Skip to main content

Posts

Naskah Novel "Pacar!" Diterima Penerbit

Pagi-pagi enaknya ngopi, siang-siang minum es cendol, eh ketemu lagi sama Feby, mukanya kayak orang mau be'ol. Ah, dari dulu gue enggak bisa bikin pantun yang ngebagusin diri gue sendiri, lupakan. Di postingan ini, gue mau ngasih kabar gembira, buat diri gue sendiri, karena naskah novel gue dan Ryan Hasanin, berjudul "Pacar!", yang pernah gue minta review'in sama pembaca blog gue DISINI, akhirnya di terima penerbit mayor. Jujur sih, kalau baca komentar-komentar di postingan itu, gue ngedrop banget soalnya banyak kritik, panjang-panjang banget lagi. Tapi, justru itulah yang gue cari. Gue percaya kalau kritikan itu bisa membuat seseorang sukses di masa yang akan datang. Di postingan itu, gue baru nunjukkin intro sama BAB 1 nya aja, belum menggambarkan cerita sepenuhnya yang sampai 15 BAB dan juga ada pengeditan kecil yang gue dan Ryan lakuin dari contoh yang gue publish di postingan itu. Pokoknya bakal seru deh konfliknya, genrenya komedi romance khas anak-anak SMA. G…

(UPDATE) FTV Bubur Ayam Spesial Cinta!!

Kangen nulis di blog! Akhinya, setelah gue berhasil melepaskan diri dari kejaran Ken Arok yang hendak mempersunting gue, gue berhasil kembali lagi ke masa sekarang dan bisa ngeblog lagi. Oke, ehem... garing. Di postingan ini, gue mau share lagi FTV yang ceritanya buatan gue, judulnya seperti yang di atas; Bubur Ayam Spesial Cinta. Gue pertegas, ini FTV nggak ada hubungannya sama Tukang Bubur Naik Haji. Curcol sedikit, sebenarnya FTV ini awalnya gue tulis untuk puasa kemarin, temanya pun di hari puasa sebenarnya. Judulnya yang awal banget tuh Bubur Candil Spesial Cinta. Tapi, sepertinya SCTV punya pandangan lain dengan cerita gue dan di-ACC dengan sejumlah catatan di antaranya; sebaiknya untuk FTV Reguler aja dan sebaiknya bubur ayam aja. Ah, bodo yang penting di terima gue mah, ahay. Yang sepertinya sudah pasti hilang adalah plot puasanya, sedangkan untuk cerita garis besar konflik tetap sama. Ini dia link dari pemain FTV Bubur Ayam Spesial Cinta: INSTAGRAM Jojosilalahi dan PATH Jojo…

Acara Tipi Membosankan, Salah Siapa?

Puasa-puasa gini emang enak ye kalau lihat iklan sirup, apalagi yang airnya tuh netes-netes di gelas. Tapi, bukan itu yang akan gue bahas di postingan kali ini. Melainkan, acara tipi! Iya, nggak di facebook, twitter sampai kaskus, gue selalu melihat keluhan beberapa orang yang ngomong kalau acara tipi tuh makin hari makin sampah, alias gak bermutu. Salah satunya acara FTV yang gue sendiri berkecimbung di dalamnya sebagai penulis ide cerita. Memang sih, gue juga mengakui FTV tuh gitu-gitu aja, terlalu cepat alurnya juga nonsense banget. Masa si tokoh langsung ketemu sama jodohnya? begitu lihat intro aja udah ketebak deh siapa yang bakal jadian sama siapa. Iya, gue akuin itu memang pasaran. Namun, itulah tren yang diciptakan. Setiap acara, punya tren atau cirinya masing-masing.
Enggak beda jauh dari orang-orang yang menjual produk. Semua stasiun televisi juga gitu. Mereka bakal menciptakan produk mereka sendiri. Nah, produk mana yang banyak peminatnya, itu yang dipertahankan. Jujur sih…

Skenario Untuk Film Pendek (versi Belajar)

Skenario film pendek ini gue buat karena pengen belajar aja nulis skenario, huehuehue... Genrenya menurut gue drama inspiratif. Ceritanya tentang seorang penari streptease bernama Julia yang bertemu dengan Andre yang ternyata merupakan mantan gigolo yang mengidap penyakit AIDS. Pada akhirnya, justru pertemuan itulah yang membuat Julia tobat. Tenang, tenang, walaupun temanya rada aaaahh uuuhh, tapi ini ini bukan skenario film bokep. Langsung aja, ini skenarionya:

Tips Membangun Mood Saat Menulis

Banyak orang yang bilang kalau nulis itu butuh 'mood'. Menurut gue, kondisi "gak mood" saat menulis itu adalah sebuah kondisi yang kita ciptakan sendiri. Gue juga sering banget ngerasa 'duh, kok jadi gak mood gini sih nulisnya..' Tapi, dalam beberapa momen, gue ngerasa kalau gue tuh benar-benar semangat menulis, ide ngalir begitu aja pas lagi nulis. Kenapa? Nah, setelah melalui beberapa pengalaman ketika menulis, gue mendapatkan beberapa hal yang bisa membangun mood dalam menulis ini.
1. Menulislah Genre yang Kita Sukai. Terkadang, saking seringnya kita membaca, kita semakin pengen nulis-nulis genre serupa dengan apa yang kita baca. Interfensi dari bacaan seperti itulah yang biasanya menjadi godaan bagi penulis pemula, kayak gue. Menurut gue sih, kita harus menulis sebuah genre yang kita suka, yang kita bangetlah, bukan genre yang kita inginkan. Soalnya, kalau kita menulis genre yang kita inginkan, belum tentu itu genre yang kita sukai. Ujung-ujungnya, pasti …