Thursday, 3 July 2014

Tips Membangun Mood Saat Menulis

Banyak orang yang bilang kalau nulis itu butuh 'mood'. Menurut gue, kondisi "gak mood" saat menulis itu adalah sebuah kondisi yang kita ciptakan sendiri. Gue juga sering banget ngerasa 'duh, kok jadi gak mood gini sih nulisnya..' Tapi, dalam beberapa momen, gue ngerasa kalau gue tuh benar-benar semangat menulis, ide ngalir begitu aja pas lagi nulis. Kenapa? Nah, setelah melalui beberapa pengalaman ketika menulis, gue mendapatkan beberapa hal yang bisa membangun mood dalam menulis ini.

1. Menulislah Genre yang Kita Sukai.
Terkadang, saking seringnya kita membaca, kita semakin pengen nulis-nulis genre serupa dengan apa yang kita baca. Interfensi dari bacaan seperti itulah yang biasanya menjadi godaan bagi penulis pemula, kayak gue. Menurut gue sih, kita harus menulis sebuah genre yang kita suka, yang kita bangetlah, bukan genre yang kita inginkan. Soalnya, kalau kita menulis genre yang kita inginkan, belum tentu itu genre yang kita sukai. Ujung-ujungnya, pasti deh berhenti nulis karena kita ternyata gak sepenuh hati nulisnya, padahal kita pengen benget nulis di genre itu. Imbasnya banyak karya yang sudah kita buat susah-susah di tengah jalan, eh kita buat baru lagi karena ngerasa gimanaaa gitu sama tulisan yang sebelumnya. Nah, itulah mood yang terganggu karena secara tak disadari, kita sudah berusaha mencoba menulis sesuatu yang gak kita suka. Yup, mood biasanya terbangung dari hal yang kita suka dulu, kayak cinta deh.

2. Jangan Memaksa Untuk Sempurna.
Hal ini juga sering gue alami sehingga entah kenapa mood bisa tiba-tiba hilang. Pas nulis, gue selalu langsung lihat apa yang gue tulis itu. Kadang baru nulis satu-dua kalimat, langsung gue cek. Padahal, langkah yang benar menurut beberapa orang penulis dan editor adalah selesaikan dulu apa yang mau kita tulis, baru setelah selesai semua kita koreksi. Kadang kalau kita nulis langsung koreksi, lama kelamaan kita bisa bingung sendiri. Sebaiknya, setelah selesai menulis sampai habis, istirahat dulu. Kalau perlu seharian biar otak kita fresh. Nulis di blog pun sama, untuk yang belum terbiasa, sebaiknya sih dijadiin draft dulu, terus besoknya baca lagi dan publish kalau sudah yakin oke.

3. Jarak atau Posisi Monitor dengan Mata dan Pencahayaan Saat Menulis.
Dari sisi non-teknis, hal ini sangat penting untuk penulis. Kita jangan nulis dengan kondisi terlalu menunduk terus atau ke atas terus. Usahakan pandangan kita ke monitor pc / laptop itu sejajar. Ini ngaruh banget dan ngefek abis bagi gue pribadi. Mood nulis jadi terganggu soalnya leher kita cepet pegel, jadi rada puyeng juga. Pencahayaan juga gak kalah pentingnya. Kalau nulis malem, jangan matiin lampu karena cahaya monitor jadi fokus nyorot mata kita sehingga mata kita cepet lelah. Usahakan cahaya kita menulis itu seimbang. Mood nulis, jadi bener-bener terganggu deh kalau kita salah menentukan posisi layar atau pengaturan pencahayaan.

4. Waktu Menulis.
Ini sebenernya yang tahu kita sendiri. Iya, cuman kita sendiri yang tau jam-jam produktif kita menulis. Memang sih kadang rubah-rubah, tapi cari tahu mayoritas dari jam berapa sampai jam berapa kita biasanya produktif nulis. Nulis di blog misalnya. Lumayan penting sih, soalnya mood nulis jadi 'lebih ada' kalau kita tahu kapan kita biasanya lancar menulis. Kalau gue pribadi sih biasanya malem dari jam 9-an sampai tengah malem. Nikmatnya lagi ditemenin kopi, abis tuh boker. Terus nulis lagi. Seger abis. Sekali lagi, tips yang ini cuman kita sendiri yang tahu. Jadi, jangan tanyain ke orang-orang ya kapan sih waktu yang tepat untuk menulis? jangan. Jawabannya ya kita sendiri yang tahu dan cari tahu deh dari sekarang kapan waktunya. Dengan kita tahu kapan waktu produktif kita menulis, di jamin pasti lancar deh nulis.

5. Suasana Ketika Sedang Menulis.
Nah, ini poin sebenernya rada sama sih dengan waktu menulis. Iya, suasana seperti apa sih yang bikin kita nyaman. Soalnya gini, gak semua orang suka nulis di tempat yang sepi. Kadang, ada juga kok orang yang baru bisa nulis lancar kalau sambil mendengarkan musik tertentu. Maka dari itu, cari sendiri suasana yang tubuh kita inginkan saat menulis. Selain itu, suasana hati juga perlu, kalau lagi patah hati, jangan nulis deh entar keyboard jadi penuh air mata. #eaa

Sekian sedikit tips membangun mood saat menulis dari gue yang standar ini, muahahaha.... Intinya, faktor teknis dan non-teknis sangat perlu untuk membangun mood. Kalau kita punya kosa kata terbatas, gak perlu berkecil hati, yang penting tulis aja dulu yang ada di kepala dengan perbendaharaan kata yang kita miliki. Menulis itu bukan paksaan, tulisan gue pun bisa di bilang standar abis. Yang penting, ada mood dan kemauan dalam mempertunjukkan tulisan kita ke orang-orang. Seperti kata Pandji, gimana lo mau dihargain orang kalau orang gak ngeliat proses lo! Yuk kita budayakan menulis, siapa tahu lo adalah hidden talent di bidang literature Indonesia, siapa yang tahu kan?

15 comments:

  1. interfensi saudaranya sama internisti apa hipertensi?

    ReplyDelete
  2. Yng terakhir Feb: Jatuh cinta. \:D/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa? lo jatuh cinta sama gw? cukup, cukup, gw udah tobat,, hahahaha...

      Delete
  3. nomor 4 kayaknya yang paling berpengaruh untukku, pengennya tiap hari bisa nulis, tapi apa daya, ngga sanggup...

    ReplyDelete
  4. haha saya malah sering nulis pas lagi patah hati. Justru lagi produktif produktifnya nulis tuh. tapi ya gitu. keyboar basah *alay sekali* hahahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, berarti teori gw gak mempan di lo ya,, wkwkwk.. Kasian.

      Delete
  5. Yang paling susah menurut gw adalah ketika lu berfikir dari berbagai arah, yaitu jadi penulis, pembaca dan masuk kedalam cerita. Jadi singkat, bikin males, hehehe
    Udah lama kagak kesini, sejak off ngeblog beberapa bulan lalu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weit akang Andy is back! haha.. Yoi, nulis itu emang bener-bener susah, apalagi fiksi. Soalnya selain kita juga ada orang lain yang baca dengan pengetahuan yang berbeda-beda. Jadi yaa... pro kontra pasti tetep ada. :D

      Delete
  6. noted. boleh gue terapin kan Feb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bolehlah, kan itu tujuan gw nulis di blog ini.. :D

      Delete

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑