Thursday, 6 April 2017

Film Danur : Ada Usaha Mengembalikan Horor Pada Tempatnya!

Foto nyomot dari google

Beberapa hari yang lalu, gue sama pacar rada mengubah rencana yang tadinya cuman mau makan, jadi berujung ke bioskop. Celakanya, rencana dadakan itu ngebuat kita nonton film yang dadakan juga, yaitu Danur. Awalnya sih rada males ya, Prilly gitu loh yang mainnya. Tapi gue nggak begitu menjelekkan Prilly sih, soalnya gue suka aktingnya di film Hangout. Pertanyaannya, akting dia minimal kayak gitu gak di film Danur ini? Apalagi ini horor murni, pasti banyak yang kepikiran, Pliss deh Prilly yang centil itu main film horror?

Film Danur ini diangkat dari kisah nyata Risa Saraswati, bahkan ada bukunya. Gue sih belum baca bukunya, tapi kalau sebuah buku sudah dijadiin film sih pasti tuh buku termasuk yang bagus penjualannya. So, di mulai dari awal cerita, gue sudah suka sama permulaan yang cukup menegangkan dengan Risa yang diperankan oleh Prilly lagi main piano sambil mendendangkan lagu sunda boneka abdi yang oke untuk dijadiin ritual memanggil trio hantu anak kecil. Di awal aja penonton sudah bertanya-tanya, siapa mereka? Alur kemudian berubah jadi mundur, gue suka film dengan alur maju mundur! Risa kecil, ceritanya nih tumbuh di keluarga yang bisa di bilang gak bahagia. Risa jarang banget dapet perhatian dari Nyokapnya yang kerja terus. Nah, di hari ultahnya itulah, Risa berharap dapat teman yang bisa nemenin dia main. Ketemu deh Risa kecil ini sama trio hantu bernama Janshen, William sama Peter. Proses ketemunya itu loh, kamvret banget, ngagetin kambing!Tapi ternyata trio hantu ini gak baik-baik banget sih, mereka sempat menuntun Risa untuk bunuh diri biar bisa ngikut mereka jadi 'hantu', yah gara-gara Risa juga sih yang bilang pengen main sama mereka terus dan gak pengen berpisah dengan mereka. Untung aja ada Nyokapnya Risa yang ngebawa 'orang pinter', sehingga Risa bisa diselamatkan. Dan ketika mata batin Risa kecil di buka oleh si orang pinter, sosok Peter, William dan Jenshen yang sebenarnya pun terbuka. JENG JENG!! Risa pun menjerit histeris dan sejak saat itu Risa nggak pernah ketemu sama trio hantu anak kecil itu lagi.

Beberapa tahun berlalu, Risa gede yang sudah diperankan oleh Prilly itu punya adik yang bernama Riri. Maksudnya sih untuk jagain nenek mereka yang sakit, eh, dasar film si Riri jalan-jalan di deket pohon beringin terlarang dan ngambil sisir yang ada di sana untuk nyisir boneka nya. Gara-gara itulah, Riri mulai di ikuti oleh hantu Bi Asih yang celakanya di kirain Baby sitter yang di kirim untuk merawat Riri. Di pertengahan film, Risa baru tahu deh kalau Bi Asih itu bukan manusia! Oke, cukup segitu ya cerita filmnya, kalau dilanjutin bakal spoiler. Gue langsung aja masuk ke poin penilaiannya. Pertama, make up, menurut gue sih cukup amanlah. Walaupun ada kejanggalan dikit pas Prilly shalat tapi masih kece alias make up an, padahal itu di rumah dan nggak ada kelihatan abis wudhu nya. Whatever lah, mungkin biar tetep keliatan good looking kali yaa.. Kedua, akting. Semua pemain nya menurut gue juga bagus aktingnya, tapi satu yang disayangkan adalah pemilihan karakter 'orang pintar' yang masih berkutat mirip 'dukun'. Ketiga, sound effect. Film horror gak bakal berasa horror kalau sound effectnya gak bagus. Nah, di film Danur ini, sound effect nya juga oke, decitan pintu, sound pas tiba-tiba hantunya muncul. Semua di kemas dengan pengambilan gambar yang juga cukup cermat. Untuk plot, ada sedikit mirip Insidious dan efek hantunya agak mirip hantu-hantu Jepang kayak Sadako gitu, agak sedikit mengecewekan sih di sisi itu.

Intinya, film Danur ini memang belum sebagus Jelangkung 1 kalau menurut gue. Ada kejanggalan di trio hantu yang awalnya pengen 'ngebunuh' Risa tapi kok ujungnya ngebantu, gue ngerti sih tapi itu agak mengambangkan pemikiran penonton, ada juga 'orang pintar' yang masih memakai pemikiran kuno dengan tampilan bak dukun, sampai ke unsur-unsur yang ngikut horor luar. Tapi hal-hal negatif itu tertutupi oleh kemasan horor yang sudah nggak vulgar lagi. Beberapa film horror Indonesia belakangan ini kayaknya mulai meninggalkan genre 'horor KFC', itu yang harus di apresiasi, di mana ada usaha untuk mengembalikan genre horor pada tempatnya tanpa embel-embel 18+. Film Danur ini adalah salah satunya, sudah layak di tonton bagi kalian penggemar film horor. Hiiiiiiii.....

Rating pribadi (4/5):

4 comments:

  1. Kata adik saya enggak serem-serem amet, saya nonton Life (2017) aja yang genre-nya science-fiction-thriller udah tutup mata dan nyiksa temen sebelah haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, walaupun gak serem-serem amat, nih film layak tonton kok untuk ukuran horor Indonesia.. :)

      Delete
  2. Wuih...

    Pantas ini film lmayan banyak yang nonton. Ibu dan keponakan2 saya juga nonton. ternyata lumayan bagus ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, lumayan lah, film horor yang sudah layak konsumsi.. :D

      Delete

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑