Skip to main content

FTV Coming Soon dan Pindah PH

Akhirnya turun gunung lagi nulis di blog. Nggak beda jauh sih sama postingan sebelumnya, kali ini gue mau ngasih tahu kalau gue sekarang pindah PH. Apa itu PH? PH itu adalah sejenis kromosom, eh salah, PH itu production house! Kenapa gue pindah PH? Nah, untuk jawaban yang satu itu gue nggak etis menjawabnya di postingan blog, yang jelas gue sekarang pindah ke Screenplay Production. Mungkin ada beberapa dari kalian yang sudah pernah atau bahkan nggak asing lagi sama PH satu itu. Singkat cerita bagaimana hubungan asmara gue sama tuh PH adalah ketika beberapa minggu ke belakang, gue coba-coba ngontak email PH-nya. Eh, yang ngebales tuh Pak Agus Wijaya Aidi. Skip, skip, skip dan akhirnya gue memutuskan untuk ngirim sinopsis-sinopsis gue ke sana. Banyak juga sih yang di tolak, huehuehue... Tapi, alhamdulillah, ada 3 sinopsis gue yang di acc sama sctv. Sebenarnya, 1 sinopsis yang di revisi, sama 2 yang acc. Berhubung pihak screenplay lagi butuh cepat, jadinya mereka yang ngerevisi satu sinopsis gue itu. Salah satu bukti ide cerita gue di acc bisa di lihat di bawah ini:


Seperti yang tertera di gambar, ada Burger Lapis Cinta sama Pukulan Cinta Petinju Cantik yang OK. Nah, satu lagi sinopsis gue yang di terima tuh judulnya Ditodong Cinta Penjual Kue Pancong, tapi untuk yang itu gue masih belum tau judulnya bakal di ganti apa nggak. Yah, di tunggu aja ya info terbarunya tentang itu ftv di blog gue ini. Akhir kata, selamat menunaikan ibadah puasa buat umat muslim di seluruh dunia. Mudah-mudahan puasa kita kali ini nggak cuman dapat lapar sama hausnya aja.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengenang Kera Sakti (Journey To The West)

Seekor kera, terpuruk terpenjara dalam gua.. Di gunung tinggi sunyi tempat hukuman para dewa.. Bertindak sesuka hati loncat kesana-kesini.. Hiraukan semua masalah dimuka bumi ini.. Gak, gue bukan lagi buat puisi. Sobat masih inget gak itu penggalan dari lirik lagu apa? Yup, itu adalah lirik dari film yang dulu setiap sore gue tunggu kehadirannya di indosiar. Setelah era ksatria baja hitam RX, banyak banget film anak-anak bermunculan kayak ninja jiraiya dan kawan-kawan. Tapi setelah itu, setelah gue beranjak SMP, gak ada lagi film yang bener-bener membuat booming dunia anak-anak. Memang masih ada beberapa film sih, tapi tema film anak-anak yang gitu-gitu aja membuat kami, rombongan anak-anak SMP dan sederajat, berasa mengalami kebosanan tontonan dan mengakibatkan kami lebih memilih baca komik. Sampai tiba pada saat film kera sakti (Journey to the west) muncul ke dunia pertipian Indonesia. Inilah saat-saat gairah menonton tipi kembali muncul.  Foto 1. Inilah dia keluarga kecil SunG

Acara Televisi Katanya Kurang Mendidik, Salah Siapa?

Gue tergugah nulis di postingan ini karena banyak orang-orang di facebook yang mengeluhkan acara televisi dan menjudge secara satu sisi kalau acara televisi nggak mendidik dan itu salahnya stasiun-stasiun televisi. Gue setuju, gue lebih senang acara-acara televisi di periode 90-2000an awal dimana slot acara yang pantas untuk di tonton anak-anak lebih banyak. Sekarang, kata orang sih stasiun televisi lebih mementingkan share dan rating. Lalu, apakah kita sadar siapa yang menciptakan share dan rating tersebut? Iya, masyarakat. Banyaknya drama Turki sama sinetron-sinetron bertemakan manusia jadi-jadian yang sekarang muncul pun berkat andil mayoritas masyarakat yang nonton, akibatnya semua pada latah. Memang benar awalnya ada penggiringan di sana untuk menyukai genre tertentu, tapi kan kalau yang mau di giring banyak yang nolak alias nggak di tonton juga nggak mungkin bisa latah gitu.  Sebenarnya, itu bukan jadi hal yang mengherankan karena dulu juga televisi kita dibanjiri dengan ban

Balada Perut Mules

Warning: Postingan ini akan merusak selera makan anda. Yang lagi makan sebaiknya di stop dulu. Terimakasih. Akhir-akhir ini gue dilanda lagau (baca: galau). Bukan karena cinta, bukan juga karena gue tidak kunjung mendapatkan gelar S1, tapi gue galau karena kondisi perut gue yang gak enak banget. Gue gak tau kenapa ini terjadi. Gue ngerasa ada angin yang muter-muter di perut gue dan gue merasa ada "sesuatu" yang minta dikeluarin dari bokong gue. Sesuatu itu adalah.... ah, di skip aja, kalau gue kasih tau bentuknya gimana, wananya apa, lembek apa keras, ntar para pembaca jadi pada muntah di depan monitor. Melihat ketidakberesan itu, besoknya gue langsung konsultasi sama nyokap. Disaat-saat seperti ini nyokap memang tempat yang pas buat mengadu. "Mah, perut Feby kok mules gini ya, gak enak banget." "Owh, sama dek, mamah sama papah juga gitu, lagi musim." "Lho, memang ada ya musim perut mules gini, Mah?" "Ya ada lah. Mungk