Sunday, 3 September 2017

Review Film Warkop Jangkrik Boss Part 2: Penasaran Yang Sia-sia






Film jangkrik boss 1 sudah oke dan cukup membuat gue penasaran di endingnya. Begitu muncul nih reborn part 2 nya, gue jadi makin penasaran gimana kelanjutan komedi absurd ini. Yah, seperti judulnya, rasa penasaran gue bisa di bilang sia-sia. Mungkin karena gue terlalu berekspektasi lebih kali ya. Gue nggak mau bahas panjang lebar di postingan kali ini. Sebagai seseorang yang memposisikan diri sebagai penonton netral, gue berani bilang kalau part 2 ini nggak lebih bagus bahkan gak menyamai part 1 nya. Kenapa?

Pertama, akting. Yup, di part 1 gue ngeliat akting semua pemainnya yah okelah. Di part 2 ini, entah kenapa berasa ada yang kurang terutama di sisi Vino yang berperan sebagai Kasino nya. Akting terbaik tetap Abimana yang berperan sebagai Dono kalau menurut gue, tapi di part 2 ini pun seperti ada penurunan, entah karena bagian Dono terasa lebih sedikit atau gimana kurang ngerti juga. Untuk Tora Sudiro yang berperan sebagai Indro yang menurut gue stabil, tapi stabil nya itu bukan stabil oke lho ya. Mulai dari ekspresi, pelontaran kalimat sampai delivery kelucuannya ketiganya sedikit mengalami penurunan. Komedi nya di beberapa part jadi terasa banget dipaksainnya.

Kedua, komedi. Nah, sudah ada bocoran di atas tuh komedinya terasa dipaksain di beberapa part. Gue nggak mau ngebedah isinya lebih dalem, entar jadi spoiler. Menurut gue, ada kalimat-kalimat yang sebenarnya sih dimaksudkan untuk ngelucu, tapi nggak tersampaikan dengan baik. Terasa dari respon penonton di bioskop yang biasa aja, ada yang ketawa tapi cuman beberapa. Komedi-komedi yang Indro pake bra, tetek Vino membesar, muka Kasino nemplok di pintu dan lainnya yang mengeksploitasi fisik justru yang mendapatkan banyak tawa. Berasa sayang aja, komedi verbal yang seharusnya jadi kekuatan Warkop juga kurang mendapatkan tawa penonton. Menurut gue, masih kalah dengan My Stupid Boss yang komedi verbal nya juga oke. Malahan nih, Jangkrik Boss part 2 ini lebih lucu scene yang salah-salah nya di akhir film. hmm...

Ketiga, Adegan Nyanyi yang nggak efektif alias ngabisin durasi! Gila, maksudnya sih untuk mengingatkan lagi lagu-lagu legendaris Warkop plus ngasih sentuhan komedi di dalamnya, tapi kok biasa aja. Ada dua kali adegan nyanyi yang menurut gue cuman usaha untuk membuang durasi, sayang banget. Gue masih inget, di Jangkrik Boss part 1, si Kasino nyanyi 'yang baju merah jangan sampai lolos', tapi itu berhubungan sama plot nya. Tapi yang kedua ini enggak. Nih, adegan nyanyi nya tuh pas naik kapal sama pas mimpi, itu menurut gue nggak banget.

Keempat, cerita. Kekhawatiran gue akan banyaknya bagian-bagian yang seharusnya di buang akhirnya terjadi. Iya, akhirnya itu berimbas dengan ceritanya. Gue penasaran banget pas mereka itu ke pulau tanpa penghuni nya. Gue demen sudah menyelipkan komedi horor, tapi begitu tahu kalau yang jahat adalah si "itu", gue langsung ngucap kalau film ini sudah selesai. Memang sih menghadirkan sebuah plot yang mengejutkan, tapi berasa cepet aja gitu. Terus, begitu terkuak kalau harta karunnya adalah blablabla, gue langsung mikir ngapain jauh-jauh ke Malaysia? Di Indonesia juga bisa di eksplor kok pulaunya. Setelah filmnya selesai, gue mikir lagi nih, kalau di part 2 begini, kenapa nggak disatuin aja di part 1, bisa kok dengan segudang pengalaman orang-orang yang terlibat di dalamnya gue yakin bisa.

Oke, baiklah, dari penjabaran gue di atas tadi, gue ngasih nilai 3/5 untuk Jangkrik Boss Part 2 ini. Di balik kekurangannya, gue apresiasi visual effect nya dan kerja keras Vino, Tora dan Abimana untuk memerankan ketiga tokoh komedi legendaris Indonesia itu. Masih okelah untuk jadi hiburan bareng keluarga dan pacar, tapi pesan gue cuman 1: Jangan berekspektasi terlalu berlebihan untuk part kedua ini.

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑