Thursday, 14 April 2016

Kenapa Sinopsis FTV Kita Di Tolak? (@SCTV)

Helow eperibadeh, di postingan ini gue lagi-lagi akan membagikan pengalaman selama nulis sinopsis atau cerita FTV ya. Rada tergugah nulis ini karena selama ini ada beberapa orang yang nanya gimana sih biar bisa di acc? Gue juga nggak bisa ngasih jawaban pasti karena parameter cerita kita di terima tuh terkadang nggak bisa di tebak dan gue juga masih sering di tolak. Tapi, paling nggak ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar sinopsis yang kita buat bisa lebih baik dan nggak 'dibuang' sebelum reviewer membacanya sampai habis. Dalam kasus ini adalah FTV yang tayang di sctv. Apa aja itu? Berikut ini gue jabarin beberapa hal yang bisa bikin sinopsis ftv kita di tolak:

1. Plot Terlalu Sederhana
Rasanya ini sudah cukup jelas ya. Bukan cuman di sctv, tapi di station tv lain juga pasti menuntut kita untuk membuat plot cerita yang menarik di mana terdapat konflik yang menarik di sana. Contohnya di ftv romance komedi kayak yang di sctv, kita nggak bisa lagi untuk membuat cerita yang murni hanya memainkan 3 karakter di sana yang bertema cinta segitiga. Memang, cerita cinta segitiga itu masih bisa di eksekusi tapi dengan konflik yang berat, seperti film lebar Talak 3. Di film itu, kisah cinta segitiga nya menurut gue terlalu berat untuk di angkat ke ftv dan terlalu sayang kalau cuman dijadikan ftv. Di ftv sctv, sekarang gue lihat minimal ada permainan 4 karakter di sana, tapi harus dengan plot yang lebih menarik dan unik dari sinopsis yang memainkan 6 karakter.

2. Plot Terlalu Rumit
Plot terlalu sederhana gak boleh, terlalu rumit juga gak boleh, Lu ngajak ribut Feb? Yah, begitulah, plot juga nggak boleh terlalu rumit, perhatikan durasi dan penonton. Jangan sampai, kita membuat sinopsis yang terlalu banyak percabangannya karena biar bagaimana pun penonton FTV ini banyak dari kalangan remaja, mereka masih perlu jeda untuk tersenyum, jangan kita buat dahinya berkerut terus. Gue pernah di tolak karena alasannya ini, ya kaget sih karena biasanya di tolak karena terlalu sederhana, eh, ini malah terlalu rumit. Pas gue baca lagi, memang sih, konfliknya kebanyakan! muahahaha...

3. Tema Jangan Terlihat Mengerikan
Ini mungkin yang jarang dialami. Gue pernah di tolak karena nulis tema tentang usaha sepatu tapi dari kulit ular. Mulai dari megang ular sampai ngebunuh ular buat diambilin kulitnya jadi sangat mengerikan kalau divisualkan. Jatuhnya bukan jadi ftv komedi romance, tapi malah thriller romance. Halah... Maka dari itu, kita harus benar-benar cermat memilih, apakah yang kita tulis tampak mengerikan ketika divisualkan nanti. Jangan gara-gara mau ambil tema unik kayak 'Pacarku Pawang Buaya', kita lanjut aja nulis. Kan sayang bakal buang waktu kalau tahu ujungnya di tolak.

4. Tema Jangan Terlihat Ambigu
Analoginya seperti ini, lo dihadapkan pada seorang teman yang lagi bawa 2 gelas di kedua tangannya. Gelas itu, sama-sama isinya air bening/ putih, lalu teman lo itu nanya, "Hayo tebak, yang mana nih yang air zam-zam?". Bingung kan? Iya, begitu juga nulis sinopsis FTV ini. Misalnya kita angkat tema air zam-zam, entar secara visual penonton bertanya-tanya, "Bener gak tuh air zam-zam??". Sama kayak stand up comedy lah yang materinya believable atau unbelievable. Lalu ada pertanyaan nih, "kalau gitu gimana dengan susu? kan orang juga bingung itu susu sapi, kambing atau susu mbok Darmi?". Jawabannya sederhana, kalau kasus untuk susu ada penguatnya yaitu temanya di ambil sapi atau kambing? Biasanya sapi dan itu sudah cukup menghilangkan keambiguan susu di sana. Yah, kira-kira gitu lah dengan maksud ambigu di sini.

5. Jangan Terlalu Drama
FTV di sctv itu mengusung tema romance komedi dan sebagai media hiburan ringan di pagi, siang serta malam hari. Jadi, sebisa mungkin kita jangan membuat sinopsis yang full 100% drama. So, selipkan gimmick-gimmick komedi,, misalnya ada cowok yang suka sama cewek, eh, ternyata bokapnya si cewek itu mantan pegulat yang dadanya bisa goyang-goyang. Ada sesuatu yang secara visual bisa membuat penonton tertawa di situ, di mana ekspresi ketakutan si cowok melihat dada Bokapnya si cewek itu goyang-goyang. Nggak perlu banyak komedi nya, yang penting secara visual itu dapat terbayangkan lucu nya.

Mungkin 5 poin itu aja cukup sebagai warning untuk kita, termasuk gue juga, kalau mau membuat cerita atau sinopsis untuk keperluan FTV SCTV. Bukan berarti gue jago dan nggak pernah ditolak dari 5 poin itu tadi ya, sering banget gue di tolak karena 5 poin itu. Intinya di sini, gue cuman membagikan pengalaman gue aja bagi siapa pun yang pengin mencoba nulis cerita atau sinopsis ftv sctv ini. Secara pribadi, buat yang masih kuliah atau lagi nganggur cari kerja apa salahnya mencoba nulis cerita atau sinopsis untuk ftv, baik itu di sctv maupun station tv lain. Yah, daripada ngahuleng nggak jelas dan nggak ada hasil kan mending nulis aja siapa tahu iseng-iseng berhadiah. Tapi, sebelum itu kita juga harus mencari relasi yang bisa menghubungkan kita dengan PH dan relasi itu harus lah orang terpercaya untuk menghindari penjiplakan karya. Buat yang mau tanya-tanya tentang sinopsis ftv ini ke gue, jangan ragu kontak twitter atau fb gue aja ya.. Ciao!

1 comment:

  1. keren...sudah dari dulu berniat pengen nulis, tapi entah kenapa mentok di tengah jalan terus. nggak pede. ada solusinya bang,,??

    ReplyDelete

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑