kenalan dan kita jadi teman. Setiap teman tentu aja punya kenangan tersendiri, setiap teman tentu aja punya karakter yang berbeda. Kali ini gue akan bernostalgia kembali sekaligus memperkenalkan beberapa teman-teman lama gue pas gue tinggal di Perumahan Bukit Sejahtera, baik itu teman sekolah atau teman sepermainan di lingkungan rumah. Ada yang namanya udah nongol di tulisan sebelumnya ada juga yang gue lupa namanya udah nongol apa belum di tulisan gue sebelumnya. Langsung aja, perkenalkan inilah teman-teman masa lampau gue...

1. Riyan Hasanin

 

Nih anak banyak nongol di tulisan gue di blog ini. Dia yang ikut gue ke Medan buat ketemu sama cewek gue dan dia juga yang udah secara tragis ngasih bola kertas gue ke Luki (baca: Tragedi Lepasnya Luki). Riyan ini sahabat gue dari gue SD dulu dan gue selalu merasa aman kalo nih anak di jadiin tameng buat nyebrang. Bagi gue Riyan udah kayak saudara dan gue selalu kangen sama suara ngoroknya terus pas dia tidur sambil duduk bertelanjang dada. Parah.
Komentar fotonya: Gaya narsis yang najis banget!!

2. Ilham

 

Ilham juga sering muncul di tulisan gue di blog ini, yang paling anyar adalah tulisan tragedi lepasnya luki yang masih bersambung. Ilham adalah teman sepermainan gue di sekitar rumah dan teman sekolah gue. Ilham juga merupakan anak seorang guru SD, yang juga teman nyokap gue, yang terkenal galak padahal sih biasa aja. Kemampuan terbaik Ilham adalah saat main bola dan dia jadi kiper. Loncatannya yang khas dan refleknya yang cihuy buat nih anak susah di jebol. Setelah dicari-cari dimana Ilham belajar menjadi seperti itu, akhirnya ditemukan sebuah jawaban pasti, kalo ternyata ilmu meloncatnya itu hasil didikan Luki, monyet peliharaannya.
Komentar fotonya: Lo kayak Komeng ham, sumpah!

3. Kaffah


Bisa dibilang Kaffah ini adalah the best friend gue waktu kelas 6 SD dulu. Hal yang paling gue kenang dari Kaffah adalah pas dia jualan ikan cupang di botol minumnya, nginep di rumah dia yang penuh kera liar sampai hukuman dari Pak Jun karena kita main bola kertas diem-diem di belakang pas Pak Jun lagi ngajar. Terakhir gue ketemu dia pas acara reunian dan dia bayarin gue makan. Ada satu pernyataan dari dia waktu reunian itu yang masih terniang di telinga gue, "Feb, kalo gue duduk di DPR ntar, gue ajak lo.."
Komentar fotonya: Waduh, pake acara promosi segala tuh anak.

4. Swara Lazuardy


Bisa di bilang Wara ini adalah salah satu teman gue yang punya penampilan di atas rata-rata (gue gak sanggup kalo bilang dia ganteng). Wara dan Riyan Hasanin merupakan salah dua sahabat gue juga yang setiap ke rumah selalu ngacak-ngacak isi dapur. Wara ini memiliki jiwa yang labil, kadang nganar kadang bener, semua tergantung isi dompet.
Komentar fotonya: Tuh foto waktu lo gak ada duit buat balik ya War?? Tragis.

5. Fajar Setiawan


Gue gak begitu deket sama nih anak sebenernya, malah gue lebih deket sama adik kembarnya yang cuma beda beberapa jam, Fajri. Tapi Fajar adalah satu geng gue di kelas 6 SD dulu bareng Kaffah, Fajri, Niko, Tama, dll (kalo gue lanjutin juga gak bakal tau lo). Hal terbodoh yang pernah gue lakuin sama Fajar adalah berantem sampai gigit-gigitan tangan. Sumpah, bekas bau mulut lo di tangan gue lama banget ilangnya jar.
Komentar fotonya: Iya deh lo ganteng, iya...

6. Boninka


Ini dia teman gue yang cukup banyak membuat sahabat blogger gue penasaran akan kejelasan kelaminnya. Ya, banyak yang ngira dari namanya kalo Boninka atau yang biasa disebut Inka ini cewek. Tapi lihatlah fotonya sekarang, dia adalah lelaki tulen. Kenangan berkesan sama nih anak adalah waktu dia hampir setiap hari sepulang sekolah ke rumah gue buat main PS2 dan yang pastinya juga pas kita nangkep belalang bareng.Oh iya, ada fakta yang belum gue jelasin di tulisan gue, yaitu kepanjangan nama Boninka yang sebenarnya adalah Born In California, soalnya dia lahir di USA sono, tapi sayang masa kecilnya di Palembang, jauh amat.
Komentar fotonya: Jaket yang dipake hanya untuk merubah penampilan biar keliatan atletis, boleh juga ide lo ka..

7. Riyan S

 

Riyan yang satu ini jelas berbeda sama Riyan yang diatas. Riyan S (S adalah nama bapaknya, jadi gak gue sebutin) ini adalah kakak dari Boninka. Jadi ceritanya mereka ini empat saudara gitu loh, yang pertama itu cewek, namanya bla bla bla, yang kedua Riyan ini, ketiga Boninka dan yang keempat bla bla bla. Di banding Riyan, gue lebih sering main sama Inka.
Komentar fotonya: Jualan telor mas?

8. Raid Farisandi

 

Ini dia teman gue yang nganar selanjutnya. Raid ini adalah teman sepermainan gue dulu, walaupun satu sekolah tapi tetep aja kita seringnya main dari rumah ke rumah. Nih anak nganar tapi kreatif, main bolanya sebenernya jago, tapi sayang dia suka lupa mana lawan mana kawan yang penting gol!! 
Komentar fotonya: Ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud, ya sudahlah.. Aww, ada Bondan Prakoso! *timpukpakebata

9. Geri


Bukan, itu bukan nama biskuit. Geri adalah teman sepermainan di daerah rumah gue juga dulu. Dialah orang yang bertanggung jawab atas kecanduan gue main PS. Geri-lah orang yang ngajakin gue ke rental PS pertama kali. Sejak saat itulah gue keranjingan main PS. Tapi berkat dia juga lah gue kenal banyak teman kayak Raid sama Riyan .S. itu.
Komentar fotonya: Aduh bang senyumnya kurang lepas tuh..

10. Fadhil


Dulunya, Fadhil ini cuma sering gue temuin di sekolah aja. Jujur sih dulu gue gak begitu akrab sama nih anak. Tapi semenjak gue pindah ke Bandung dan gue sering ke Palembang dulu, Fadhil sama Riyan Hasanin dan Swara selalu jemput gue dan kita jalan-jalan bareng terus nginep di tempat nih anak walaupun gak sering. Yang menjadi ciri khas Fadhil adalah dia suka gosok-gosokin hidungnya pake telapak tangan sampe hidung tuh anak merah kayak badut.
Komentar fotonya: Gayamu dhil minum bir, paling juga isinya air putih terus botolnya nemu di kotak sampah.

11. Deden Rahmat Yanto


Deden ini merupakan penggemar berat Juventus dan Del Piero. Dia merupakan teman gue waktu SD dulu sekaligus teman gue bermain bola. Rumahnya yang deket lapangan kecil membuat kita akhirnya suka main bola disana setiap sore. Gue, Riyan Hasanin, Deden sama Swara yang paling sering main di lapangan itu. Dan tentu aja, setelah main bola kita gak lupa cuci kaki di rumah Deden terus minta minum, abis tuh balik deh.
Komentar fotonya: Ciye masuk blog gue ni yee..

12. Argho


Tetangga gue yang juga sering numpang main PS atau sekedar tiduran di kamar gue. Sosok Argho ini bisa dibilang unik, dia ngingetin gue kepada sosok manusia karet di film fantastic four. Setiap dia manggil gue malem-malem gue selalu aja dikagetkan dengan gigi taringnya yang silau di malam hari. Argho selalu buat gue tenang setiap jalan bareng ke blok AA buat beli cup-cup, soalnya dia bisa di jadiin tameng yang pas ketika dikejar anjing, tapi sayangnya (karena faktor panjangnya kaki), lari Argho lebih kenceng dari gue dan setiap dikejar anjing selalu aja gue yang di belakang.
Komentar fotonya: Inilah Ki Joko Argho, ketik sms spasi GoGo kirim ke mana aja dah terserah lo.

Oke, itulah dia tadi sedikit dari teman-teman tempo dulu gue. Mungkin bagi kalian posting ini gak penting, tapi bagi gue, ini bisa jadi pengingat gue kalo sosok-sosok seperti ini dulu pernah hadir di hidup gue (berharap suatu saat nanti ketemu lagi). Mungkin sepuluh tahun lagi kita semua akan saling melupakan, kita semua pasti punya keluarga yang harus diurus, kerjaan yang harus di selesaikan dan semua tentang teman lama akan sendirinya terhapus dari ingatan. Persahatan itu tumbuh mulai dari kecil banget, bisa justru dari perkelahian atau langsung berjabat tangan sambil memperkenalkan nama masing-masing. Namun pada akhirnya itu membuat kita akan sering berbicara dan bertemu. Terus, terus dan terus sampai pada akhirnya kita menemukan satu titik dimana kita akan memanggil orang tersebut dengan sebutan teman, kenalan atau bahkan sahabat. Dan gue akan selalu berusaha mengingat mereka yang telah hadir di hidup gue sebelum akhirnya semua terlupakan.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑