Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Review Film Wiro Sableng: Saatnya Superhero Lokal Berjaya!

Kira-kira Wiro Sableng yang ini bakal sebagus sinetronnya dulu yang diperanin sama Ken-Ken nggak ya? Pertanyaan itu berputar di kepala gue pas pertama kali tahu kalau pendekar 212 ini bakal dijadiin film. Pasti bakal beda, jelas, Wiro nya Vino pasti beda sama Wiro nya Ken-Ken. Begitu lihat trailernya, gue rada aneh sih lihat Vino jadi Wiro Sableng, apalagi tone suara Vino sebenarnya rada kurang macho, tapi setelah nonton filmnya justru disitulah keunikan Wiro Sableng yang diperankan sama Vino G. Bastian. 
Film ini langsung dimulai dengan adegan action dimana Mahesa Birawa dan pasukannya menyerang pemukiman dimana keluarga Wiro Sableng kecil tinggal, di Jatiwalu. Yayan Ruhian yang memerankan sosok Mahesa Birawa benar-benar jadi sosok villain yang nyaris sempurna. Di adegan itulah, Ayah dan Ibu Wiro meninggal. Wiro sendiri diselamatkan Sinto Gendeng yang ujug-ujug datang ketika Wiro hampir mati. Disinilah cerita di mulai, Wiro diangkat jadi murid oleh Sinto Gendeng dan setelah di rasa …

Review Buku Ubur-Ubur Lembur

Raditya Dika, semua sudah tahu siapa pionir kejombloan akut yang sekarang memutuskan untuk menjadi laki-laki normal itu. Gue bukan pengikut sejati buku-bukunya sih, yang gue baca serius cuman 'Kambing Jantan' sama 'Marmut Merah Jambu'. Makanya nih, begitu Bang Radit, sapaan abang-abangnya, ngeluarin buku yang berjudul Ubur-Ubur Lembur, sebenarnya biasa aja. Tapi, begitu ada tema "lembur" nya, yang mana merupakan kebiasaan gue di kantor, mendadak gue pengen banget nyomot tuh buku dari Gramedia. Tadinya gue ngarep ada yang plastiknya sudah di buka sih biar gue gak perlu beli, alias baca aja di tempat langsung, tapi berhubung nggak ada buku Ubur-Ubur Lembur yang sudah telanjang jadi gue beli aja deh, nggak deng gue ikhlas kok pengin beli, sumpah. Harganya 66.000 bro! Gile ya, harga buku jaman now ngeri-ngeri. Gak masalah sih, gue ngerti banget gimana sebuah karya, terlepas orang suka atau gak suka, harus diapresiasi. Soalnya, prosesnya itu lho, wadaw.
Oke, kita…