Friday, 12 September 2014

Struktur Konflik Fiksi Cinta-Cintaan

Di dalam sebuah karya fiksi, seorang penulis itu wajib menciptakan sebuah konflik yang bikin para pembacanya gregetan. Nah, genre romance atau gue lebih suka menyebutnya dengan genre cinta-cintaan pun juga harus begitu. Kita, sebagai penulis genre cinta-cintaan, harus merumuskan dulu apa konflik utamanya, apa sub konfliknya yang kira-kira bisa membuat pembaca terhenyuk sambil garuk-garuk tembok. Memang sih, ada dan banyak penulis juga yang langsung nulis secara brutal karena semuanya sudah ada di kepalanya. Tapi, bagi para pemula, kayak gue juga, terkadang langkah menyusun struktur / rumus konflik utama tuh penting. Berikut ini struktur konflik sederhana yang hanya melibatkan 3-4 karakter, untuk fiksi cinta-cintaan:

KONFLIK 1


Biasanya, konflik seperti gambar di atas sering gue temukan di sebuah cerpen. Untuk buku novel apalagi film televisi, konflik seperti ini dianggap sudah ketinggalan jaman walaupun terkadang masih bisa di terima juga berkat penyampaian dan sub konflik yang di buat si penulis. Nah, di kasus pada gambar di atas, sudah bisa di baca ya, Cowok A suka sama Cewek A, tapi si Cewek A itu sukanya sama Cowok B. Untuk menambah sentuhan dramanya, Cowok A dan B itu di buat punya hubungan pertemanan atau saudara.


KONFLIK 2


Konflik 2 ini sudah melibatkan 4 orang. Hampir sama dengan konflik yang pertama, bedanya si Cowok B malah suka sama Cewek B. Biar makin menambah bumbu drama, di konflik kedua ini si Cewek adalah saudara kandung, atau bisa di tambah kedua Cowok adalah sahabatan. Biasanya, konflik seperti ini sudah bisa untuk diajukan ke film televisi atau FTV. Tapi, tergantung dengan sub konflik yang ada juga.


KONFLIK 3


Di konflik ketiga ini makin ribet dan JLEB. Terusan dari konflik kedua, si Cewek B yang di taksir sama Cowok B malah sukanya sama Cowok A. Nah, lho... Konflik seperti ini cukup sering gue lihat di FTV. Bagi teman-teman yang pengin coba buat ide cerita untuk ftv, struktur seperti ini harus di coba. Tapi, sekali lagi, ciptakanlah juga sub konflik yang menarik.


KONFLIK 4


Kalau di Konflik 1-3 si karakter sama sekali nggak ada yang punya status pacaran di awalnya, di konflik ke-4 ini ada. Bisa di lihat di gambar, Cowok A dan Cewek B serta Cewek A dan Cowok B itu pada awal ceritanya berstatus pacaran. Tapi, pada ending, si Cowok A dan Cewek A-lah yang pacaran karena Cewek B dan Cowok B ini selingkuh. Nah, bagaimana ceritanya Cewek B dan Cowok B selingkuh serta bagaimana Cowok A dan Cewek A bisa bertemu, itu yang harus di pikirkan penulis. Konflik 4 ini gue pakai di sinopsis FTV gue yang baru di ACC, judulnya Ayam Karamel Pembawa Cinta.

Masih banyak sebenarnya konflik yang bisa kita kembangkan. Di atas, gue baru memainkan 3-4 karakter, bagaimana kalau lebih? Untuk cerita film televisi sendiri sih gue menyarankan untuk memakai konflik 2-4. Selanjutnya, kita buat deh sub konfliknya. Iya, terkadang, konsep yang sederhana itu akan menghasilkan sesuatu yang besar, jadi jangan takut untuk mencoba ya. Keep Writing!

15 comments:

  1. Kalau konflik 3, ternyata cowok A sukanya sama sahabatnya gimana? Rumus itu patut dicoba tuh. Hahaha. Eh jangan deh, tar kena tegur KPI.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di salah satu naskah novel gue ada tuh konflik yg dibilang bang nuel..
      Cinta segitiga yang sangat rumit...

      XD

      Delete
  2. Wihi, seru. Kian banyak aja nih ilmunya. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sederhana tapi penting. Dan bisa dikembangin semau-maunya. :))

      Delete
  3. akhirnya, pake mindmaping juga doi...

    ReplyDelete
  4. Asik! Lagi dong yang kayak postingan ini, bang :D

    ReplyDelete
  5. *Loh, komentarku hilang :o masuk moderasi kah kak?*

    Intinya, Alhamdulillah belum pernah dan jangan sampai kaya begitu konfliknya :D
    Serem, masa cewenya yang selingkuh mulu..

    ReplyDelete
  6. waduh konfliknya ribet juga,,tapi bener juga konflik seperti itu banyak di temui di FTV,,tapi struktur yang kamu buat keren,,good luck

    ReplyDelete
  7. Keren

    Gue biasa nulis yang dikepala aja saking malesnya bikin pemetaan kayak gini.
    Tapi impact nya ya... kadang terasa kok pola nya gitu gitu aja ya..

    Kayaknya harus coba bikin draft beginian nih..

    Nice tips bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini gue juga sering banget. Pernah juga bikin mindmapping, tapi jatuhnya nulisnya jadi ga lancar. Tersendat gitu, plus kadang suka nimbul ide baru di luar skenario tertulis.

      Delete
  8. Riwet juga ya konflik2nya, untung gue belum pernah ngerasain konflik seperti (salah satu) diatas. Kok bisa sih kepikiran gini, bener2 konflik percintaan ftv banget.

    ReplyDelete

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Zona Feby Andriawan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑